Pansus 15 DPRD Kota Bandung terus mematangkan pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun 2025. Pansus pun mendorong Pemkot Bandung untuk lebih kreatif mencari sumber pendapatan asli daerah (PAD) tanpa membebankan sektor tersebut kepada masyarakat.
Ditemui wartawan, Ketua DPRD Kota Bandung Asep Mulyadi mengatakan bahwa LKPJ 2025 sudah mulai dibahas pansus bersama organisasi perangkat daerah. Sejumlah catatan disorot, salah satunya tentang potensi pendapatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Banyak sekali masukan-masukan, terkait hari ini kan dengan pendapatan daerah. Sehingga memang ada harapan kota ini jauh lebih kreatif, lebih inovatif untuk menggali potensi-potensi pendapatan daerah. Karena dari situlah sumber untuk membuat program yang bisa mensejahterakan masyarakat," katanya, Selasa (5/5/2026).
Politikus PKS yang akrab disapa Kang Asmul ini mengatakan, sektor yang perlu ditingkatkan mulai dari retribusi parkir hingga pajak restoran yang biasanya menjadi daya tarik wisatawan. Masukan ini pun nantinya akan dituangkan menjadi laporan keuangan pemerintah daerah (LKPD) tahun anggaran 2027 mendatang.
"Dari LKPJ ini teman-teman punya harapan besar menjadi bridging untuk menjadi rekomendasi yang bisa dijalankan masuk kepada LKPD 2027. Kan sayang ya kita melakukan rekomendasi, ada harapan keinginan begini-begini, tapi enggak masuk di perencanaan 2027," ungkapnya.
"Nah jadi kenapa ini dibuat kita rapat-rapat yang lebih intensif, karena ingin hasil rekomendasi LKPJ ini jadi jembatan yang bisa dieksekusi di 2027," tuturnya.
Secara perencanaan, LKPJ 2025 akan diparipurnakan pada 11 Mei 2026. Asep pun berharap Pemkot Bandung mencermati masukan pansus supaya bisa memaksimalkan potensi pendapatan darah.
"Jadi, saya harapkan pekan ini sudah finalisasi sehingga nanti hari mungkin Senin bisa diparipurnakan. Mudah-mudahan bisa, karena barusan juga lumayan tajam ya, teman-teman. Termasuk juga untuk peningkatan PAD," katanya.
"Artinya pemerintah harus bisa juga mengoptimalkan aset yang ada. Kemudian juga pendapatan tadi harus lebih kreatif, lebih inovatif dan yang tidak kalah penting adalah melakukan efisiensi dalam pengelolaan anggaran," pungkasnya.
(ral/sud)
