DPRD Sebut Penunjukan Sekda Jabar Bentuk Evaluasi Pemkot Bandung

DPRD Sebut Penunjukan Sekda Jabar Bentuk Evaluasi Pemkot Bandung

Wisma Putra - detikJabar
Kamis, 30 Apr 2026 19:00 WIB
Suasana Balai Kota Bandung.
Suasana Balai Kota Bandung. Foto: Bima Bagaskara
Bandung -

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menunjuk Sekda Jabar Herman Suryatman untuk membenahi Kota Bandung. Penunjukan itu disampaikan Dedi melalui akun Instagram pribadinya.

"Ini tugas saya sudah agak ringan nih, karena Senopati Agung Herman Surya Kencana sudah terus menjalankan tugas membersihkan bangunan-bangunan liar, trotoar yang kumuh, jalanan yang macet di Kota Bandung sehingga saya bisa terus keliling Jawa Barat yang fokus untuk membenahi di Kota Bandung saya tugasin ini Senopati Agung Pak Sekda," kata Dedi Mulyadi melalui Instagram pribadinya @dedimulyadi71.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Langkah penunjukan Herman Suryatman untuk membenahi Kota Bandung dinilai sebagai peringatan keras bagi Wali Kota Bandung Muhammad Farhan. Hal tersebut diutarakan oleh Anggota DPRD Kota Bandung dari Fraksi PDI Perjuangan, Andri Gunawan.

"Ya Pak Gubernur memerintahkan Senopati, Pak Sekda untuk bebenah Bandung, saya kira ini adalah momentum Pemkot Bandung untuk berefleksi, untuk berkaca diri. Jangan-jangan dalam penilaian pimpinan, kinerja pemerintah kota ini masih belum optimal," kata Andri, Kamis (30/4/2026).

ADVERTISEMENT

"Sehingga Sekretaris Daerah Senopati Angung, Pak Sekda ditugaskan untuk memimpin bebenah Bandung. Saya kira sekali lagi ya, untuk pemerintah kota ini adalah bahan evaluasi diri, bahan untuk merefleksikan apakah hal-hal yang terkait dengan kerja-kerja ngurus Bandung ini sudah optimal apa belum," tambahnya.

Sebagai anggota legislatif, Andri mendorong pemerintah kota agar lebih peka terhadap keluhan masyarakat. Ia menyoroti berbagai persoalan yang kerap dikeluhkan warga di media sosial maupun media daring, mulai dari masalah penerangan jalan, kerusakan infrastruktur, hingga persoalan sampah dan banjir.

"Kalau persoalan sampah saya agak bisa memaklumi, karena persoalannya harus persoalan yang makro, penyelesaiannya tentu rumit. Tapi kalau persoalan jalan yang gelap, persoalan kecepatan kita dalam menambah jalan-jalan bolong ini kan sesuatu hal yang nggak rumit-rumit amat sebetulnya," tuturnya.

Bahkan menurut Andri, dirinya sempat menerima laporan mengenai adanya baut yang mencuat di badan jalan di dekat Balai Kota Bandung. Kondisi tersebut baru diperbaiki setelah mendapat banyak keluhan dari masyarakat.

"Coba lihat dan perhatikan, sepanjang Balai Kota itu jalanannya renjul, jalanannya bergelombang, itu maruah pemerintah kota. Lihat PJU-nya, PJU-nya ada yang hitam yang klasik, ada yang silver kan nggak seragam. Dari sana kita bisa melihat apakah Bandung diurus dengan teliti atau tidak. Jadi dengan ditunjuknya Pak Sekda, saya kira pemerintah kota harusnya berefleksi diri ya. Jangan-jangan ini bentuk sindiran, jangan-jangan nanti ditafsir oleh publik sebagai bentuk ketidakmampuan penda mengurus dirinya sendiri dan rakyatnya. Jadi semoga ini menjadi momentum bagi pemerintah kota untuk berbenah, melakukan kerja-kerja kemasyarakat dan kebijakan ekonomi," jelas Andri.

Andri menambahkan, terlepas dari segala kontroversi yang melekat pada Gubernur Jabar, ia mengapresiasi langkah nyata dalam membenahi Kota Bandung.

"Banyak kontroversinya, tapi saya mengapresiasi Pak Gubernur ini berani turun langsung kepada persoalan-persoalan yang bahkan sangat detail. Urusan kasur ngagoler wae diberesan (kasur dijemur di kawasan Monju), nah ini barangkali bisa menjadi contoh bagi pemerintah kota untuk bisa terjun langsung dan gerak cepat terhadap persoalan-persoalan kemasyarakatan," tuturnya.

"Jadi harapan kami jangan defensif seperti begini, ada jalan yang menggenang, yang disalahkan kan ada PKL. Apa salahnya itu? Segera aja, kalau toh persoalannya persoalan jalan, fokus aja pada selesaikan jalan dan rengasenya," tambahnya.

Andri berharap etos kerja Gubernur Jabar yang berani turun langsung ke lapangan dapat ditiru oleh jajaran pemerintah kota. Terkait masalah PKL di Kota Bandung yang belum tuntas, Andri menyebut Pemkot Bandung sebenarnya sudah memiliki data dan tinggal melakukan eksekusi.

"Banyak lah pemerintah kota udah puja datanya, yang penting Bandung aja. Sebelum beresin PKL, saya kira yang jadi prioritas sekarang ya, selesaikan dulu deh persoalan Bandung Gelap. Sama persoalan jalan yang bergelombang," tuturnya.

Selain itu, Andri menegaskan tidak anti terhadap proyek galian maupun pemindahan kabel udara ke bawah tanah. Namun, ia menyoroti dampak pasca-pengerjaan yang sering terbengkalai.

"Tapi setelah digali, ya dirapiin lagi dong. Sudah setahun lebih tuh, seputaran Kota Bandung itu jalan jadi nonjol, jalan jadi mendelap, dan sudah menimbulkan korban, setahun nggak dibener-benerin. Nah saya harap hal-hal seperti itu yang memancing Pak Gubernur sampai merasa harus mengutus Pak Sekda untuk bebenah Bandung. segala persoalan diselesaikan set-set," pungkasnya.

(wip/sud)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads