Perawatan Pribadi Berikan Dampak Tinggi Bagi Inflasi di Kota Bandung

Data Jabar

Perawatan Pribadi Berikan Dampak Tinggi Bagi Inflasi di Kota Bandung

Wisma Putra - detikJabar
Rabu, 06 Mei 2026 06:00 WIB
Portrait of an attractive young woman brushing her teethhttp://195.154.178.81/DATA/i_collage/pi/shoots/783515.jpg
Ilustrasi pasta gigi (Foto: iStock)
Bandung -

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan inflasi tahunan (year on year) Kota Bandung sebesar 2,65 persen pada April 2026. Angka ini dibarengi dengan kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) yang menyentuh level 110,52.

Dari data resmi BPS Kota Bandung, inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sembilan indeks kelompok pengeluaran di antaranya kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 3,97 persen, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 1,93 persen dan kelompok kesehatan sebesar 1,81 persen.

Selain itu, kelompok transportasi sebesar 0,39 persen, kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,50 persen, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 1,29 persen, kelompok pendidikan sebesar 0,77 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,94 persen.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Peningkatan cukup tajam terjadi pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya, yang mencatatkan pertumbuhan sebesar 15,03 persen.

ADVERTISEMENT

Sedangkan untuk kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks di antaranya, kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,65 persen dan kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 1,72 persen.

Sementara itu, tingkat deflasi month to month (m-to-m) Kota Bandung Bulan April 2026 sebesar 0,02 persen, sedangkan tingkat inflasi year to date (y-to-d) sebesar 0,97 persen.

Inflasi Perawatan Pribadi Meroket

Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya, pada April 2026 Kota Bandung mengalami inflasi y-on-y sebesar 15,03 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 120,92 pada April 2025 menjadi 139,09 pada April 2026.

Sub kelompok yang mengalami inflasi y-on-y tertinggi, yaitu sub kelompok perawatan pribadi lainnya sebesar 44,38 persen, sementara sub kelompok jasa lainnya mengalami inflasi sebesar 1,57 persen. Kelompok ini pada April 2026 memberikan andil atau sumbangan inflasi y-on-y sebesar 0,80 persen.

Komoditas yang dominan memberikan andil atau sumbangan inflasi y-on-y, yaitu emas perhiasan sebesar 0,80 persen, krim wajah, pasta gigi, sabun wajah, tarif gunting rambut pria, dan bedak masing-masing sebesar 0,01 persen.

Sementara kelompok ini pada April 2026 memberikan andil atau sumbangan terhadap deflasi m-to-m Kota Bandung sebesar 0,05 persen. Komoditas yang dominan memberikan andil atau sumbangan deflasi m-to-m yaitu emas perhiasan sebesar 0,07 persen.

(wip/yum)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads