Daftar 5 Tol Terpanjang di Jawa Barat: Tarif, sejarah dan Rutenya

Daftar 5 Tol Terpanjang di Jawa Barat: Tarif, sejarah dan Rutenya

Adi Mukti - detikJabar
Selasa, 14 Apr 2026 11:00 WIB
Sejumlah kendaraan antre melintasi Gerbang Tol Cikampek Utama, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Kamis (28/4/2022). Pada H-4 Lebaran 2022, ruas jalan tol Jakarta-Cikampek mengalami kepadatan volume kendaraan dan diperkirakan puncaknya pada H-3 Lebaran. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/nym.
Tol Cikampek-Cipali. Foto: ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT
Bandung -

Tax on Location (TOL) atau yang biasa disebut jalan berbayar merupakan infrastruktur penting di Indonesia. Terkhusus di Pulau Jawa, jumlah individu yang memiliki mobil cukup banyak.

Melansir Badan Pusat Statistik (BPS), Pulau Jawa menyumbang jumlah mobil terbanyak di Indonesia. Jawa Timur menempati peringkat pertama dalam data BPS dengan sekitar 5,59 juta unit mobil, disusul Jawa Barat di peringkat kedua.

Jawa Barat menyumbang sekitar 2,33 juta unit mobil. Provinsi ini menjadi destinasi wisata utama ketika hari libur tiba, sehingga tidak heran jumlah jalan tol di Jabar terhitung cukup banyak. Mobilitas masyarakat yang tinggi di wilayah Jawa Barat sering kali menyebabkan penumpukan kendaraan, sehingga jalan tol menjadi opsi rute yang krusial.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

detikJabar merangkum lima jalan tol di Jawa Barat beserta tarif, rute, dan sejarah pembangunannya.

Tol Jagorawi (Jakarta-Bogor-Ciawi)

Sejarah jalan tol di Indonesia dimulai pada tahun 1978 ketika jalan tol Jagorawi mulai beroperasi untuk menghubungkan Jakarta, Bogor, dan Ciawi. Pembangunan yang dimulai tahun 1975 ini dilakukan oleh pemerintah menggunakan dana anggaran negara serta pinjaman luar negeri, yang kemudian diserahkan kepada PT Jasa Marga (Persero) Tbk sebagai modal. Tol Jagorawi memiliki panjang mencapai 59 km.

ADVERTISEMENT

Rute jalan tol ini meliputi daerah Jabodetabek, yaitu Jakarta, Depok, Bogor, dan Ciawi. Tol Jagorawi merupakan salah satu ruas jalan yang paling padat. Wilayah Bogor dan Depok pada umumnya dihuni oleh para pekerja yang mencari nafkah di Jakarta. Pada akhir pekan, Tol Jagorawi dipenuhi kendaraan pekerja yang pulang ke rumah mereka di wilayah Bogor, Depok, serta Ciawi. Tarif Tol Jagorawi terbagi dalam golongan I sampai V.

  • Golongan I: Rp15.000
  • Golongan II-III: Rp23.000
  • Golongan IV-V: Rp30.500

Tol Cikopo-Palimanan (Cipali)

Cipali merupakan tol terpanjang di Pulau Jawa. Diresmikan pada 2015 oleh Presiden Joko Widodo, jalan tol ini menghubungkan Purwakarta hingga Cirebon. Tol ini juga merupakan bagian penting dari jaringan Tol Trans Jawa.

Tol Cipali memiliki panjang 116 km dan menjadi salah satu ruas terpadat, terutama saat libur panjang, karena melintasi lima daerah. Rute Tol Cipali meliputi Cikopo (Purwakarta), Kalijati, Subang, Cikedung, Kertajati, Sumberjaya, dan Palimanan (Cirebon). Tarif Tol Cipali beragam, tergantung gerbang masuk yang digunakan. Tarif terjauh dari Gerbang Tol Cikopo ke Palimanan adalah Rp132.000 untuk kendaraan Golongan I, Rp217.500 untuk Golongan II dan III, serta Rp273.000 untuk Golongan IV dan V.

Tol Jakarta-Cikampek (Japek)

Jalan tol Jakarta-Cikampek adalah salah satu jalan tol tertua di Indonesia yang dibangun sejak tahun 1988. Ruas ini menjadi jalur utama penghubung Jakarta ke arah timur dan terhubung langsung dengan Tol Cipali serta Cipularang. Tol Jakarta-Cikampek menjadi urat nadi penting yang mengoneksikan wilayah Jakarta, Jawa Barat, dan daerah Jawa bagian timur. Panjang tol ini adalah 73 km, lebih panjang dibandingkan Tol Jagorawi.

Rute Tol Jakarta-Cikampek melewati Jakarta Timur, Bekasi, Karawang, Purwakarta, hingga Cikampek. Ruas ini sering dilalui oleh pengemudi jarak jauh dan menjadi alternatif utama untuk menghindari kemacetan di jalur arteri menuju Jakarta. Pada tahun 2024, tarif Tol Jakarta-Cikampek masih mengacu pada ketentuan tarif sebelumnya.

Untuk tarif Japek sendiri bervariasi; wilayah Bekasi Barat, Bekasi Timur, Cibitung, dan Cikarang dikenakan biaya sebesar Rp9.500. Sedangkan untuk wilayah Cibatu, Cikarang Timur, dan Karawang Barat dikenakan Rp16.500. Sementara itu, wilayah Karawang Timur, Kalihurip, Cikampek, dan Dawuan ditetapkan tarif sebesar Rp27.000.

Tol Cikampek-Purwakarta-Padalarang (Cipularang)

Awal mula jalan tol ini berasal dari rencana pemerintah untuk menghubungkan Jakarta dengan Bandung. Tol tersebut awalnya diusulkan dengan nama Tol Cigolarang pada tahun 1991, namun rencana itu tidak langsung terealisasi. Jalan tol ini akhirnya dibangun antara tahun 2002 sampai 2005. Jalur Cipularang yang memiliki panjang 54 kilometer ini menghubungkan Kabupaten Karawang, Purwakarta, hingga Bandung Barat.

Tol Cipularang melayani rute dari Dawuan di Cikampek menuju Padalarang di Bandung Barat, melewati beberapa titik utama yakni Sadang, Jatiluhur, dan Purwakarta. Untuk kendaraan Golongan I, tarif yang berlaku bervariasi sesuai jarak tempuh: perjalanan dari Dawuan hingga Sadang dikenakan tarif Rp8.000, Dawuan hingga Jatiluhur sebesar Rp14.500, dan untuk perjalanan penuh hingga Padalarang tarifnya adalah Rp45.000.

Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu)

Pembangunan Tol Cisumdawu dimulai pada tahun 2011 dan memakan waktu pengerjaan selama 12 tahun. Melansir Kementerian Pekerjaan Umum, pembangunan jalan tol ini menelan dana sebesar Rp18,3 triliun, di mana Rp9,07 triliun berasal dari pemerintah dan sisanya didanai pihak swasta. Jalan tol ini diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada Selasa, 11 Juli 2023. Tarif Tol Cisumdawu terbagi menjadi beberapa seksi, di antaranya Cileunyi-Jatinangor dengan tarif Rp6.000 dan Cileunyi-Pamulihan Rp11.000.

Cileunyi dikenal sebagai titik langganan macet karena aktivitas kendaraan yang keluar-masuk kawasan pemukiman dan pendidikan, terutama bagi mereka yang menuju Sumedang. Jalan Tol Cisumdawu dimulai dari Cileunyi di Bandung, melewati Pamulihan, Sumedang, Cimalaka, Legok, dan Ujung Jaya, serta berakhir di Dawuan yang terhubung langsung dengan Tol Cipali. Rute ini menjadikan Cisumdawu sebagai penghubung vital antara Bandung dengan jaringan Tol Trans Jawa.

Itulah lima jalan tol di Jawa Barat dengan rute yang relatif panjang beserta tarif yang berlaku saat ini. Hingga tahun 2024, secara keseluruhan belum terdapat perubahan tarif besar-besaran, namun pengendara diimbau selalu mengecek situs Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) yang dikelola Kementerian Pekerjaan Umum. Pada umumnya, penyesuaian tarif dilakukan setiap dua tahun sekali dengan mempertimbangkan inflasi dan evaluasi Standar Pelayanan Minimal (SPM).

(sud/sud)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads