Penjaga Rumah 'Terjepit Tol' Alami Teror Seperti Ini Setiap Hari

Penjaga Rumah 'Terjepit Tol' Alami Teror Seperti Ini Setiap Hari

Tim detikcom - detikJabar
Selasa, 05 Mei 2026 14:00 WIB
Penampakan rumah di India yang menutupi jalan tol
Penampakan rumah di India yang menutupi jalan tol (Foto: via Economic Times)
India -

Suara bising kendaraan yang melaju kencang nyaris tanpa henti menjadi keseharian di sebuah rumah di Desa Mandola, India. Bangunan itu bukan berada di pinggir jalan tol, melainkan terjepit di tengah jalur yang sudah beroperasi, membuat penghuninya harus berhadapan langsung dengan deru lalu lintas dari berbagai arah.

Rumah tersebut dikenal sebagai Rumah Swabhiman, milik keluarga mendiang Dr. Veersen Saroha. Letaknya yang tidak biasa menjadikannya sorotan, karena berdiri tepat di tengah proyek Jalan Tol Delhi-Dehradun yang telah diresmikan dan digunakan publik.

Menurut Jaipal Singh (46), petugas keamanan yang menjaga rumah tersebut, kondisi di lapangan cukup ekstrem. Ia diteror suara bising setiap hari.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Rumah itu dikepung dari keempat sisinya," ujarnya.

Ia menjelaskan, sejak jalan tol mulai beroperasi, kebisingan menjadi tantangan terbesar.

ADVERTISEMENT

"Suara bising lalu lintas setelah pengoperasian jalan tol dimulai sangat sulit dikendalikan," kata Jaipal kepada The Indian Express.

Meski berada di lokasi yang tidak lazim, rumah itu justru tidak dihuni oleh pemiliknya. Ahli waris diketahui tinggal di kota lain, sementara Jaipal bertugas merawat bangunan tersebut setiap hari.

"Rumah itu selalu kosong, dan saya membersihkannya setiap hari," tambahnya.

Secara fisik, rumah dua lantai dengan luas hampir 1.600 meter persegi itu masih mempertahankan bentuk seperti era 1990-an. Bagian depan dan belakang langsung diapit jalan tol, sementara sisi kanan dipenuhi pepohonan rimbun dan sisi kiri berupa lahan kosong bekas galian.

Tolak Digusur Sejak 1998

Rumah Swabhiman yang memutus jalan tol di IndiaRumah Swabhiman yang memutus jalan tol di India Foto: Google Earth

Keberadaan rumah ini tidak lepas dari sengketa panjang yang bermula sejak 1998. Saat itu, Dewan Perumahan Uttar Pradesh merencanakan pembangunan kawasan permukiman di atas lahan milik Veersen. Ia menolak karena nilai ganti rugi dianggap terlalu rendah yakni setara Rp 209 ribu per meter.

Sengketa berlanjut hingga ke Pengadilan Tinggi Allahabad pada 2007. Namun, sebelum perkara selesai, Veersen meninggal dunia dan lahan tersebut diwariskan kepada cucunya, Lakshyaveer Saroha.

Di tengah proses hukum yang belum tuntas, proyek Jalan Tol Delhi-Dehradun tetap berjalan. Otoritas Jalan Raya Nasional India (NHAI) kemudian membangun ruas sepanjang 212 kilometer yang melintasi lahan tersebut.

Sebagian besar jalur telah rampung, kecuali sekitar 1.600 meter persegi, (area tempat rumah itu berdiri) yang tidak bisa digusur karena status sengketa. Kemudian, jalan tol tersebut tetap diresmikan pada 14 April 2026 oleh Perdana Menteri India Narendra Modi.

Proyek ini dirancang untuk memangkas waktu tempuh dari sekitar enam jam menjadi hanya 2 hingga 2,5 jam, dengan enam jalur berakses terbatas dan kecepatan maksimal mencapai 100 km/jam.

Namun di balik manfaat infrastruktur tersebut, satu rumah di Mandola masih bertahan di tengah derasnya arus kendaraan. Di sana, suara mesin yang meraung dari segala arah menjadi latar yang tak pernah benar-benar senyap.

(yum/yum)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads