Momen Mencekam 9 Pegawai Konfeksi di Tasikmalaya Disiram Air Keras

Momen Mencekam 9 Pegawai Konfeksi di Tasikmalaya Disiram Air Keras

Faizal Amiruddin - detikJabar
Senin, 04 Mei 2026 23:38 WIB
Ilustrasi cairan kimia berbahaya.
Ilustrasi cairan kimia berbahaya. (Foto: Ilustrasi menggunakan Gemini AI)
Tasikmalaya -

Senin (4/5/2026) sekitar pukul 19.00 WIB, suasana di sebuah rumah produksi konveksi di Desa Gunajaya, Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya, masih berjalan seperti biasa. Aktivitas para pegawai belum benar-benar usai. Sebagian masih bekerja, sebagian lain mulai beres-beres.

Lalu, seorang pria datang. Ia mengenakan helm dan jas hujan. Di tangannya, sebuah botol plastik berwarna putih.

Tak ada yang menyangka, dalam hitungan detik, suasana berubah menjadi kepanikan yang sulit dilupakan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Si pelaku datang sudah langsung teriak-teriak, dia pakai helm, pakai jas hujan. Sudah bawa botol warna putih," kata Abdul Holik, salah seorang korban.

Teriakan itu seperti menjadi penanda awal teror. Tanpa peringatan jelas, pria yang belakangan diketahui sebagai kurir ekspedisi itu mulai bergerak cepat, menyiramkan cairan kimia berbahaya ke arah siapa saja yang ada di dekatnya.

ADVERTISEMENT

Tak ada waktu untuk menghindar. Holik yang saat itu tengah beres-beres menjadi salah satu korban pertama yang terkena. "Saya kena di bagian punggung dan sedikit ke wajah," ujarnya.

Di area yang sama, Wina (21) masih duduk di depan komputer. Ia tak sempat berdiri, apalagi lari. Dalam sekejap, cairan itu mengenai wajahnya.

Rasa panas yang menyengat langsung menjalar. Teriakan pun pecah.

Dari dapur, Angga, pegawai lainnya, mendengar suara-suara itu datang tiba-tiba, bersahut-sahutan, penuh kepanikan.

"Tiba-tiba banyak yang menjerit, pas saya lihat ruangan juga sampai berasap pekat, mungkin dari cairan air keras itu," kata Angga.

Ruangan produksi berubah jadi kacau. Orang-orang berlarian tanpa arah, sebagian menahan sakit, sebagian lagi berusaha mencari jalan keluar dari situasi yang mendadak mencekam.

Naluri bertahan hidup mengambil alih. Para korban berhamburan menuju sumber air terdekat. Dapur menjadi titik yang paling dituju. Keran air diperebutkan.

"Semua berebut keran air, akhirnya saya buka pintu belakang, mereka merendam lukanya di selokan. Direndam air selokan," lanjut Angga.

Di luar, malam tetap berjalan seperti biasa. Tapi di dalam konfeksi itu, detik-detik terasa panjang, dipenuhi teriakan dan rasa sakit.

Sementara itu, pelaku terus bergerak hingga cairan di botolnya habis. Setelah itu, barulah para pegawai yang tersisa berani mendekat.

Amarah tak terbendung. Pelaku diringkus, bahkan sempat dipukuli oleh mereka yang emosi melihat rekan-rekannya terluka.

Tak lama berselang, polisi datang dan langsung mengamankan pelaku, sekaligus mengevakuasi korban ke rumah sakit dan puskesmas terdekat.

"Jadi betul telah terjadi penyiraman air keras di wilayah kami, tepatnya di Kampung Gunajaya, RT 003 RW 007 Desa Gunajaya, Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya. Kejadiannya sekitar pukul 19.00 WIB lebih," kata Kapolsek Manonjaya, AKP Soni Alamsyah.

Dari peristiwa itu, sembilan orang mengalami luka bakar. Enam di antaranya harus dirujuk ke RSUD dr Soekardjo Tasikmalaya karena luka yang cukup serius.

Polisi menyebut pelaku merupakan kurir yang biasa datang ke tempat tersebut. "Kasus ini langsung ditangani Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota. Cuma yang jelas yang melakukan penyiraman air keras itu seorang kurir yang suka nganter-nganterin barang," ujar Soni.

Soal motif penyerangan, hingga kini masih dalam penyelidikan. "Untuk korban semuanya mengalami luka bakar, ada yang ringan dan sedang. Ada di bagian muka, ada yang di bagian leher, dan ada yang di bagian tangan," pungkas Soni.

Halaman 2 dari 3
(orb/orb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads