Berbagai peristiwa menarik terjadi di Jawa Barat hari ini Senin (4/5/2026) beberapa diantaranya memantik perhatian pembaca detikJabar. Persib tetap kokoh di puncak klasemen, kecelakaan di Cadas Pangeran hingga terdakwa kasus pembunuhan di Indramayu dipolisikan.
Berikut ringkasan berita yang dihimpun dalam Jabar hari ini,
Hasil Pertandingan Persib
Persib Bandung meraih poin penuh saat menjamu PSIM Yogyakarta di pekan ke-31 Super League 2025/26. Dalam pertandingan di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Persib menang dengan skor tipis 1-0.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Satu-satunya gol yang tercipta di laga ini dicetak Patricio Matricardi di menit 2. Setelah gol ini, Persib yang menguasai jalannya pertandingan tak mampu lagi mencetak gol tambahan.
Kemenangan ini membuat Persib tetap kokoh di puncak klasemen dengan 72 poin, unggul 3 angka dari Borneo FC di urutan kedua yang baru memainkan pertandingan esok hari.
Kecelakaan Maut Pemotor di Cadas Pangeran
Seorang pemotor bernama Engkus Kuswara (55) meninggal dunia setelah terlibat kecelakaan di Jalan Cadas Pangeran, tepatnya di Dusun Jelekong, Desa Cigendel, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, pada Senin (4/5/2026).
Informasi diterima detikJabar, kecelakaan ini terjadi sekitar pukul 06.00 WIB yang melibatkan satu unit kendaraan roda dua Vario dengan nopol Z-4457-CF serta satu unit kendaraan roda empat yang tidak diketahui.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Sumedang Ipda Arief menjelaskan, kronologi kejadian kecelakaan ini sendiri terjadi saat korban melaju dari arah Sumedang menuju Bandung. Saat di TKP, korban hendak mendahului kendaraan di depan akan tetapi di saat yang bersamaan terdapat satu kendaraan minibus yang menabrak bagian belakang kendaraan korban hingga terjatuh.
"Korban melaju dari arah Cirebon menuju Bandung. Setelah melewati keadaan jalan menikung ke kanan, sedikit menanjak diduga mendahului kendaraan yang berada di depannya secara bersamaan dari arah yang sama datang kendaraan jenis minibus nopol tidak diketahui hingga terjadi menabrak bagian belakang sepeda motor Honda Vario," ujar Arief kepada detikJabar
Arief mengatakan, akibat kejadian tersebut pemotor langsung dinyatakan meninggal dunia di tempat karena mengalami luka yang cukup serius di bagian kepala.
"Kejadian tersebut mengakibatkan korban pengendara sepeda motor Honda Vario bernama saudara Engkus Kuswara meninggal dunia dan sepeda motor Honda Vario mengalami kerusakan," katanya.
Sementara itu, pihak kepolisian dari Satlantas Polres Sumedang masih menangani peristiwa dari kecelakaan tersebut termasuk mengejar kendaraan roda empat yang kabur setelah kejadian.
Terdakwa Kasus Pembunuhan Kembali Dipolisikan
Keluarga Aman Yani resmi menempuh jalur hukum dengan melaporkan Priyo Bagus Setiawan, terdakwa kasus pembunuhan satu keluarga di Kelurahan Paoman, ke Polres Indramayu pada Minggu (3/5/2026) malam.
Langkah ini diambil setelah nama Aman Yani terseret dalam persidangan. Ia dituding sebagai sosok di balik perencanaan pembunuhan terhadap Syahroni dan keluarganya di Kelurahan Paoman, Indramayu.
Kuasa hukum keluarga Aman Yani, Ruslandi, mengungkapkan dalam persidangan, Priyo mengklaim ada empat orang yang menjadi pelaku utama. Salah satunya adalah Aman Yani, pria yang menurut keluarga telah hilang tanpa kabar selama bertahun-tahun.
Keluarga menilai tudingan tersebut tidak berdasar. Aman Yani diketahui terakhir kali berpamitan kepada ibunya pada Maret 2016 untuk merantau ke Bandung setelah mengundurkan diri dari bank pelat merah. Sejak saat itu, tidak ada lagi kabar mengenai dirinya.
Ruslandi juga menyangsikan keterangan para terdakwa yang mengaku sempat bertemu Aman Yani di kawasan Kuliner Cimanuk, Indramayu, sekitar Agustus hingga September 2025 untuk merancang kejahatan tersebut.
"Fakta itu bertentangan dengan kondisi sebenarnya, karena keluarga sudah lama mencari yang bersangkutan, bahkan sempat menyebarkan informasi orang hilang di media sosial sejak 2020," ujarnya, saat dihubungi, Senin (4/5/2026).
Terkait pencatutan nama tersebut, keluarga melaporkan Priyo atas dugaan merintangi proses peradilan serta menyebarkan tuduhan tanpa dasar.
Ruslandi menegaskan pihak keluarga tidak akan menghalangi proses hukum apabila Aman Yani benar-benar ditemukan. Namun, mereka mencurigai pencatutan nama ini hanyalah siasat terdakwa untuk mengaburkan fakta di persidangan.
Sementara itu, adik Aman Yani, Uyat Suratman, mengungkapkan serangkaian kejadian janggal sejak kakaknya dinyatakan hilang. Ia mengaku pernah diminta seseorang untuk berpura-pura menjadi Aman Yani guna mencairkan dana pensiun, termasuk diminta membuat surat kuasa.
Tak hanya itu, pada 2018 keluarga juga menerima pesan dari seseorang yang mengaku sebagai pengacara perwakilan Aman Yani. Namun, klaim tersebut diragukan karena sosok yang dimaksud tidak pernah muncul atau berbicara langsung.
Saat ini, laporan keluarga telah diterima pihak kepolisian dan tengah diproses. Keluarga berharap penyelidikan bisa mengungkap dugaan pencatutan identitas sekaligus menjawab misteri keberadaan Aman Yani yang belum terungkap hingga kini.
Pengeroyokan Pakai Ambulans Desa di Cileunyi
Sejumlah orang yang menggunakan ambulans terlibat aksi pengeroyokan di Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung. Aksi tersebut sempat terekam oleh warga dan videonya viral di media sosial.
Dalam video yang dilihat detikJabar, tampak korban tengah bersitegang dengan terduga pelaku. Salah satu pelaku terlihat membawa senjata tajam sebilah golok.
Setelah itu, sejumlah orang berupaya melerai dan menahan terduga pelaku serta korban. Terlihat salah satu pelaku menebaskan golok ke arah korban, namun tidak mengenai sasaran. Tebasan tersebut justru mengenai motor korban yang tengah tergeletak.
Aksi pengeroyokan tersebut diketahui terjadi di parkiran sebuah minimarket Jalan Raya Cileunyi, Desa Cimekar, Kecamatan Cileunyi, Minggu, 26 April 2026, pukul 20.00 WIB.
"Iya benar telah terjadi dugaan tindak pidana penganiayaan dan pengeroyokan yang terjadi di wilayah hukum Cileunyi. Kejadiannya Minggu, 26 April 2026, pukul 20.00 WIB," ujar Kapolsek Cileunyi AKP Anggy Prasetiyo kepada detikJabar, Senin (4/5/2026).
Peristiwa tersebut bermula saat korban bersama rekan-rekannya tengah berteduh di sebuah minimarket karena hujan deras. Saat hujan mulai reda, korban berniat melanjutkan perjalanannya.
"Namun, saat memundurkan sepeda motor, korban hampir menyenggol seorang anak yang berada di belakang kendaraannya. Menyadari hal tersebut, korban langsung menghentikan kendaraan dan meminta maaf," katanya.
Anggy mengungkapkan, tak lama kemudian salah satu pria di lokasi langsung melontarkan kata-kata kasar kepada korban. Pria yang merupakan terduga pelaku tersebut kemudian melakukan pemukulan.
"Tak lama kemudian, beberapa orang lainnya yang diduga rekan pelaku ikut melakukan pengeroyokan," jelasnya.
"Salah satu pelaku terlihat membawa senjata tajam jenis golok yang sempat diacungkan ke arah korban. Beruntung, upaya penyerangan tersebut terhalang oleh sepeda motor korban, sehingga korban tidak menimbulkan luka akibat senjata tajam," tambahnya.
Usai kejadian, para pelaku melarikan diri, sementara korban segera melapor ke Polsek Cileunyi. Personel kepolisian pun langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
"Kami mengumpulkan keterangan saksi, serta menelusuri rekaman CCTV di sekitar lokasi. Dari hasil penyelidikan awal, kami menemukan petunjuk penting terkait kendaraan yang digunakan para pelaku, sebuah mobil ambulans milik Pemerintah Desa Karangsari, Kecamatan Pangatikan, Kabupaten Garut," ucapnya.
Anggy menyebutkan, polisi segera bergerak ke wilayah Kabupaten Garut untuk memburu para pelaku. Di sana, petugas menemukan kendaraan ambulans yang digunakan saat aksi pengeroyokan terjadi.
"Kami berhasil mengamankan dua orang terduga pelaku pria inisial ISR (39) dan FP (19), Sabtu, 03 Mei 2026 pukul 16.00 WIB," tegasnya.
Dia menambahkan, saat ini kedua pelaku telah dibawa ke Mapolsek Cileunyi. Keduanya tengah menjalani pemeriksaan intensif guna mendalami motif di balik aksi tersebut.
Pohon Tumbang Telan Korban di Ciamis
Seorang pengendara sepeda motor, Rofi Amaludin (33), warga Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, harus dilarikan ke rumah sakit setelah menabrak pohon tumbang di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Senin (4/5/2026) pagi. Peristiwa itu terjadi saat hujan deras disertai angin kencang melanda wilayah perkotaan Ciamis.
Kepala Pelaksana BPBD Ciamis Ani Supiani membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan pohon tumbang terjadi akibat cuaca ekstrem. Hujan deras disertai angin kencang terjadi di wilayah perkotaan Ciamis.
"Betul, terjadi pohon tumbang di Jalan Nasional III, tepatnya di depan Kantor Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Ciamis. Kejadian sekitar pukul 05.30 WIB saat hujan deras dan angin kencang," ujar Ani.
Baca juga: Pohon Tumbang Telan Korban di Ciamis |
Menurutnya, pohon yang tumbang diduga sudah dalam kondisi lapuk dan miring, sehingga tidak mampu menahan terpaan angin kencang. Akibatnya, pohon tersebut roboh dan menutup akses jalan.
"Pohon yang sudah lapuk dan condong itu akhirnya tumbang dan menutup jalan. Saat itu ada pengendara motor yang melintas dan menabrak pohon tersebut," jelasnya.
Kejadian itu menyebabkan korban terluka, mengalami pusing dan mual. Rofi kemudian langsung dilarikan ke RSUD Ciamis untuk mendapatkan penanganan medis.
Ani mengatakan, BPBD Ciamis menerima laporan kejadian sesaat setelah pohon tumbang. Lokasi kejadian berada di Kelurahan Kertasari, Kecamatan Ciamis, tepatnya di Dusun Bolenglang.
