Daftar 10 PLTA di Jawa Barat, Tulang Punggung Listrik Jawa-Bali

Daftar 10 PLTA di Jawa Barat, Tulang Punggung Listrik Jawa-Bali

Firyal Hanan Maulida - detikJabar
Selasa, 05 Mei 2026 12:00 WIB
Lansekap bendungan Jatigede di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Senin (20/1/2025). PLTA Jatigede resmi beroperasi secara penuh yang dibangun oleh PT PLN (Persero) dengan kapasitas 2 X 55 MegaWatt (MW) serta hadirnya PLTA ini meningkatkan bauran energi dari sumber energi baru terbarukan (EBT) sebesar 110 MW yang mampu mengaliri listril ke 71.923 rumah. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi
PLTA Jatigede Beroperasi Penuh. Foto: ANTARA FOTO/RAISAN AL FARISI
Bandung -

Listrik kini menjadi kebutuhan primer yang tak terpisahkan dari aktivitas sehari-hari. Mulai dari mengoperasikan perangkat elektronik, mendukung produktivitas kerja, hingga menggerakkan roda industri, semuanya bergantung pada pasokan energi yang stabil.

Di tengah meningkatnya kebutuhan tersebut, Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) hadir sebagai solusi energi bersih yang memanfaatkan potensi aliran air untuk menghasilkan listrik secara berkelanjutan.

Jawa Barat memiliki karakteristik geografis yang ideal bagi pengembangan PLTA, didukung keberadaan sungai-sungai besar serta kawasan pegunungan dengan sumber air melimpah. Kondisi ini memosisikan Jawa Barat sebagai salah satu pilar utama penyuplai energi listrik di Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sejumlah PLTA yang beroperasi di Jawa Barat memberikan kontribusi besar dalam menjaga keandalan pasokan listrik. Lantas, apa saja pembangkit listrik tenaga air yang ada di Jawa Barat?

Berikut daftar lengkap yang wajib detikers ketahui:

  • PLTA Cirata: Salah satu pembangkit listrik tenaga air terbesar di Indonesia yang berlokasi di wilayah Purwakarta, Cianjur, dan Bandung Barat. PLTA ini memanfaatkan Waduk Cirata di aliran Sungai Citarum dengan kapasitas sekitar 1.008 MW dan berperan sebagai tulang punggung sistem kelistrikan Jawa-Bali.
  • PLTA Saguling: Berlokasi di Kabupaten Bandung Barat dan mengandalkan Waduk Saguling sebagai sumber energi utamanya. PLTA ini memiliki kapasitas antara 700 hingga 844 MW dan merupakan bagian krusial dari sistem PLTA Citarum yang terintegrasi untuk mengatur beban listrik di wilayah Jawa Barat.
  • PLTA Jatiluhur: Terletak di Purwakarta, ini merupakan salah satu PLTA tertua di Indonesia yang dibangun di Waduk Jatiluhur. Memiliki kapasitas 175 hingga 187 MW, infrastruktur ini tidak hanya menghasilkan listrik, tetapi juga berfungsi untuk irigasi, penyediaan air baku, serta pengendalian banjir.
  • PLTA Ubrug: Berada di Sukabumi dengan kapasitas sekitar 17 MW. PLTA ini berskala kecil dan memanfaatkan aliran sungai di wilayah pegunungan untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat setempat.
  • PLTA Cikalong: Terletak di kawasan Pangalengan, Kabupaten Bandung, dengan kapasitas sekitar 19 MW. Pembangkit ini memanfaatkan aliran air dari area pegunungan dengan topografi lereng yang tajam.
  • PLTA Lamajan: Berlokasi di Pangalengan, Kabupaten Bandung, dengan kapasitas sekitar 19 MW. Serupa dengan Cikalong, PLTA ini memanfaatkan tenaga air dari sungai di dataran tinggi untuk memproduksi energi listrik.
  • PLTA Parakan Kondang: Pembangkit listrik skala kecil di Jawa Barat dengan kapasitas sekitar 9,9 MW. PLTA ini berfungsi memperkuat sistem kelistrikan lokal dengan memanfaatkan aliran sungai di sekitar area operasionalnya.
  • PLTA Cibuni: Terletak di wilayah selatan Cianjur dan memanfaatkan arus Sungai Cibuni. Dengan kapasitas sekitar 12 MW, pembangkit ini berperan menyuplai listrik untuk wilayah selatan Jawa Barat dengan mengandalkan debit air yang relatif stabil.
  • PLTA Cisokan Hilir: Merupakan bagian dari proyek Upper Cisokan Pumped Storage yang terletak di kawasan Bandung Barat dan Cianjur. Perannya sebagai waduk bawah dalam sistem penyimpanan energi sangat vital untuk menjaga stabilitas pasokan saat terjadi beban puncak di Jawa dan Bali.
  • PLTA Upper Cisokan: Terletak di perbatasan Kabupaten Bandung Barat dan Cianjur, tepatnya di aliran Sungai Cisokan. Dengan total kapasitas mencapai 1.040 MW, pembangkit ini menggunakan sistem pumped storage (penyimpanan air terpompa) dengan dua waduk untuk menyimpan dan memproduksi listrik guna menjaga keandalan sistem kelistrikan Jawa-Bali.

Keberadaan PLTA di Jawa Barat tidak hanya berfungsi sebagai sumber energi bersih yang ramah lingkungan, tetapi juga memainkan peran strategis dalam menjaga ketahanan energi nasional.

ADVERTISEMENT

Dengan mengoptimalkan potensi sumber daya air yang melimpah, pembangkit-pembangkit tersebut mampu memenuhi kebutuhan masyarakat dan sektor industri yang terus tumbuh pesat.

Di masa depan, pengembangan dan optimalisasi PLTA diharapkan terus ditingkatkan untuk mendukung transisi menuju energi berkelanjutan sekaligus memperkuat kedaulatan energi nasional secara menyeluruh.

(sud/sud)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads