Daftar PLTA Terbesar di Indonesia

Daftar PLTA Terbesar di Indonesia

Adi Mukti - detikJabar
Senin, 04 Mei 2026 20:00 WIB
Wisata Waduk Cirata di Kabupaten Bandung Barat
Bendungan Cirata (Foto: Whisnu Pradana/detikJabar)
Bandung -

Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) merupakan salah satu pembangkit kategori Energi Baru Terbarukan (EBT). PLTA memanfaatkan energi potensial dan kinetik air untuk menciptakan energi listrik. Air yang berada di ketinggian memiliki energi potensial, lalu saat mengalir turun, energinya berubah menjadi energi kinetik yang dapat memutar turbin.

Pada dasarnya, cara kerja dari PLTA yaitu air pertama-tama ditampung dan menciptakan ketinggian. Lalu air meluncur, tekanan air membuat turbin berputar. Putaran turbin menggerakkan generator melalui induksi elektromagnetik. Di Indonesia, PLTA terdapat beberapa titik, detikJabar merangkum PLTA terbesar di Indonesia.

PLTA Cirata

Petugas beraktivitas di area power house PT. PJB UP Cirata di PLTA Cirata, Purwakarta, Jawa Barat (14/10/2015). PLTA Cirata menghasilkan listrik untuk wilayah jawa bali dengan daya terpasang 1. 008 MW dan energi per tahun sebesar 1. 428 juta kilowatt jam. Hasan Alhabshy/detikcomPetugas beraktivitas di area power house PT. PJB UP Cirata di PLTA Cirata, Purwakarta, Jawa Barat (14/10/2015). PLTA Cirata menghasilkan listrik untuk wilayah jawa bali dengan daya terpasang 1. 008 MW dan energi per tahun sebesar 1. 428 juta kilowatt jam. Hasan Alhabshy/detikcom Foto: Hasan Alhabshy

Pembangkit Listrik Tenaga Air Cirata yang berlokasi di Jawa Barat ini merupakan PLTA terbesar di Indonesia, sekaligus salah satu PLTA terbesar di Asia Tenggara. Unit pembangkit listrik ini punya peran penting dalam menjaga kestabilan pasokan energi bagi kawasan pulau Jawa dan sekitarnya. Melansir Perusahaan Listrik Negara (PLN) Cirata, PLTA Cirata kapasitasnya terpasang sebesar 1.008 MegaWatt (MW).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Gagasan awal dari PLTA Cirata dimulai pada tahun 1970. Pembangunan mulai dilaksanakan pada awal tahun 1980-an dan berlangsung selama hampir satu dekade. PLTA ini memanfaatkan potensi energi air dari Sungai Citarum. PLTA Cirata berperan sebagai salah satu pilar utama dalam penyediaan listrik untuk wilayah Jawa-Bali, dengan fokus pada energi hijau dan berkelanjutan.

PLTA Saguling

PLTS SagulingPLTA Saguling Foto: Dok. PLN

Pembangkit Listrik Tenaga Air Saguling berlokasi di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat dengan kapasitas yang telah terpasang sebesar 844,36 MW. Pembangkit Listrik ini menjadi salah satu yang terbesar yang dioperasikan oleh PT PLN Indonesia Power dan merupakan bagian penting dari sistem interkoneksi Jawa-Madura-Bali. PLTA Saguling memanfaatkan energi air dari sungai Citarum, sama dengan PLTA Cirata.

ADVERTISEMENT

PLTA Saguling lebih dulu terinisiasi dengan survei yang dilakukan ahli Belanda pada Tahun 1922. Baru memasuki tahap pembangunan pada tahun 1981 dan selesai pada tahun 1984 serta resmi beroperasi pada 1986. Keunggulan khusus PLTA Saguling adalah kemampuan Black Start (saat terjadi pemadaman total), Saguling dapat menghidupkan dirinya sendiri secara mandiri tanpa bantuan daya dari luar.

PLTA Batang Toru

Pembangkit Listrik Tenaga Air Batang Toru berlokasi di Desa Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara dengan kapasitas 510 MW. PLTA Batang Toru dimiliki oleh konsorsium yang dikembangkan oleh PT North Sumatera Hydro Energy (NSHE). PLTA Batang Toru akan digunakan sebaagaj perkeretaapian (pemasok listrik saat beban puncak terjadi) di sistem tenaga listrik Sumatera.

Kelebihan dan Kekurangan PLTA

Dalam literatur teknik energi, PLTA dikenal memiliki efisiensi konversi hingga lebih dari 90% karena kehilangan energi relatif kecil selama proses mekanik-elektrik. Tidak cukup sampai di situ, International Energy Agency melaporkan bahwa PLTA merupakan sumber listrik terbarukan terbesar di dunia dan berperan penting dalam sistem energi rendah karbon.

Walaupun PLTA termasuk Energi Baru Terbarukan (EBT), pembangkit listrik tenaga air ini tidak luput dari tantangan dan dampak negatif. Bendungan mengubah sungai yang mengalir bebas menjadi sistem yang terfragmentasi. Karena sungai dimanfaatkan, migrasi ikan bisa terganggu karena aktivitas PLTA. Meskipun rendah karbon, ternyata PLTA menghasilkan Metana (CH4) dari pembusukan biomassa di dasar waduk.

Pembangkit listrik tenaga air merupakan masa depan pemberdayaan energi yang ramah lingkungan. Pemanfaatan lahan juga perlu dilakukan untuk menghindari dampak buruk dari PLTA tersebut. Pembangkit listrik di Indonesia masih di dominasi bahan bakar fosil, maka memprioritaskan pembangkit listrik berbasis EBT perlu dilakukan untuk menjaga ekosistem iklim di Indonesia.

(yum/yum)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads