Ahmad (62), imam masjid di Kota Palopo, Sulawesi Selatan (Sulsel) dikeroyok sejumlah pria selepas Asar. Ia dikeroyok usai menegur anak-anak yang bermain-main dengan mikrofon masjid.
Insiden tersebut terjadi di Masjid As Salam, Kelurahan Benteng, Kecamatan Wara Timur, Palopo pada Rabu (29/4/2026) sekitar pukul 15.50 Wita. Kejadian bermula Ketika korban mendapati sekelompok bocah bermain di masjid.
"Anak main-main di masjid pas mau salat Asar, terus belum masuk waktu salat dia main-mainkan mik, dia pakai pengeras suara, dia azan main-main," kata anak korban, Harun kepada detikSulsel, Minggu (3/5/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Harun menuturkan, anak-anak tersebut memang sudah sangat sering bermain di masjid. Mereka beberapa kali mendapat teguran karena perbuatannya sempat merusak fasilitas masjid.
"Sudah berapa kali ditegur itu anak-anak karena rusak fasilitas masjid, kaca masjid dia lempar-lempar, kan anak-anak, dia main-main depan masjid kena itu kaca," tambahnya.
"Puncaknya itu karena sering ditegur sama ayahku, akhirnya datang ayah ke masjid marah karena berulang kali kejadian, makanya ada bentuk teguran spontannya ayahku, dia jitak kepalanya ini anak satu-satu," bebernya.
Harun menegaskan perbuatan ayahnya sebagai bentuk pembinaan dan tidak ada maksud untuk menyakiti anak-anak. Bocah itu lalu pulang ke rumah mengadu ke keluarganya.
"Dia mengadu ke mamanya tidak terima, dia panggilkah orang atau bagaimana datanglah dia ke rumah untuk konfirmasi menanyakan kenapa anaknya dipukul," ucapnya.
Tak berselang lama, salah satu ibu dari anak tersebut datang ke rumah imam masjid bersama tiga orang lelaki. Namun karena tak menemukan korban, mereka memilih menunggunya di depan masjid.
"Situasi saat itu salat Asar orang, ayah di masjid imam. Pasnya keluar ayahku dari masjid, hampir mi sampai depan rumah seperti di CCTV, di situ mi ada palang ayahku," ujar Harun.
Harun menyebut seorang ibu dari anak yang ditegur sebelumnya langsung menunjuk-menunjuk ayahnya yang baru keluar masjid memimpin salat Asar. Imam masjid itu kemudian dikeroyok sejumlah orang.
"Tiba-tiba ada datang dari belakang memukul, na bilang tetangga yang lihat, dipukul pakai batu bata sama itu orang yang jalan dari belakang," ucapnya.
Harun melanjutkan, pengeroyokan itu mengakibatkan korban dilarikan ke rumah. Kasus ini juga langsung dilaporkan ke aparat kepolisian untuk diusut tuntas.
"Lukanya ada di pelipis, padahal baru-baru sudah operasi November (2025) lalu matanya robek lagi. Sama luka benjol di dahinya juga, sama ada benjol," paparnya.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Palopo, AKP Marsuki mengatakan, kasus ini ditangani Polsek Warga. Sebanyak 4 saksi sudah diperiksa menyusul terduga pelaku yang akan dimintai keterangan pekan depan.
"Namun masih menunggu hasil visum dari dokter untuk dinaikkan proses sidik kemudian yang diduga pelaku sudah dipanggil ke kantor Polsek Wara," imbuh Marsuki.
Artikel ini telah tayang di detikSulsel. Baca selengkapnya di sini.
(yum/yum)
