Wajah Baru Jembatan Cirahong: Dulu Sunyi, Kini Jadi Magnet Wisata

Wajah Baru Jembatan Cirahong: Dulu Sunyi, Kini Jadi Magnet Wisata

Dadang Hermansyah - detikJabar
Minggu, 03 Mei 2026 17:00 WIB
Kawasan Jembatan Cirahong di Ciamis kini diramaikan pengunjung dan pedagang.
Kawasan Jembatan Cirahong di Ciamis kini diramaikan pengunjung dan pedagang. (Foto: Dadang Hermansyah/detikJabar)
Ciamis -

Wajah Jembatan Cirahong yang membentang di atas Sungai Citanduy kini bertransformasi. Setelah sempat viral akibat isu pungutan liar beberapa waktu lalu, kawasan ini justru kian ramai dipadati warga.

Tak lagi sekadar jalur alternatif penghubung Kabupaten Ciamis dan Tasikmalaya, Jembatan Cirahong kini menjelma menjadi magnet baru. Bukan hanya pengendara yang melintas, banyak warga dari berbagai daerah sengaja datang untuk menikmati suasana di sekitar jembatan peninggalan kolonial tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jika dulu kawasan ini cenderung sunyi, kini suasananya jauh berbeda. Pedagang dadakan mulai menjamur di sepanjang akses menuju jembatan. Mereka menjajakan aneka makanan dan minuman, mulai dari jagung rebus hingga jajanan tradisional seperti sorabi.

Kini, Jembatan Cirahong tak hanya menjadi urat nadi penghubung dua wilayah, tetapi juga ruang publik baru bagi warga untuk berkumpul, beraktivitas, sekaligus menggerakkan roda ekonomi lokal.

ADVERTISEMENT

Pantauan detikJabar, Minggu (3/5/2026), kawasan ini dipadati pengunjung. Ada yang datang untuk berolahraga, ada pula yang sekadar duduk santai menikmati semilir angin sambil menyantap jajanan di pinggir jalan.

Kawasan Jembatan Cirahong di Ciamis kini diramaikan pengunjung dan pedagang.Kawasan Jembatan Cirahong di Ciamis kini diramaikan pengunjung dan pedagang. Foto: Dadang Hermansyah/detikJabar

Asep, salah seorang pedagang jagung rebus, mengaku sudah beberapa hari terakhir berjualan di lokasi tersebut. Ia melihat lonjakan pengunjung sejak kawasan ini viral dan dikunjungi Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

"Setiap hari sudah sekitar seminggu jualan di sini. Biasanya mulai jam 2 siang. Tapi kalau akhir pekan atau hari libur, saya sudah mulai dari pagi," kata Asep saat ditemui di lokasi.

Menurutnya, meningkatnya jumlah pengunjung membawa berkah bagi para pedagang. Bahkan, tak hanya warga sekitar, pedagang dari daerah lain juga ikut meramaikan kawasan ini untuk mengais rezeki.

"Yang jualan bukan hanya warga sini, dari Tasikmalaya juga ada yang ikut jualan," ujarnya.

Hal serupa dirasakan pengunjung. Khalisa, warga Imbanagara Raya, mengaku cukup sering datang ke kawasan Jembatan Cirahong, baik sebelum maupun setelah viral.

"Kalau hari Minggu sering ke sini, makan sorabi. Dulu memang sudah ada pengunjung, tapi tidak seramai sekarang. Setelah viral, jadi ramai banget, banyak yang jualan juga," ungkapnya.

(orb/orb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads