Waspada, 5 Perubahan Urine Ini Sinyal Gangguan Ginjal

Sarah Oktaviani Alam - detikJabar
Minggu, 03 Mei 2026 06:00 WIB
Ilustrasi gangguan ginjal. Foto: Getty Images/iStockphoto/Ivan-balvan
Jakarta -

Perubahan pada urine dapat menjadi sinyal awal adanya gangguan pada ginjal. Organ ini berperan penting dalam menyaring darah, membuang racun, serta menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh.

Saat fungsi ginjal mulai menurun, tanda-tandanya kerap muncul lebih awal melalui perubahan saat buang air kecil. Karena itu, kondisi urine perlu diperhatikan sebagai langkah deteksi dini gangguan ginjal.

Ahli urologi di Ruby Hall Clinic, Dr Bhati Singh Bhoopat, mengingatkan agar perubahan kecil yang terjadi berulang pada urine tidak diabaikan. Hal serupa disampaikan Dr Varun Mittal dari Artemis Hospitals.

"Salah satu tanda pertama dan paling jelas bahwa ginjal tidak berfungsi dengan baik sering terlihat pada urine," ujar Dr Mittal, dikutip dari Times of India.

Berikut sejumlah perubahan urine yang perlu diwaspadai:

1. Urine Berbusa Terus-menerus

Munculnya sedikit gelembung setelah buang air kecil masih tergolong normal. Namun, urine yang berbusa tebal dan bertahan lama perlu diwaspadai.

"Ketika memiliki urine berbusa yang tampak mirip dengan telur yang digoreng atau buih di bir, biasanya itu menandakan proteinuria," kata Dr Bhoopat.

Proteinuria terjadi saat saringan ginjal melemah sehingga protein bocor ke dalam urine, padahal seharusnya tetap berada di aliran darah.

"Jika selalu berbusa, itu bisa menjadi tanda terlalu banyak protein yang bocor ke dalam urine," tambah Dr Mittal.

2. Urine Berubah Warna

Urine normal umumnya berwarna kuning pucat. Perubahan menjadi kuning tua, cokelat, merah, atau keruh dapat mengindikasikan masalah kesehatan.

"Jika urine berwarna kuning tua, cokelat, merah, dan bahkan keruh, itu bisa berarti ada sesuatu yang salah," jelas Dr Mittal.

Warna kemerahan dapat menandakan adanya darah, sementara urine keruh bisa berkaitan dengan infeksi atau gangguan penyaringan ginjal.

3. Sering Buang Air Kecil di Malam Hari

Bangun sekali pada malam hari untuk buang air kecil masih dianggap normal. Namun, frekuensi yang meningkat perlu diwaspadai.

"Jika mulai sering ke kamar mandi di malam hari, filter ginjal mungkin rusak," tutur Dr Bhoopat.

Saat ginjal tidak mampu memekatkan urine secara optimal, tubuh menghasilkan urine yang lebih encer sehingga frekuensi buang air kecil meningkat.

4. Bau Urine Menyengat dan Keruh

Urine yang keruh dan berbau tajam, terutama jika berlangsung terus-menerus, dapat menandakan gangguan pada ginjal.

"Kondisi ini membuat urine bau amonia yang busuk," ucap Dr Bhoopat.

Bau yang kuat atau tidak biasa juga dapat mengindikasikan infeksi atau penumpukan limbah dalam tubuh.

5. Muncul Rasa Nyeri, Terbakar, atau Darah

Rasa nyeri saat buang air kecil tidak boleh diabaikan. Kondisi ini bisa menandakan infeksi atau peradangan pada saluran kemih yang berpotensi menjalar ke ginjal.

"Infeksi dan peradangan dapat menjadi penyebab nyeri, ketidaknyamanan, dan sensasi terbakar," imbuh Dr Mittal.

Ia menegaskan keberadaan darah dalam urine, meski sedikit, bukan kondisi normal. Kondisi ini dapat berkaitan dengan batu ginjal, infeksi, hingga penyakit ginjal yang lebih serius.

Artikel ini telah tayang di detikHealth.




(sao/sud)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork