3 Terapi Pereda Stres untuk Gen-Z: Peluk Sapi-Kambing hingga Tertawa

3 Terapi Pereda Stres untuk Gen-Z: Peluk Sapi-Kambing hingga Tertawa

Adi Mukti - detikJabar
Sabtu, 02 Mei 2026 17:00 WIB
Girlfriends using Smartphone in Coffeeshop
ilustrasi tertawa. Foto: Istock
Bandung -

Budaya kerja yang sangat kompetitif serta lingkungan sosial, baik daring maupun luring, terkadang terasa melelahkan. Di Indonesia, persaingan mencari kerja cukup menguras energi dan memicu stres. Belum lagi persoalan upah di bawah standar nasional maupun daerah, serta kondisi geopolitik dunia yang turut menjadi beban tersendiri.

Generasi Z (Gen-Z), sebagai kelompok demografi terbesar di usia produktif, turut merasakan tekanan akibat kondisi tersebut. Melansir Alva Research Center, Gen-Z lebih rentan mengalami stres dibanding generasi yang lebih tua. Oleh karena itu, berbagai jenis terapi yang ampuh kini mulai dilirik sebagai stress relief. Aktivitas yang mampu meredakan stres menjadi hal krusial saat ini.

Umumnya, metode stress relief yang populer meliputi yoga, journaling, dan olahraga. Namun, tahukah kamu ada aktivitas unik yang terbukti secara ilmiah mampu menurunkan tingkat stres? Tren ini mungkin terdengar tidak lazim, namun cukup ampuh.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

detikJabar merangkum tiga terapi unik sebagai stress relief.

Memeluk Sapi dan Kambing

Kamu tidak salah dengar. Tren memeluk sapi dan kambing merupakan terapi yang lazim dilakukan di Eropa, khususnya di Belanda. Aktivitas ini dikenal dengan istilah koe knuffelen. Tren ini banyak ditemui di pedesaan Belanda yang memiliki banyak peternakan. Biasanya, pengunjung menghabiskan waktu tiga jam untuk berinteraksi dan memeluk sapi-sapi tersebut.

ADVERTISEMENT

Melansir International Business Times, aktivitas ini juga merambah Negeri Paman Sam, Amerika Serikat. Salah satu peternakan bernama Mountain Horse Farm di Naples, New York, menawarkan pengalaman berinteraksi, memeluk, dan bermain dengan sapi serta kuda seharga $75 per jam atau setara dengan Rp1.291.500,00. Selain itu, Welcome Home Ranch di Arizona turut menawarkan terapi memeluk sapi dan yoga bersama kambing.

Berinteraksi dengan hewan memang terbukti mampu menurunkan tingkat stres. Sentuhan fisik dengan hewan dapat meningkatkan hormon oksitosin yang memberikan rasa aman. Sapi dan kambing termasuk dalam kategori animal-assisted therapy (AAT). Sentuhan pada hewan, baik kucing, anjing, maupun hewan ternak, dapat menurunkan kadar kortisol dan meningkatkan kesejahteraan emosional.

Earthing atau Grounding

Earthing merupakan terapi atau kegiatan menyentuh permukaan bumi tanpa alas kaki. Metode stress relief ini cukup populer di Indonesia; salah satu figur yang mengenalkannya adalah Gobind Vashdev. Earthing menjadi sarana untuk mendekatkan diri dengan alam guna menurunkan kadar stres dalam tubuh. Tubuh yang jarang berinteraksi dengan alam diyakini dapat memicu dampak negatif.

Studi dari Journal of Environmental and Public Health menunjukkan bahwa gaya hidup modern menjauhkan manusia dari interaksi dengan alam dan mungkin menjadi penyebab manusia bahkan mengalami gangguan fisiologis serta kondisi kesehatan yang kurang baik. Berinteraksi dengan bumi, seperti berjalan tanpa alas kaki, merupakan metode yang efektif untuk mengatasi stres kronis, disfungsi sistem saraf otonom, peradangan, hingga nyeri.

Tertawa Lepas

Terapi lainnya yang dapat berfungsi sebagai stress relief adalah tertawa lepas. Tertawa, bahkan yang dipaksakan sekalipun, bisa mengurangi tingkat stres pada seseorang. Studi dari National Library of Medicine menunjukkan bahwa tawa bisa menjadi obat bagi orang yang mengalami stres. Dalam studi tersebut disebutkan bahwa tertawa membawa manfaat fisiologis, psikologis, sosial, spiritual, dan meningkatkan kualitas hidup.

Menariknya lagi, efektivitas terapi tertawa yang berasal dari tawa spontan (rangsangan eksternal atau emosi positif) dan tawa yang diinduksi sendiri (dipicu oleh diri sendiri sesuai keinginan) memiliki hasil positif yang sama. Baik tawa spontan maupun dibuat-buat, otak tidak dapat membedakannya dan tetap mempersepsikannya sebagai aktivitas yang aman dan menyenangkan.

Itulah tiga aktivitas unik atau terapi yang cocok bagi kamu untuk menurunkan kadar stres. Menjaga diri agar tetap pada kondisi mental yang stabil merupakan hal yang penting, maka perlu bagi kamu untuk menerapkan setidaknya satu metode terapi sebagai stress relief. Pastikan juga untuk mengedukasi orang-orang di sekitarmu terkait pentingnya menjaga kesehatan mental.

(sud/sud)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads