Trump Tak Puas Proposal Damai Iran, AS Punya Dua Opsi Akhiri Perang

Kabar Internasional

Trump Tak Puas Proposal Damai Iran, AS Punya Dua Opsi Akhiri Perang

Yogi Ernes - detikJabar
Sabtu, 02 Mei 2026 11:00 WIB
WASHINGTON, DC - APRIL 16: U.S. President Donald Trump speaks to the media before boarding Marine One on the South Lawn of the White House on April 16, 2026 in Washington, DC. President Donald Trump is traveling to Las Vegas, Nevada to promote the tax cuts he signed into law in the One Big Beautiful Bill Act ahead of the midterm election. Tomorrow he will deliver remarks at a Turning Point USA event in Phoenix, Arizona.   Anna Moneymaker/Getty Images/AFP (Photo by Anna Moneymaker / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP)
Presiden AS Donald Trump. Foto: Getty Images via AFP/ANNA MONEYMAKER
Jakarta -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan ketidakpuasannya terhadap proposal damai terbaru yang diajukan Iran. Pernyataan itu muncul di tengah upaya kedua negara untuk mengakhiri konflik yang masih berlangsung.

Dalam keterangannya, Trump menegaskan pemerintahannya kini dihadapkan pada dua pilihan utama untuk mengakhiri perang dengan Iran.

"Ada beberapa pilihan," kata Trump dilansir CNN International, Sabtu (2/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menjelaskan, opsi pertama adalah melakukan serangan besar-besaran terhadap Iran. Sementara itu, opsi kedua adalah menempuh jalur diplomasi melalui negosiasi.

ADVERTISEMENT

"Apakah kita ingin langsung membombardir mereka habis-habisan dan menghancurkan mereka selamanya? Atau apakah kita ingin mencoba mencapai kesepakatan? Itulah pilihannya," ujar Trump.

Meski mengungkapkan dua kemungkinan tersebut, Trump menegaskan pendekatan diplomasi tetap menjadi prioritas pemerintah AS dalam upaya mengakhiri konflik. "Secara kemanusiaan, saya lebih memilih untuk tidak melakukannya," katanya.

"Tetapi itulah pilihannya. Apakah kita ingin menyerang mereka secara besar-besaran dan menghancurkan mereka atau apakah kita ingin melakukan sesuatu?," sambung Trump.

Sebelumnya, proses negosiasi perdamaian antara Iran dan Amerika Serikat sempat mengalami kebuntuan. Namun, Iran kembali mengajukan proposal terbaru guna melanjutkan dialog dengan AS.

"Republik Islam Iran menyampaikan teks proposal negosiasi terbarunya kepada Pakistan, sebagai mediator dalam pembicaraan dengan Amerika Serikat, pada Kamis malam," bunyi keterangan kantor berita Republik Iran, IRNA dilansir AFP, Jumat (1/5).

Sebagai bagian dari upaya diplomatik tersebut, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi juga melakukan komunikasi intensif dengan sejumlah negara di kawasan.

Pada hari Jumat, Araghchi melakukan panggilan telepon dengan rekan-rekannya dari Arab Saudi, Qatar, Turki, Irak, dan Azerbaijan. Kementerian Luar Negeri Iran menyebut pembicaraan itu membahas inisiatif terbaru Republik Islam untuk mengakhiri perang.

Artikel ini telah tayang di detikNews. Baca selengkapnya di sini.

(ygs/sud)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads