10 Bahan Dapur untuk Atasi Bau Badan Saat Berkeringat

10 Bahan Dapur untuk Atasi Bau Badan Saat Berkeringat

Dian Nugraha Ramdani - detikJabar
Sabtu, 02 Mei 2026 10:00 WIB
Ilustrasi daun sirih
Ilustrasi daun sirih (Foto: Getty Images/iStockphoto/Andri Munazir)
Bandung -

Saat ini, Bandung dan sekitarnya tengah menghadapi musim kemarau. Meski sesekali ada hujan dalam setiap pekannya, terik matahari selalu mendominasi.

Matahari terik membuat udara menjadi panas. Kita sering merasa sangat gerah dengan kondisi itu. Dan, tak dapat dihindarkan, keringat pun merembes dari pori-pori. Baju pun lembab bahkan basah.

Kalau tidak segera ditangani, keringat akan bercampur dengan bakteri yang ada pada kulit kita dan menyebabkan badan menjadi bau.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Mengutip laman Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, perlu dipahami bahwa keringat pada dasarnya tidak berbau. Aroma tak sedap muncul ketika keringat berinteraksi dengan bakteri spesifik di permukaan kulit itu.

Dalam hal ini, penanganan bau badan tidak selalu dilakukan dengan menggunakan produk pabrikan, penggunaan bahan alami dapat menjadi alternatif efektif untuk menekan pertumbuhan mikroorganisme penyebab bau tersebut.

ADVERTISEMENT

10 Bahan Dapur Pengusir Bau Badan

Laman resmi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia menyebutkan bahwa faktor internal seperti hormon, pola makan, dan kebersihan tubuh juga berperan dalam munculnya bau badan.

Karena itu, bahan-bahan dapur yang sederhana untuk mengusir bau badan harus pula ditunjang dengan pola mandi yang baik, dan asupan makanan yang sehat.

Berikut ini adalah 10 bahan alami beserta cara penggunaannya:

1. Daun Sirih

Dikenal sebagai antiseptik alami sejak lama, daun sirih mengandung senyawa aktif yang mampu menekan aktivitas bakteri. Aroma daun ini segar. Masyarakat Sunda lama menggunakan daun sirih sebagai pembungkus "seupaheun" (sirih-pinang).

Cara pakai:
Rebus 5-7 lembar daun sirih hingga air berubah warna. Gunakan air rebusan sebagai bilasan terakhir saat mandi. Selain dipakai mandi, air yang serupa juga bisa diminum. Cobalah untuk meminumnya 1-2 kali seminggu.

2. Baking Soda Campur Lemon

Baking soda menyerap kelembapan, sementara lemon menciptakan kondisi asam yang tidak disukai bakteri.

Cara pakai:

Campurkan 1 sendok teh baking soda dengan perasan lemon hingga menjadi pasta. Oleskan tipis pada ketiak, diamkan 5-10 menit, lalu bilas bersih. Ketiak dipilih sebagai bagian tubuh yang sering mengalami bau.

Perbedaan baking soda dan baking powder.Perbedaan baking soda dan baking powder. Foto: iStock

3. Kecombrang

Bunga kecombrang memiliki aroma segar sekaligus kandungan antibakteri. Di sisi lain, bunga kecombrang sering dikonsumsi sebagai bahan sambal rujak atau campuran nasi goreng.

Cara pakai:

Haluskan bunga kecombrang, lalu oleskan pada area yang sering berkeringat. Bisa juga dikonsumsi sebagai lalapan.

4. Daun Kemangi

Kemangi memang wangi. Hal ini karena kemangi mengandung minyak atsiri yang bersifat antiseptik alami. Orang Sunda sangat suka kemangi. Daun tanaman ini bisa digado sebagai lalapan atau dijadikan bumbu utama pepes dan menu karedok.

Cara pakai:
Konsumsi sebagai lalapan, atau haluskan lalu oleskan ke ketiak beberapa menit sebelum mandi.

5. Lidah Buaya

Selain menenangkan kulit, lidah buaya juga bersifat antibakteri tanpa menyumbat pori-pori. Namun, penggunaannya mesti hati-hati karena licin dan lengket.

Cara pakai:
Coba oleskan gel lidah buaya murni ke ketiak sebelum tidur, lalu bilas saat mandi pagi.

6. Jeruk Nipis

Kandungan asam sitrat membantu membunuh bakteri penyebab bau. Lagipula, jeruk nipis menghasilkan aroma yang segar saat tercium.

Cara pakai:
Gosokkan secara lembut potongan jeruk nipis ke ketiak, diamkan 10 menit, lalu bilas. Namun, hindari pemakaian setelah mencukur area tersebut untuk mencegah iritasi.

jeruk nipisjeruk nipis Foto: Getty Images/500px/Vitalina Rybakova

7. Cuka Apel

Cuka apel membantu menyeimbangkan pH kulit sehingga bakteri sulit berkembang. Namun untuk yang satu ini, harganya lumayan mahal.

Cara pakai:
Campurkan cuka apel dan air dengan perbandingan 1:1, lalu aplikasikan ke ketiak menggunakan kapas.

8. Teh Hijau

Tanin dalam teh hijau bersifat astringen dan membantu mengontrol keringat. Orang Sunda sering menggunakan 'teh bari' atau air teh basi sisa kemarin untuk kepentingan kesehatan kulit.

Cara pakai:
Gunakan seduhan teh hijau yang sudah dingin apalagi 'bari', sebagai bilasan atau semprotkan sebagai body mist alami.

9. Minyak Kelapa

Minyak kelapa atau Virgin Coconut Oil (VCO) mengandung asam laurat yang bersifat antimikroba yang sekaligus berguna untuk menjaga kelembapan kulit.

Cara pakai:
Oleskan tipis ke ketiak setelah mandi. Bisa dicampur sedikit baking soda sebagai deodoran alami.

10. Air Garam

Garam membantu mengurangi kelembapan dan membunuh bakteri. Menggunakan air garam untuk mengusir bau badan adalah pilihan yang simpel.

Cara pakai:
Larutkan garam dalam air hangat, lalu gunakan untuk membilas area tubuh yang rentan bau.




(dir/dir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads