Kamis (30/4/2026) dini hari, sebuah kejadian mencekam terjadi di jalan raya wilayah Bantar Muncang, Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi. Sebuah minibus putih berpelat nomor F 1355 YN melaju tidak terkendali hingga menabrak empat motor dan mobil ambulans yang membawa pasien patah tulang.
Semuanya bermula saat minibus putih yang dikemudikan seorang mahasiswa berinisial FD (19) itu terlibat gesekan dengan kendaraan lain di pintu keluar Tol Cigombong, Sukabumi. Korban yang mobilnya terserempet mencoba mengejar, namun pengemudi minibus itu justru memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi.
Di sepanjang jalur pelarian, laju minibus tersebut memicu kecelakaan beruntun. Berdasarkan penuturan warga sekitar, terdapat empat motor di lokasi berbeda yang dihantam mobil tersebut, termasuk ambulans yang sedang melaju di belakangnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pelarian pengemudi mobil tersebut sebenarnya sempat terhenti di pertigaan Cikembang, Sukabumi. Korban pengendara mobil yang saat itu sedang mengejar bahkan sempat mencoba menghentikan pelaku dengan menggedor kaca kendaraannya.
Namun lagi-lagi, pengemudi minibus itu justru semakin nekat. Dia kembali memacu kendaraannya dan mencoba menabrakkan mobilnya ke arah pengejar tersebut.
"Itu teh mulainya nyenggol dari pas keluar Tol Cigombong. Nyenggol mobil, dikejar langsung tuh sama yang punya mobil," kata Empar, warga sekitar saat menceritakan awal pengejaran.
"Digedor malah ditubrukin mobilnya, gila itu mah orang," lanjutnya. Empar kebetulan saat itu ikut mengejar dengan berada di belakang mobil ambulans.
Pelariannya kemudian terhenti setelah minibus putih itu menghantam tiang listrik di daerah Bantar Muncang. Akibat benturan keras, badan mobil tersebut berbalik arah dan menyenggol Ambulans Desa Ciemas yang sedang membawa pasien patah tulang.
Saat proses evakuasi, warga menemukan hal yang menarik perhatian di dalam kabin mobil tersebut. Ditemukan bungkusan obat batuk cair dalam kondisi terbuka yang diduga dikonsumsi pengemudi hingga menyebabkan kehilangan kendali saat berkendara.
"Mabuk kayaknya mah sih, dugaan ya bang ya. Karena malam tuh masih ada enam bungkus obat batuk cair sachet gitu pas diambil sama yang warga setempat ataukah pihak berwajib. Masih ada itu-nya warna biru, masih ada enam pcs," ungkap Empar.
Sementara itu, Kanit Gakkum Satlantas Polres Sukabumi Ipda Wangsit Edi Wibowo menjelaskan, kecelakaan bermula ketika kendaraan Toyota Avanza dengan nomor polisi F 1355 YN melaju dari arah Cibadak menuju Cikembang. Setibanya di lokasi kejadian dengan kondisi jalan tikungan ke kiri lalu lurus, pengemudi diduga kehilangan kendali.
"Diduga (pengemudi) tidak bisa menguasai laju kendaraannya dengan baik sehingga hilang kendali ke sebelah kiri jalan, kemudian menabrak tembok rumah," ujar Wangsit dalam laporan tertulisnya.
Setelah menghantam tembok, kendaraan yang dikemudikan oleh mahasiswa berinisial FD (19) tersebut kembali hilang kendali ke arah kanan. Mobil kemudian menabrak tiang listrik dan mengenai kendaraan Suzuki APV Ambulans bernomor polisi F 9979 AA yang datang dari arah berlawanan.
Ambulans tersebut dikemudikan oleh KN dengan membawa seorang penumpang, AM. Berdasarkan informasi yang dihimpun sebelumnya, ambulans milik Desa Ciemas tersebut sedang dalam perjalanan membawa pasien menuju Bogor.
Polisi memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Kerugian hanya berupa kerusakan materiel pada kedua kendaraan yang terlibat.
"Tidak ada korban jiwa, hanya kerusakan materi pada kendaraan yang terlibat. Estimasi kerugian materiil mencapai Rp 30 Juta," kata Wangsit.
Polisi juga menemukan bungkus obat batuk saset berserakan di dalam kabin mobil tersebut. Menurut Wangsit, pihaknya belum bisa memastikan apakah pengemudi benar-benar dalam pengaruh obat tersebut saat kecelakaan terjadi.
"Masih didalami. Saat ini masih dalam penanganan," pungkasnya.
Simak Video "Video Kakorlantas: Korban Tewas Kecelakaan Turun 25% saat Operasi Lilin 2025"
[Gambas:Video 20detik] (ral/mso)
