Ketua DPRD Kota Bogor, Dr. Adityawarman Adil, menghadiri langsung Deklarasi Kecamatan Tangguh Bencana (Kencana) yang dipusatkan di Kantor BPBD Kota Bogor, Tanah Sareal, Kamis 30 April 2026.
Dalam momentum tersebut, DPRD menegaskan kesiapsiagaan menghadapi bencana di Kota Hujan bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kewajiban yang mendesak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adityawarman hadir didampingi jajaran legislatif lainnya, yakni Ketua Pansus BPBD Nasya Kharisa Lestari, Wakil Ketua Pansus H. Murtadlo, serta Ketua Badan Kehormatan (BK) Safrudin Bima.
Dalam sambutannya, Adityawarman memberikan apresiasi tinggi terhadap deklarasi Kencana. Ia meyakini jajaran Camat dan aparatur wilayah telah menanamkan jiwa kesiapsiagaan dalam melayani warga sejak lama.
Meski demikian, ia mengingatkan posisi geografis Indonesia yang berada di jalur Ring of Fire. Kondisi ini menuntut kewaspadaan ekstra, terutama dengan potensi bencana kategori sedang hingga tinggi yang memerlukan penguatan kapasitas hingga tingkat kecamatan.
"Kesiapsiagaan bukan lagi pilihan, melainkan keharusan bagi kita semua," kata Adityawarman dalam keterangan yang diterima detikJabar, Kamis (30/4/2026).
Sebagai bukti nyata dukungan parlemen, Adityawarman memaparkan DPRD Kota Bogor terus mengawal fungsi anggaran (budgeting) demi memastikan penanggulangan bencana berjalan optimal di lapangan.
Melalui pembahasan intensif bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), dialokasikan dana Belanja Tidak Terduga (BTT) dengan porsi yang signifikan.
Ia menjelaskan, setiap tahunnya anggaran sekitar Rp30-40 miliar dialokasikan untuk BTT. Salah satu peruntukan utamanya adalah penanggulangan bencana agar penanganan darurat tidak terbentur kendala biaya.
Tak hanya soal dana, kabar penting lainnya adalah progres pembahasan Raperda Pembentukan BPBD yang mandiri. Saat ini, status kelembagaan BPBD Kota Bogor masih dipimpin pejabat Eselon III.
Melalui regulasi baru ini, DPRD menargetkan peningkatan status menjadi Eselon II. Langkah strategis ini bertujuan agar sisi operasional dan penganggaran dalam kondisi darurat dapat dilakukan dengan jauh lebih optimal.
Adityawarman menargetkan Pansus yang dipimpin Nasya Kharisa Lestari dapat merampungkan tugasnya sebelum ketuk palu anggaran perubahan tahun ini.
Ia menekankan, secanggih apa pun regulasi dan sebesar apa pun anggaran, kunci keberhasilan tetap ada pada kolaborasi antarinstansi di bawah komando Wali Kota.
"Kehadiran kita di sini adalah untuk saling menguatkan. Kita memang tidak bisa memilih kapan dan di mana bencana akan terjadi, tetapi kita bisa memilih untuk selalu siaga," pungkasnya.
(orb/orb)
