Waspada Ciri-ciri Anak yang Alami Trauma Ada yang Tampak!

Waspada Ciri-ciri Anak yang Alami Trauma Ada yang Tampak!

Nafilah Sri Sagita K - detikJabar
Rabu, 29 Apr 2026 20:00 WIB
Ilustrasi kekerasan anak
Ilustrasi kekerasan anak (Foto: Getty Images/iStockphoto/Kenishirotie)
Yogyakarta -

Kasus dugaan kekerasan terhadap anak di sebuah daycare di Yogyakarta tidak hanya meninggalkan dampak fisik, tetapi juga berisiko memicu gangguan psikologis yang serius. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menekankan bahwa trauma pada anak dapat muncul dalam beragam bentuk dan kerap sulit dikenali secara langsung.

Ketua Unit Kerja Koordinasi (UKK) Tumbuh Kembang dan Pediatri Sosial IDAI, Fitri Hartanto, menyebutkan bahwa salah satu indikasi awal trauma dapat terlihat dari perubahan perilaku anak saat berinteraksi.

"Beberapa kasus trauma pada anak, mereka menjadi takut ditanya. Banyak respons saat ditanya justru menjawab tidak tahu. Itu bentuk dari trauma," ujar Fitri dalam konferensi pers, Rabu (29/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Trauma di Masa Golden Period

Menurutnya, kondisi ini menjadi sangat krusial karena terjadi pada masa golden period atau masa emas tumbuh kembang anak. Pada fase ini, anak seharusnya mendapatkan stimulasi positif untuk mendukung perkembangan kognitif dan emosional.

ADVERTISEMENT

Namun, jika yang diterima justru pengalaman negatif dan menakutkan, maka hal itu akan terekam kuat dalam memori anak.

"Di saat golden period, anak mendapatkan stimulasi negatif, sesuatu yang menakutkan, itu tetap menjadi rangsangan, tetapi tentu stimulasi negatif. Ketika itu terbawa dalam memori, yang dikhawatirkan nanti muncul gangguan mental seperti Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD)," jelasnya.

Tanda Fisik Juga Harus Diwaspadai

Selain perubahan perilaku, Fitri menegaskan bahwa tanda-tanda kekerasan juga bisa terlihat secara fisik. Bahkan, dalam banyak kasus, gejala fisik justru lebih mudah dikenali oleh orang tua.

Ia mencontohkan perubahan kemampuan motorik anak yang sebelumnya normal, namun tiba-tiba mengalami gangguan.

"Yang tadinya jalan lancar, kok jadi pincang. Tangan yang awalnya tidak bermasalah, kok ada gangguan. Itu harus dicurigai sebagai kemungkinan terjadinya kekerasan di tempat pengasuhan," ungkapnya.

Pentingnya Kepekaan Orang Tua

IDAI mengimbau orang tua untuk lebih peka terhadap perubahan sekecil apa pun pada anak, baik secara emosional maupun fisik. Respons seperti ketakutan berlebihan, diam, atau perubahan kemampuan gerak tidak boleh dianggap sepele.

Deteksi dini dinilai sangat penting agar anak bisa segera mendapatkan penanganan yang tepat, baik dari sisi medis maupun psikologis.

Dengan meningkatnya kasus kekerasan di tempat pengasuhan, IDAI menekankan bahwa perlindungan anak harus menjadi prioritas bersama, termasuk memastikan lingkungan daycare benar-benar aman dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Artikel ini telah tayang di detikHealth. Baca selengkapnya di sini.

(naf/yum)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads