Sebuah video kekerasan yang melibatkan siswa sekolah menengah pertama di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, viral di media sosial, Rabu (29/4). Terlihat dua orang anak duel disaksikan teman-temannya. Selain baku pukul, keduanya juga saling jepit hingga tersungkur di tanah. Beberapa teman keduanya terlihat menyemangati dari pinggir.
Salah satu siswa yang duel terdengar mengerang kesakitan. Teman lainnya justru melontarkan kata-kata tidak pantas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di baheula nepo ka Ayuna hal seperti eya pasti aya wae di sakola mana wae oge. Cuma ari ayeuna usum video naon wae oge, jadi we akhirna kabuka hal-hal tabu kos kieu teh," tulis akun Anggi.lesmana.
Hasil penelusuran detikJabar, peristiwa ini terjadi di sebuah sekolah menengah pertama di Kecamatan Padakembang. Kapolsek Leuwisari yang membawahi Kecamatan Padakembang, Iptu Pramono membenarkan kejadian ini. Perkelahian siswa berlangsung Selasa (28/4) di belakang sekolah mereka.
"Betul video tersebut, duelnya di belakang sekolah," kata Pramono pada detikjabar, Rabu (29/4/2026).
Perselisihan dipicu pertandingan sepak bola di sekolah. Siswa yang terlibat perkelahian merupakan kelas tujuh. Mereka diprovokasi siswa kelas delapan.
Alhasil, pertandingan bola berujung perkelahian karena terjadi tantang-menantang duel.
"Perselisihan saat main bola kelas tujuh kemudian diprovokasi oleh kakak kelasnya, kelas delapan sehingga terjadilah duel di belakang sekolah kemudian di video temanya," kata Iptu Pramono.
Siswa yang terlibat duel awalnya sudah damai pasca pertandingan bola. Tetapi muncul provokasi hingga kembali berkelahi.
"Sudah damai ada nantang dipanasin beda kelas, dia bangkit lagi jadi kelahi ada campur tangan temannya," kata Pramono.
Kepolisian langsung turun tangan dengan melibatkan PPA Satreskrim Polres Tasikmalaya, Bhabinkamtibmas dan KPAID. Semua pihak dikumpulkan agar kejadian serupa tidak terulang.
"Kami koordinasi dengan PPA Satreskrim dan proses hukumnya kita koordinasi dengan PPA," kata Pramono.
Komisioner KPAID Kabupaten Tasikmalaya, Asep Nurjaeni menyatakan pihaknya langsung melakukan pembinaan. Para siswa yang terlibat dikumpulkan bersama orang tua dan pihak sekolah.
"Pagi ini dikumpulin semua orang tua dan kepsek juga kesiswaan, kami minimal bina dulu siswanya," kata Asep Nurjaeni.
Salah seorang siswa yang terlibat perkelahian tidak masuk sekolah. Akibat perkelahian ini, siswa tersebut mengalami lebam.
"Ada yang lebam juga. Satu siswa nggak sekolah sih. Cuma apakah sakit atau apa kami masih dalami," kata Asep Nurjaeni.
(sud/sud)
