Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Jawa Barat memastikan tidak akan menggelar peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day di Bandung pada 1 Mei 2026. Ribuan buruh justru akan bergerak ke Jakarta untuk mengikuti perayaan terpusat di kawasan Monas.
"Kita May Day semua di Jakarta, di Monas. Nggak ada kegiatan aksi di Bandung," kata Ketua DPD KSPSI Jawa Barat Roy Jinto saat dihubungi melalui sambungan telepon, Rabu (29/4/2026).
Roy mengungkapkan, massa dari Jawa Barat yang akan berangkat ke Jakarta diperkirakan mencapai puluhan ribu orang. Mereka akan bergabung dengan buruh dari berbagai daerah lain dalam satu perayaan besar berskala nasional.
"50 ribu dari KSPSI Jabar. Target perayaan di Monas itu untuk buruh sekitar 250 ribu. DKI, Jawa Barat, Bandung, Jawa Tengah dan Jawa Timur," ujarnya.
Menurut Roy, keputusan untuk tidak menggelar aksi di Bandung bukan tanpa alasan. Ia menyebut, peringatan May Day tahun ini kembali dipusatkan di Jakarta, seperti tahun sebelumnya, karena akan dihadiri langsung oleh Presiden Republik Indonesia.
"Karena kan nasional dan kebetulan May Day tahun ini sama dengan tahun lalu akan dihadiri oleh Presiden Republik Indoneisa, Pak Prabowo," tuturnya.
Momentum tersebut, kata Roy, akan dimanfaatkan buruh untuk menyampaikan aspirasi secara langsung kepada Presiden. Salah satu isu utama yang akan diangkat adalah terkait Undang-Undang Ketenagakerjaan yang baru.
"Sehingga dengan demikian tentu kita ingin menyampaikan melalui pidato secara langsung kepada Pak Presiden apa yang menjadi tuntutan dan aspirasi teman-teman buruh, khususnya mengenai Undang-Undang Ketenangan Kerjaan yang baru. Sebagaimana putusan MK kan paling lama 2 tahun tuh harus sudah dibuat, dan Oktober ini adalah batas akhir pemerintah untuk membuat Undang-Undang Ketenangan Kerjaan baru sebagaimana putusan MK," jelasnya.
"Nah dengan hadirnya Pak Presiden, tentu kita berharap Presiden bisa merespon nanti apa yang disampaikan oleh pimpinan-pimpinan buruh dalam perayaan May Day di Monas," tambahnya.
Roy menegaskan, pembahasan Undang-Undang Ketenagakerjaan menjadi fokus utama dalam peringatan Hari Buruh tahun ini. Ia berharap pemerintah dapat menuntaskan regulasi tersebut sebelum tenggat waktu yang telah ditentukan.
"Nah, kita memastikan bahwa pemerintah jangan sampai lebih daripada Oktober itu, Undang-Undang itu belum juga selesai gitu," ujarnya.
Lebih jauh, Roy juga menyampaikan harapan agar peringatan May Day menjadi momentum peningkatan kesejahteraan dan perlindungan bagi para pekerja di Indonesia.
"May Day ini momentum bagaimana di dua tahun pemerintahan, dua kali May Day pemerintahan Prabowo ingin peningkatan kesejahteraan buruh, perlindungan terhadap kaum buruh itu bisa terwujud gitu," tuturnya.
Ia menambahkan, bukan hanya KSPSI, sejumlah serikat buruh lain di Jawa Barat juga akan bergabung dalam perayaan di Jakarta. Hingga saat ini, tercatat puluhan konfederasi dan federasi buruh akan ikut serta dalam aksi tersebut.
"Informasi sampai hari ini 25 konfederasi dan puluhan federasi itu memang gabung di Monas," pungkasnya.
Simak Video "Video Bos Buruh Tegaskan Perayaan May Day di Monas Tak Pakai APBN"
(wip/dir)