Jalan Diponegoro Ditutup, Ini Skema Rekayasa Lalin di Sekitar Gedung Sate

Jalan Diponegoro Ditutup, Ini Skema Rekayasa Lalin di Sekitar Gedung Sate

Bima Bagaskara - detikJabar
Rabu, 29 Apr 2026 10:52 WIB
Jalan Diponegoro Bandung Ditutup Mulai 30 April.
Jalan Diponegoro Bandung Ditutup Mulai 30 April (Foto: Bima Bagaskara/detikJabar).
Bandung -

Jalan Diponegoro di depan Gedung Sate, Kota Bandung, akan ditutup sementara mulai 30 April 2026 hingga 7 Agustus 2026. Selama penutupan, skema rekayasa lalu lintas akan diberlakukan di kawasan tersebut.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung, Rasdian Setiadi, mengatakan rekayasa lalu lintas ini merupakan hasil koordinasi lintas instansi, mulai dari Dishub Jabar, Polda Jabar hingga Polrestabes Bandung.

"Hasil rapat yang dilakukan minggu lalu dengan Dishub Jabar, PU provinsi, Polda Jabar, Polrestabes, dan Biro Umum, memang ada rekayasa yang akan diberlakukan akhir bulan ini," ujar Rasdian saat dihubungi detikJabar, Rabu (29/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rasdian menjelaskan, pengendara dari arah Jalan Supratman yang biasanya melintasi Jalan Diponegoro kini harus berbelok ke kanan melewati Jalan Sentot Alibasyah.

ADVERTISEMENT

"Jadi rekayasanya kalau dari arah timur Jalan Supratman, karena nanti Jalan Diponegoro ditutup nanti belok kanan ke Jalan Sentot. Kalau mau ke arah Jalan Juanda belok kiri ke Jalan Pasupati," jelasnya.

Sementara itu, akses menuju Gedung Sate dan sekitarnya juga mengalami penyesuaian di Jalan Majapahit. Di ruas tersebut, sistem dua arah akan diberlakukan dari yang sebelumnya hanya satu arah.

"Nanti kalau mau ke Jalan Juanda lurus, kalau mau ke Gedung Sate belok kiri ke Jalan Majapahit. Jadi yang di Jalan Majapahit yang semula satu jalur jadi dua jalur," katanya.

Untuk kendaraan dari arah selatan, pengalihan dilakukan dengan memutar melalui jalur belakang Gedung Sate. "Untuk dari arah selatan nanti lewat Jalan Cilamaya mutar lewat belakang Gedung Sate," ujarnya.

Guna mengantisipasi kepadatan, pemerintah juga menyiapkan pelebaran jalan di sejumlah titik krusial, khususnya di Jalan Sentot Alibasyah dan Jalan Surapati.

"Antisipasi itu nanti Jalan Sentot sama Jalan Pasupati, dari provinsi sudah memberikan surat ke Kementerian PU dan Kementerian Perhubungan soal pelebaran jalan. Jadi jalan akan diperlebar. Jadi melebarkan ke kiri, jadi trotoarnya akan diambil sebagian untuk jalan," ungkap Rasdian.

Rekayasa ini direncanakan tidak hanya bersifat sementara. Seiring rencana penutupan permanen Jalan Diponegoro, perubahan arus lalu lintas tersebut akan berlaku jangka panjang. Pelebaran jalan ditargetkan mulai dikerjakan pada awal Mei.

"Iya (permanen). Kemarin disampaikan oleh konsultan yang membangun Gedung Sate itu," tegasnya.

"Kalau tidak salah minggu depan, awal Mei. Bisa dikonfirmasi ke Bina Marga ya itu," tambahnya.

Secara umum, skema rekayasa lalu lintas akan dibagi berdasarkan arah kedatangan kendaraan. Berikut rinciannya:

- Dari utara, arus diarahkan melalui Jalan Surapati dan Jalan Sentot Alibasyah, lalu menyebar ke Jalan Citarum, Cilaki, hingga Cimanuk.

- Dari timur, kendaraan dialihkan melalui Jalan Sulanjana dan pengaturan tertentu di sekitar Diponegoro.

- Dari barat dan selatan, pengalihan dilakukan melalui Jalan Majapahit, Cimandiri, dan Cimanuk.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Ada Reuni 212 di Monas, Simak Rekayasa Lalin Hari Ini"
[Gambas:Video 20detik]
(bba/mso)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads