Ada Pesan di Balik Persahabatan Caca dan Ular Koros

Ada Pesan di Balik Persahabatan Caca dan Ular Koros

Ikbal Selamet - detikJabar
Selasa, 28 Apr 2026 10:00 WIB
Meisa alias Caca bermain dengan ular.
Meisa alias Caca bermain dengan ular. (Foto: Dok. Jepi Kartiwa)
Cianjur -

Di balik aksi bersahabat dengan ular, ternyata Caca, siswa SD di Desa Cimaskara, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Cianjur juga membawa pesan mulia untuk mengedukasi masyarakat dan menekan stigma mistis terhadap ular.

Jepi Kartiwa, ayah Caca, mengatakan ular yang saat ini menjadi sahabat dari anaknya merupakan hasil evakuasi dari rumah-rumah warga.

"Zoro, ular King Koros yang menjadi kesayangan Caca itu hasil evakuasi. Jadi ada ular masuk rumah warga, kemudian saya evakuasi dan bawa ke rumah. Setelah jinak, dirawat Caca. Awalnya panjang King Koros itu 1,4 meter, sekarang setelah setahun dirawat panjangnya mencapai 2 meter lebih," kata dia, Senin (27/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia mengungkapkan jika masyarakat sekitar kerap mengaitkan ular berukuran besar dengan hal mistis. Bahkan tidak jarang ular yang ditemukan langsung dibunuh.

"Warga mempercayai jika ular yang besar seperti King Koros, ditambah warnanya hitam itu sebagai jelmaan makhluk halus. Jadi cenderung ke hal mistis. Makanya banyak yang langsung dibunuh," kata dia.

ADVERTISEMENT

Namun, dengan keberanian Caca, masyarakat sudah mulai memahami jika ular tak selalu berkaitan dengan hal mistis.

"Bahkan sekarang kalau ada ular masuk rumah langsung menghubungi saya untuk evakuasi. Tidak langsung dibunuh," kata dia.

Menurut dia, ular-ular hasil evakuasi akan dirawat sementara di rumahnya. Tetapi jika tidak kunjung makan atau mengalami stres, maka dia akan melepaskan ular tersebut kembali ke alam liar.

"Dilihat dulu ularnya apakah jadi jinak dan mau makan? Kalau iya maka akan dirawat oleh saya dan Caca. Tapi kalau stres, tidak mau makan lebih baik dikembalikan ke habitatnya yang jauh dari pemukiman agar tidak bertemu dengan manusia," kata dia.

Di sisi lain, dengan terbiasanya Caca dengan ular membuat ular yang dipegang menjadi sangat jinak. Bahkan untuk ular yang baru saja dievakuasi.

"Pernah dapat ular baru evakuasi dari rumah warga. Begitu dipegang sama Caca langsung nurut ularnya, jadi tenang. Mungkin karena sudah lama dengan ular, jadi bisa memahami karakter ular," kata dia.

Menurut dia, kecintaannya terhadap ular membuat anaknya bercita-cita menjadi pawang ular atau reptil lainnya setelah dewasa.

"Cita-citanya ingin jadi pawang ular, karena kan jarang perempuan jadi pawang ular. Makanya dari sekarang belajar jenis ular, bagaimana menangkap dan merawat ular, supaya tidak hanya modal berani tapi berpengetahuan juga," pungkasnya.

Sebelumnya, aksi seorang siswi SD di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat menghebohkan media sosial. Pasalnya dengan berani, bocah perempuan tersebut membawa seekor ular King Koros di dalam tasnya.

Dalam video yang viral di media sosial tampak siswi yang masih mengenakan seragam SD dengan ditemani bocah laki-laki ditemui seseorang yang menanyakan isi dari tasnya.

Sempat dikira berisi bekal, ternyata tas tersebut berisi ular. Tanpa rasa takut, ular tersebut dipegang dan diajak bermain oleh siswi asal Desa Cimaskara Kecamatan Cibinong itu.

(yum/yum)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads