Viral Siswi SD di Cianjur Bersahabat dengan Ular

Viral Siswi SD di Cianjur Bersahabat dengan Ular

Ikbal Selamet - detikJabar
Senin, 27 Apr 2026 15:27 WIB
Meisa alias Caca bermain dengan ular.
Meisa alias Caca bermain dengan ular. (Foto: Dok. Jepi Kartiwa)
Cianjur -

Aksi seorang siswi SD di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menghebohkan media sosial. Dengan berani, siswi tersebut membawa seekor ular King Koros di dalam tas sekolahnya.

Dalam video yang viral di media sosial, tampak siswi yang masih mengenakan seragam SD tersebut ditemani seorang bocah laki-laki. Ia ditemui seseorang yang menanyakan isi dari tasnya.

Sempat dikira berisi bekal, ternyata tas tersebut berisi ular. Tanpa rasa takut, siswi asal Desa Cimaskara, Kecamatan Cibinong itu memegang dan mengajak bermain ular tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bocah tersebut diketahui bernama Meisa Arifa Kartiwa yang baru berusia 8 tahun atau duduk di kelas 2 SD. Siswi yang akrab disapa Caca ini ternyata sejak kecil memang sudah menggemari reptil dan hewan lainnya.

Bahkan, ular King Koros sepanjang 2 meter dalam konten video yang viral itu hanya salah satu dari sekian banyak ular peliharaannya.

ADVERTISEMENT

"Dari sebelum sekolah memang suka main sama ular. Yang di video itu namanya Zoro ular King Koros. Tapi masih banyak yang lain di rumah," ujar Caca saat dihubungi, Senin (27/4/2026).

Dia mengaku tak takut dengan ular-ular peliharaannya tersebut. Meskipun berasal dari alam liar, rata-rata ular itu sudah dijinakkan oleh ayahnya.

"Nggak takut, kan sudah dibuat jinak sama ayah. Makanya sampai tidur juga sama Zoro atau ular yang lain," kata dia.

Meisa alias Caca bermain dengan ular.Meisa alias Caca bermain dengan ular. (Foto: Dok. Jepi Kartiwa)

Sementara itu, Jepi Kartiwa, ayah Caca, mengatakan anak keduanya tersebut memang sedari umur tiga tahun sudah menunjukkan ketertarikannya pada ular atau reptil lain.

"Saya kan memang dulu sering berkumpul dan belajar soal penanganan ular bersama konten kreator Sahabat Alam, terus Dede Inoen, dan lainnya. Makanya di rumah ada koleksi hasil rescue. Ternyata anak saya malah ikut merawat dan bermain sama ular-ular ini," tutur Jepi.

Bahkan, sejak masih balita, Caca kerap menangkap kalajengking dengan tangan kosong. "Awalnya malah yang ditangkap itu kalajengking. Kemudian baru main ular," katanya.

Jepi menyebut anaknya bahkan tidak bisa jauh dari ular-ular peliharaannya. Gadis itu sempat mogok makan ketika Zoro, ular kesayangannya, dipinjam oleh teman sang ayah.

"Pernah sekali saya coba sembunyiin ularnya, bilang dipinjam teman saya untuk ngonten. Langsung nangis saat pulang sekolah. Kemudian tidak mau makan sampai besoknya," jelas Jepi.

Namun, lanjut Jepi, Caca hanya diberi izin untuk memelihara serta bermain dengan beberapa jenis ular tak berbisa. Sedangkan untuk jenis ular kobra, ia melarang keras anaknya untuk memelihara.

"Saya sekaligus edukasi juga, mana saja ular yang berbisa atau bisanya mematikan. Itu jangankan dipelihara, ditangkap atau dimainkan tidak boleh karena berbahaya. Untungnya anak saya ini penurut, dan cepat pahamnya. Makanya hanya koleksi King Koros, sanca, serta ular tidak berbisa ataupun yang bisanya kategori ringan," ungkapnya.

Menurut Jepi, kecintaan terhadap reptil membuat anaknya bercita-cita menjadi pawang ular profesional saat dewasa kelak.

"Cita-citanya ingin jadi pawang ular, karena kan jarang perempuan jadi pawang ular. Makanya dari sekarang belajar jenis ular, bagaimana menangkap dan merawat ular, supaya tidak hanya modal berani tapi berpengetahuan juga," pungkasnya.

Halaman 2 dari 2
(orb/orb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads