Jabar Hari Ini: Cinta Segitiga Berdarah di Baleendah Bandung

Jabar Hari Ini: Cinta Segitiga Berdarah di Baleendah Bandung

Tim detikJabar - detikJabar
Senin, 27 Apr 2026 22:00 WIB
Ilustrasi garis polisi
Ilustrasi (Foto: NurPhoto via Getty Images/NurPhoto)
Bandung -

Berbagai peristiwa menarik terjadi di Jawa Barat hari ini Senin (27/4/2026) beberapa diantaranya memantik perhatian pembaca detikJabar. Soal guru di Indramayu yang diduga lecehkan puluhan siswa, cinta segitiga berdarah di Baleendah hingga ribuan guru honorer terjerat pinjol gegara tak digaji. Berikut ringkasan berita yang dihimpun dalam Jabar hari ini,

Guru di Indramayu Diduga Lecehkan Puluhan Siswa

Dugaan kasus kekerasan seksual yang terjadi di salah satu SMP di Kecamatan Anjatan, Kabupaten Indramayu, menghebohkan publik setelah mencuat di media sosial. Berdasarkan keterangan berbagai sumber, puluhan pelajar diduga menjadi korban. Jumlah pastinya masih dalam pendataan dan kemungkinan akan terus bertambah.

Peristiwa tersebut diduga melibatkan oknum guru yang juga pembina kegiatan ekstrakurikuler bela diri. Dugaan aksi pelecehan itu disebut terjadi dalam beberapa kesempatan di lokasi yang berbeda-beda selama kurun waktu sekitar satu tahun. Hingga kini, kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan intensif.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kasat Reskrim Polres Indramayu Muchamad Arwin Bachar menyampaikan laporan terkait kasus ini telah diterima dan ditindaklanjuti. Polisi telah mengamankan seorang terduga pelaku berinisial F, sementara terduga pelaku lainnya berinisial Y masih dalam pengejaran

"Saat ini proses penyelidikan terus berjalan, termasuk pemanggilan para saksi untuk pendalaman kasus," ujarnya kepada detikJabar, Senin (27/4/2026).

ADVERTISEMENT

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Indramayu Caridin menyatakan keprihatinannya atas kejadian tersebut. Ia memastikan pihaknya telah turun langsung ke sekolah bersama pengawas untuk melakukan penanganan awal.

Disdikbud, kata Caridin, memberikan pendampingan kepada para korban untuk memulihkan trauma, serta memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan kondusif. Selain itu, pihaknya akan memperketat pengawasan, khususnya pada kegiatan ekstrakurikuler.

Caridin menyebutkan pelaku telah diberhentikan oleh pihak sekolah sejak Maret 2026. Status pelaku diketahui sebagai tenaga non-ASN yang berada di bawah naungan yayasan.

"Jika terbukti bersalah, pelaku harus diproses sesuai hukum yang berlaku," ujar Caridin saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (27/4/2026).

Di sisi lain, Anggota DPRD Indramayu Edi Fauzi meminta penanganan serius terhadap kasus ini. Ia mengaku telah berkoordinasi dengan dinas terkait serta Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Indramayu untuk memastikan proses hukum berjalan transparan.

Saat dihubungi detikJabar pada Senin (27/4/2026) sore, Edi juga menekankan pentingnya pendampingan psikologis bagi para korban melalui trauma healing agar mereka dapat kembali beraktivitas secara normal.

"DPRD akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas, termasuk mendorong percepatan penangkapan terhadap pelaku yang masih buron," pungkasnya.

Cinta Segitiga Berdarah di Baleendah

Seorang pria berinisial HI tewas dalam peristiwa pembunuhan yang terjadi di Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung. Insiden berdarah tersebut diduga dipicu konflik cinta segitiga antara korban, pelaku, dan seorang perempuan berinisial LS.

Berdasarkan keterangan kepolisian, pelaku diketahui berinisial CS alias Gareng, yang merupakan mantan suami LS. Sementara itu, LS telah menikah kembali secara agama dengan korban HI sekitar dua bulan sebelum kejadian.

Peristiwa tragis itu terjadi di Kampung Lembur Tengah, Kelurahan Jelekong, Kecamatan Baleendah, pada Sabtu, 25 April 2026 sekitar pukul 15.30 WIB. Polisi bergerak cepat dan berhasil mengamankan pelaku pada hari yang sama.

"Iya kejadiannya Sabtu 25 April 2026 sekitar pukul 15.30 WIB. Pelaku inisial CS alias Gareng sudah kami amankan," ujar Kapolsek Baleendah AKP Hendri Noki, Senin (27/4/2026).

Kejadian bermula ketika pelaku mendatangi rumah kerabat LS di Kampung Bera, Kelurahan Jelekong, untuk mencari mantan istrinya. Saat itu, LS diketahui sedang bersama korban HI mengunjungi keluarganya di lokasi tersebut.

"Saat hendak pulang sekitar pukul 15.30 WIB, pelaku tiba-tiba datang dan memanggil korban. Ketika korban menghampiri, terjadi cekcok antara keduanya," jelas Hendri.

Situasi kemudian memanas. LS yang berada di lokasi mendengar korban berteriak kesakitan. Saat dihampiri, korban sudah dalam kondisi terluka parah di bagian perut dan mengeluarkan banyak darah. "Korban HI langsung meninggal dunia di TKP. Pelaku langsung melarikan diri melalui gang sempit di lokasi kejadian," katanya.

Usai kejadian, polisi langsung melakukan pengejaran terhadap pelaku. Dalam waktu kurang dari satu hari, pelaku berhasil ditangkap saat bersembunyi di wilayah Manggahang.

"Pada hari yang sama sekitar pukul 23.30 WIB, kami bisa mengamankan pelaku di wilayah Manggahang, saat hendak melarikan diri," ungkap Hendri.

Dalam penangkapan tersebut, petugas turut mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya satu bilah pisau dapur yang diduga digunakan untuk menusuk korban, serta pakaian yang dikenakan pelaku saat kejadian.

"Saat ini, pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka dan telah diamankan di Mapolsek Baleendah guna menjalani proses hukum lebih lanjut," bebernya.

Tak Digaji Ribuan Guru Honorer Bandung Terpaksa Pinjol - Ngojol

Ribuan guru honorer di Kota Bandung kini sedang dilanda gundah gulana. Sejak Januari 2026, 3.144 tenaga pendidik itu belum mendapat upah sebagaimana mestinya.

Kondisi itu juga lah yang dialami Muhamad Salman Nasir, guru pendidikan agama Islam (PAI) di SDN 093 Tunas Harapan Cijerah, Kota Bandung. Saat itu, dia bahkan harus meminjam uang ke kepala sekolahnya untuk bisa bertahan menjalani kehidupan.

Saat berbincang dengan detikJabar, Salman maupun rekan guru honorer yang lain saat ini sudah merasa lebih tenang. Sebab, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan telah menjanjikan gaji untuk para guru honorer bisa dirampungkan pekan ini dan mulai dicairkan pada Mei 2026.

"Kalau bilang butuh, ya pasti butuh banget. Cuma bedanya, kalau dari yang sebelumnya sama yang sekarang mah justru eh teman-teman sedikit lebih tenang. Karena sudah ada pernyataan resmi dari Pak Wali soal gaji honorer yang segera cair empat bulan," katanya, Senin (27/4/2026).

Saat gaji guru honorer tersendat, Salman beruntung karena pada akhir tahun 2025 mendapat honor tunjangan profesi guru (TPG) selama 3 bulan senilai Rp 6 juta. Tunjangan itu kemudian bisa menutupi biaya kehidupannya sehari-hari hingga Februari 2026.

Namun pada Maret lalu, kegundahan itu mulai datang. Sebab sejak Januari 2026, gaji guru honorer di Kota Bandung tidak bisa dicairkan langaran terkendala aturan, padahal anggaran senilai Rp 51 miliar yang telah disiapkan.

Kondisi makin menegangkan karena saat itu momen Bulan Ramadan menuju Hari Raya Idulfitri 2026. Salman pun kembali beruntung karena kepala sekolahnya datang sebagai pahlawan dengan menawarkan pinjaman uang.

"Pas bulan Maret, memang agak berat. Apalagi mau lebaran dan lain-lain, teman-teman itu menjerit. Tapi kalau saya akhirnya, kebetulan ibu kepala sekolahnya nawarin ke saya. Mau dana talang enggak? Alhamdulillah, ya udah. Saya pakai aja," ucap Salman.

Namun, kata Salman, banyak rekan guru honorer yang lain tak seberuntung dengan dirinya. Mereka bahkan banyak yang harus menjadi driver ojek online demi mendapat penghasilan untuk keluarganya.

"Kalau saya mah kan dapat pinjaman, kalau yang lain banyak kang yang ngojol. Banyak banget itu," ucapnya.

Salman membeberkan, guru honorer di Kota Bandung sebetulnya bisa mendapat penghasilan Rp 3,5 juta hingg Rp 4 juta per bulan. Penghasilan itu berasal dari gaji bulanan ditambah TPG yang biasanya kerap dibayarkan dalam kurun waktu tiga bulan sekali.

Kini, ia pun berharap gaji guru honorer bisa segera dicairkan. Di sisi lain, ada harapan besar bagi pemerintah ada revisi soal Undang-undang ASN yang tetap bisa memfasilitasi keberadaan guru honorer.

"Ya kalau harapan mah ya secepatnya cair lah. Kalau misalnya bisa besok, Alhamdulillah. Karena memang sudah ditunggu pisan ya Kang ya sama teman-teman juga," ujarnya.

KDM Ajak Pedagang Ciwidey-Pangalengan Beralih ke Kopi Lokal

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mendorong para penjual kopi di kawasan wisata Ciwidey dan Pangalengan untuk menjual kopi hasil produksi lokal, dibandingkan kopi kemasan sachet.

Menurut Dedi, wilayah Bandung memiliki potensi besar sebagai penghasil kopi berkualitas, namun belum sepenuhnya tercermin dalam konsumsi di daerahnya sendiri.

"Bandung itu penghasil kopi terbaik, tetapi orang yang meminum kopi khas Bandung belum benar-benar merasakannya. Maka di Ciwidey dan Pangalengan, terutama kios yang menjual kopi kemasan sachet, seharusnya menjual kopi tumbuk khas hutan Bandung," ujarnya di Kantor Bank Indonesia Jawa Barat, Jalan Braga, Kota Bandung, Senin (27 April 2026).

Dedi, yang akrab disapa KDM, sebelumnya juga sempat menyinggung rencana pembatasan penjualan kopi kemasan sachet dalam rapat paripurna Hari Ulang Tahun ke-385 Kabupaten Bandung di DPRD Kabupaten Bandung pada 20 April 2026.

Ia menilai, peralihan dari kopi kemasan ke kopi lokal dapat memberikan nilai tambah bagi identitas daerah sekaligus memperkuat ekonomi kerakyatan. "Jadi ada kekhasan," tegasnya.

Berdasarkan data Dinas Perkebunan Jawa Barat melalui Open Data Jawa Barat, produksi kopi arabika di Kabupaten Bandung pada 2024 mencapai 8.567 ton.

Kabupaten Bandung tercatat sebagai daerah dengan produksi kopi arabika tertinggi sejak 2017. Selain unggul dibandingkan wilayah lain di Jawa Barat, tren produksinya juga terus meningkat setiap tahun.

Pada 2017, produksi kopi arabika mencapai 5.277 ton, kemudian meningkat menjadi 6.634 ton pada 2018, 6.700 ton pada 2019, 7.526 ton pada 2020, 7.680 ton pada 2021, 8.183 ton pada 2022, 8.318 ton pada 2023, hingga 8.567 ton pada 2024.

Selain kopi, Dedi juga menyoroti potensi komoditas teh. Ia menyebut kawasan Ciwidey dan Pangalengan, termasuk Malabar, sebagai penghasil teh unggulan di Jawa Barat.

"Tehnya teh Ciwidey, teh Pangalengan, teh Malabar," ujarnya.
Ia menambahkan, penguatan identitas lokal melalui produk seperti kopi, teh, hingga kuliner tradisional dapat memberikan kesan mendalam bagi wisatawan.

"Hal itu akan membangun daya ingat. Ketika berkunjung ke sana, rasa kopi berbeda, aroma teh berbeda, termasuk saat menikmati kuliner seperti lotek," katanya.

Pengeroyokan Anggota TNI AD di Depok

Seorang anggota TNI AD berpangkat peltu dikeroyok di Stasiun Depok Baru, Jawa Barat, setelah menegur ibu yang kasar kepada anaknya. Korban ternyata bertugas di Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI.

"Bahwa benar terdapat salah satu personel TNI AD yang berdinas di Puskom Bela Negara Kemhan Kemhan menjadi korban tindak pengeroyokan di wilayah Depok pada 24 April 2026," kata Karo Infohan Setjen Kemhan Brigjen Rico Ricardo Sirait saat dihubungi, seperti dikutip detikJabar dari detikNews, Senin (27/4/2026).

Rico mengatakan kondisi korban sudah berangsur membaik. Rico meminta semua pihak menahan diri dan menjaga ketertiban. Pihaknya menyerahkan proses hukum kepada pihak kepolisian.

"Saat ini kondisi yang bersangkutan sudah dalam keadaan stabil dan membaik serta telah kembali ke rumah setelah mendapatkan penanganan medis," ujarnya.

"Kami menyerahkan sepenuhnya proses penanganan hukum kepada aparat penegak hukum, dalam hal ini Polres Metro Depok, dan mendukung langkah penegakan hukum yang profesional, objektif, dan transparan," imbuhnya.

Peristiwa itu terjadi pada Jumat (24/4), pukul 19.00 WIB, di Stasiun Depok Baru. Saat itu korban menegur seorang ibu yang kasar terhadap anaknya.

"(Korban) negur ibu kasar ke anaknya," Kasi Humas Polres Metro Depok AKP Made Budi saat dihubungi wartawan, Minggu (26/4).

Namun sikap dari anggota TNI itu tak diterima. Suami ibu tersebut mengajak teman-temannya untuk turut mengeroyok.
"Suaminya ibu itu nggak terima seperti itu, lalu dengan teman-temannya mengeroyok," jelasnya.

Lalu polisi bergerak menyelidiki kasus pengeroyokan tersebut. Dua pelaku penganiayaan saat ini sudah ditangkap, termasuk suami dari ibu yang ditegur.

"Sampai dengan saat ini itu kan dari hasil lidik dan CCTV itu diduga pelaku yang aktif melakukan pemukulan itu 3 orang. Tapi yang kita amankan sudah 2 orang. Kalau berkembang atau besok mudah-mudahan bisa tertangkap pelaku semuanya," kata Made.

Halaman 2 dari 2
(sya/iqk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads