Wacana pemekaran wilayah kembali menguat. Kali ini datang dari Sukabumi Utara yang disebut sudah 'siap lahir' dan tinggal menunggu lampu hijau dari Pemerintah Pusat.
Komisi I DPRD Jawa Barat memastikan seluruh persyaratan administrasi pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Kabupaten Sukabumi Utara (KSU) telah rampung.
Artinya, bola kini sepenuhnya berada di tangan Pemerintah Pusat, terutama terkait kebijakan moratorium pemekaran daerah yang masih berlaku.
Anggota Komisi I DPRD Jabar, Yusuf Ridwan, menegaskan Pemerintah Kabupaten Sukabumi sudah menyiapkan langkah, termasuk skema pembiayaan awal untuk menopang operasional daerah baru tersebut.
"Kabupaten Sukabumi Sudah jauh-jauh hari siap. Tugas kita sekarang adalah mendorong ke pusat terkait (pencabutan) moratorium," ujar Yusuf, Jumat (24/4/2026).
Menurutnya, seluruh aspek teknis dan administratif telah dipenuhi. Tidak ada lagi pekerjaan rumah di tingkat daerah. Yang tersisa hanyalah keputusan politik di level nasional.
Untuk itu, DPRD Jabar tak ingin bersikap pasif. Dalam waktu dekat, Komisi I berencana mendatangi Komisi II DPR RI guna mempertanyakan kejelasan status moratorium pemekaran daerah.
"Aturan sudah selesai semua. Sekarang tinggal bagaimana respon pusat. Kami akan pertanyakan apakah moratorium masih ditutup atau sudah bisa dibuka," kata Yusuf.
Dorongan pemekaran ini bukan tanpa alasan. Sukabumi yang memiliki wilayah sangat luas dinilai membutuhkan pembagian administratif agar pelayanan publik lebih dekat dan pembangunan lebih merata.
Yusuf pun meminta masyarakat ikut mengawal proses ini. Ia menilai, tekanan dan dukungan publik bisa menjadi faktor penting dalam mempercepat keputusan di tingkat pusat.
"Iya, meski sekarang pemerintah tengah melakukan efisiensi anggaran, kami bersama pak Sekda Kabupaten Sukabumi sudah sepakat, bahwa pemekaran tetap menjadi prioritas strategis demi pemerataan pembangunan dan efektivitas birokrasi di wilayah Kabupaten Sukabumi yang sangat luas," pungkasnya.
Simak Video "Video: WN China Diserang Gerombolan Bermotor Pengguna Narkoba di Bandung"
(bba/mso)