ITB Pastikan Pelaksanaan UTBK-SNBT 2026 Bebas dari Praktik Kecurangan

ITB Pastikan Pelaksanaan UTBK-SNBT 2026 Bebas dari Praktik Kecurangan

Wisma Putra - detikJabar
Jumat, 24 Apr 2026 16:30 WIB
UTBK SNBT di Universitas Negeri Jakarta pada Kamis (23/4/2026) berlangsung kondusif dan tertib. Peserta mengikuti ujian sesuai prosedur dengan pengawasan petugas.
Ilustrasi UTBK (Foto: Muhammad Firman Maulana/detikfoto).
Bandung -

Institut Teknologi Bandung (ITB) memastikan penyelenggaraan Ujian Tulis Berbasis Komputer-Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) 2026, hingga pelaksanaan hari ketiga pada Kamis (23/4/2026), berlangsung dengan aman, lancar, tertib, dan kondusif.

Koordinator Pelaksana Pusat UTBK Institut Teknologi Bandung Achmad Rochliadi mengatakan, berdasarkan pemantauan dan laporan dari tim pengawas di lapangan, hingga saat ini ITB tidak menemukan adanya indikasi kecurangan dalam bentuk apa pun.

Seluruh peserta ujian mengikuti prosedur dengan integritas yang tinggi. Tidak ditemukan adanya praktik perjokian, penggunaan alat komunikasi terlarang, penggunaan kamera tersembunyi, maupun bentuk pelanggaran prosedur operasional standar lainnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami bersyukur pelaksanaan UTBK-SNBT 2026 di ITB hingga hari ketiga berjalan lancar dan kondusif. Seluruh peserta mengikuti ujian dengan tertib, sementara panitia dan pengawas menjalankan tugas sesuai prosedur untuk memastikan ujian berlangsung jujur, aman, dan adil. Kami mengapresiasi para peserta yang telah menunjukkan integritas selama mengikuti ujian," kata Achmad dalam keterangan tertulis yang diterima detikJabar, Jumat (24/4/2026).

ADVERTISEMENT

ITB berkomitmen penuh untuk menjaga marwah dan integritas akademik dalam setiap tahapan seleksi. Untuk mengantisipasi segala bentuk kecurangan, ITB telah menjalankan protokol pengawasan berlapis yang telah ditentukan oleh Panitia Pusat selama pelaksanaan UTBK.

"Pemeriksaan keamanan, seluruh peserta wajib melalui pemeriksaan menggunakan metal detector sebelum memasuki ruang ujian untuk memastikan tidak ada perangkat elektronik, kamera, maupun alat komunikasi yang dibawa masuk ke area ujian," ungkapnya.

ITB juga melakukan verifikasi identitas. Proses verifikasi data diri peserta dilakukan secara ketat untuk memastikan kesesuaian antara kartu peserta, identitas diri, dan profil wajah.

"Lalu pengawasan aktif, setiap ruang ujian diawasi oleh pengawas yang bertugas memantau pergerakan peserta selama ujian berlangsung," ujarnya.

ITB menegaskan bahwa setiap bentuk kecurangan, sekecil apa pun, akan ditindak secara tegas. Sesuai dengan peraturan yang berlaku dari Panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru Indonesia 2026, konsekuensi bagi peserta yang terbukti melakukan kecurangan akan diberikan sanksi oleh Panitia Pusat.

"Saksinya di antaranya diskualifikasi instan, peserta akan langsung diberhentikan dari ujian. Seluruh jawaban atau hasil tes yang telah dikerjakan akan dianggap tidaksah (dibatalkan)," tuturnya.

Selain itu, panitia akan melakukan pembatalan kelulusan bagi peserta yang kedapatan melakukan kecurangan. Meskipun telah melewati tahap ujian, status kelulusannya akan dibatalkan secara sepihak oleh panitia pusat.

"Peserta yang melakukan kecurangan juga bisa diblacklist atau masuk daftar hitam jika menggunakan joki akan dimasukkan ke daftar hitam seluruh Perguruan Tinggi Negeri, dan dilarang mengikuti jalur mandiri di seluruh Indonesia dan tuntutan hukum atau proses pidana," jelasnya.

Peserta akan dibawa ke ranah pidana jika melakukan praktik perjokian, yakni melibatkan orang lain untuk menggantikan posisi peserta. Tindakan tegas juga berlaku bagi pencurian data atau soal yang merupakan tindakan ilegal membocorkan atau menyebarkan materi ujian, serta perusakan sistem yang merupakan tindakan peretasan atau sabotase perangkat ujian.

"ITB mengimbau kepada seluruh peserta untuk tetap percaya pada kemampuan diri sendiri dan tidak tergiur oleh tawaran pihak-pihak tidak bertanggung jawab yang menjanjikan kelulusan dengan cara instan. Kami akan terus berkomitmen memberikan lingkungan ujian yang adil dan transparan bagi seluruh peserta," pungkasnya.



(wip/mso)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads