Langit di Kampung Karyawangi, Desa Jayawangi, Kecamatan Salopa, Kabupaten Tasikmalaya, tampak mendung pada Kamis (24/4/2026). Angin berembus cukup kencang, menandakan hujan akan segera turun.
Di tengah kondisi cuaca yang kurang bersahabat itu, sejumlah pekerja tetap beraktivitas membangun gudang penyimpanan material untuk Koperasi Merah Putih.
Namun, suasana mendadak berubah mencekam saat sambaran petir tiba-tiba menyambar lokasi. Lima orang pekerja yang tengah berada di area tersebut langsung terjatuh tak lama setelah kejadian.
Kapolsek Salopa AKP Kadarusman membenarkan peristiwa tersebut. Ia menjelaskan, insiden terjadi ketika para pekerja sedang membuat saung atau gudang penyimpanan material dalam kondisi cuaca mendung.
"Kelima korban tersambar petir saat bekerja membuat saung atau gudang penyimpanan material buat pembangunan Koperasi Merah Putih. Saat itu cuaca mendung, kemudian tiba-tiba petir menyambar lokasi," ujar AKP Kadarusman.
Adapun kelima korban yakni Dadan Hidayat (41), Jaja Zakaria (46), Ujang Misbah (42), Mastur (59) dan Omay Surahman (50). Seluruhnya merupakan warga Desa Karyawangi, Kecamatan Salopa.
Setelah kejadian, para korban segera dilarikan ke Rumah Sakit Islam Kota Tasikmalaya untuk mendapatkan penanganan medis. Dari hasil pemeriksaan, empat orang korban Jaja Zakaria, Ujang Misbah, Mastur, dan Omay Surahman diperbolehkan pulang karena hanya mengalami luka ringan.
Sementara itu, satu korban lainnya, Dadan Hidayat, masih harus menjalani perawatan intensif. Ia diketahui mengalami luka berupa garis hitam melingkar di bagian leher, yang diduga merupakan dampak sambaran petir.
"Satu dirawat ada bekas melingkar di leher kemungkinan dampak sambaran petir," kata Kadarusman.
Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara, polisi menemukan sejumlah faktor yang diduga meningkatkan risiko insiden tersebut. Lokasi pembangunan berada di area terbuka tanpa pelindung, serta terdapat tumpukan material besi di sekitar lokasi yang berpotensi menjadi penghantar listrik saat terjadi petir.
"Lokasi pembangunan saung berada di area terbuka tanpa pelindung, serta terdapat tumpukan besi di sekitar lokasi yang berpotensi menjadi penghantar listrik saat terjadi petir," kata Kadarusman.
Pihak kepolisian pun mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, terutama saat beraktivitas di ruang terbuka atau di sekitar material berbahan logam, guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.
Simak Video "Melakukan Cliff Jumping di Curug Panoong untuk Sensasi Adrenalin di Tasikmalaya "
(dir/dir)