Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyoroti kinerja petugas penyapu jalan di Kota Bandung yang dinilai belum optimal. Meski jumlah petugasnya mencapai ribuan orang, kondisi kebersihan kota dianggap belum menunjukkan perubahan signifikan.
Saat itu, Dedi Mulyadi bahkan secara terbuka mempertanyakan efektivitas kerja para petugas tersebut. Menurutnya, dengan jumlah yang mencapai 1.500 orang, seharusnya wajah Kota Bandung sudah jauh lebih bersih dan tertata.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan pun merespons hal itu. Dari hasil evaluasi, ia tak menampik selama ini kinerja para petugas penyapu jalan di wilayahnya belum berlangsung dengan optimal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat berbincang dengan wartawan di Balai Kota Bandung, Farhan mengakui kinerja para penyapu jalan masih jauh dari harapan. Salah satu contohnya, mereka kerap datang terlambat saat ditugaskan sesuai dengan jam kerjanya masing-masing.
"Jadi pas libur Nataru saya sudah meminta. Ini saya ngelihat kok tukang sapu enggak efektif ya. (Misalnya) Saya minta jam 4 pagi mulai, tapi ternyata setelah kita coba dorong berbagai macam, ketahuan, ternyata memang kontrolnya enggak pakai digital. Beda dengan Gaslah yang sudah sangat digital," kata Farhan, Kamis (23/4/2026).
"Nah, jadi kontrolnya masih manual. Jadi banyak yang telat, rumah jauh, segala macam. Memang efektivitasnya rendah ya. Ketika saya minta datang jam 4 pagi, datangna tidak jam 4. Harusnya jam 6 tuh harus sudah bersih, masih banyak yang yang belum bersih," ungkapnya menambahkan.
Masalah ini kemudian, sempat menjadi bahan diskusi antara Farhan dengan Dedi Mulyadi beberapa waktu yang lalu. Solusinya kemudian, Farhan menggelar agenda 'Sasapu Bandung' di 46 titik secara serentak pada 19 April 2026.
"Jadi akhirnya, pas Pak KDM ulang tahun, saya kesana. Saya konsultasi berdua dengan Pak KDM, dalam sekali. Saat yang dibahas beliau nanya, "Eta anu sasapu kumaha?" Ceuk saya teh, "Pak, punteun Pak, ini tukang sapu saya teh tidak efektif. Karena kumpul gitu". Nah, sok atuh dibereskeun ceuk KDM teh. Maka saya kemudian harus menemukan evidence dulu," tuturnya.
"Maka pada tanggal 19 April 2026 kemarin kan kita meluncurkan sebuah program percobaan Sasapu Bandung. Semua Camat Lurah turun di 46 titik. Saya ningali, oh ternyata benar. Memang efektivitasnya rendah. Makanya kita akan kolaborasi dengan provinsi."
"Nanti provinsi akan menurunkan pasukan sapu-sapu juga ya, dalam dua shift kita akan membantu dalam satu shift yang ketiga. Sedangkan daerah lain tetap tiga shift menggunakan tenaga dari pemerintah kota," pungkasnya.
Simak Video "Video: Dijanjikan Kompensasi oleh KDM, Puluhan Kios Liar Jalur Puncak Dirobohkan"
[Gambas:Video 20detik] (ral/mso)
