Wali Kota Bandung Muhammad Farhan merespons soal 3.144 guru honorer yang belum gajian. Ia berjanji akan segera menyelesaikan masalah tersebut dalam pekan ini.
Mulanya, Farhan meminta maaf jika ribuan guru honorer belum mendapat gaji sejak Januari 2026. Ia menyatakan, anggaran untuk gaji para guru honorer itu sudah ada, namun belum bisa dicairkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya teh agak berat ngomongnya, ya. Anggarannya mah ada, tapi pencairannya itu memang kita harus menunggu persetujuan banyak pihak. Sehingga memang kami harus melakukan pengadministrasian dan dasar-dasar hukum yang baik," katanya di Balai Kota Bandung, Kamis (23/4/2026).
"Karena bagaimanapun juga kita harus melakukan pengelolaan keuangan yang baik. Jadi, saya mohon maaf sekali ada keterlambatan untuk honorer," ungkapnya menambahkan.
Farhan memastikan nasib gaji untuk guru honorer bisa diselesaikan pada pekan ini. Sebab, Pemkot Bandung telah menyiapkan anggaran senilai Rp 51 miliar untuk para tenaga pendidik seperti guru, guru tutor dan guru PAUD.
"Kita sudah dapat apa titik terang. Mudah-mudahan minggu ini surat rekomendasi sudah keluar, saya bisa langsung membuat kepwalnya dan langsung cair," ujarnya.
Farhan menjadi anggaran untuk guru honorer sudah disediakan. Begitu aturannya telah disahkan, anggaran tersebut bisa dicairkan untuk kebutuhan gaji ribuan guru honorer di Kota Bandung.
"Itu kita lagi nunggu persetujuan dulu dari Kementerian Keuangan, begitu Kementerian Keuangan setuju, cair. Targetnya harus minggu ini ya, kelamaan udah 4 bulan nunggu soalnya. Kasihan, hampura pisannya itunya," pungkasnya.
Simak Video "Video: PGRI Ungkap Cuma 11% Anak Muda yang Berminat Jadi Guru"
[Gambas:Video 20detik]
(ral/mso)
