Pakar ITB Dorong KDM Turun Tangan Atasi Macet Cileunyi-Cibiru

Pakar ITB Dorong KDM Turun Tangan Atasi Macet Cileunyi-Cibiru

Wisma Putra - detikJabar
Kamis, 23 Apr 2026 12:03 WIB
Suasana arus balik di Jalan Cileunyi-Cibiru.
Suasana di Jalan Cileunyi-Cibiru. (Foto: Wisma Putra/detikJabar)
Bandung -

Macet menjadi pemandangan sehari-hari di Jalan Cileunyi-Cibiru. Ruas jalan nasional ini kerap mengalami kemacetan pada pagi, sore, hingga malam hari. Kemacetan di jalan ini terjadi akibat volume kendaraan yang meningkat dan mobilitas masyarakat yang beraktivitas di kawasan tersebut cukup padat, terutama pada jam-jam sibuk.

Belum ada solusi konkret untuk menangani kemacetan di ruas jalan penghubung Kabupaten Bandung menuju Kota Bandung itu. Lalu, seperti apa tanggapan Pakar Transportasi Institut Teknologi Bandung (ITB) Sony Sulaksono?

Sony mengatakan, kemacetan yang terjadi di ruas jalan tersebut sudah berlangsung sejak lama. Menurutnya, tipikal kemacetan di Kota Bandung memang kerap mencapai puncaknya di daerah perbatasan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau di Timur itu di Cibiru, kalau di Selatan itu adalah sekitar Soekarno Hatta, di daerah pintu-pintu tolnya, di barat itu di Cimahi, utara di Lembang. Itu memang hal yang memang harus diperhatikan," kata Sony kepada detikJabar, Kamis (23/4/2026).

ADVERTISEMENT

Sony menyebutkan, wacana pembangunan underpass di kawasan Cibiru sebenarnya sudah ada sejak lama, namun hingga saat ini rencana tersebut belum juga terlaksana.

"Sebagai alternatif dari flyover, karena bentuk tanahnya itu memang lebih cocok dibuat terowongan. Tapi kan saya nggak tahu nih (alasan belum terlaksana), dari pemerintah dulu kan itu jalan nasional. Setidaknya ada penelitian waktu itu oleh PU akan dibangun underpass di Cibiru dan kalau nggak salah juga itu di RT RW juga sudah ada Persimpangan Cibiru. Tapi karena memang dari PU sendiri kan sudah tidak ada pendanaan lagi ya, karena ada efisiensi segala macem, jadi mungkin agak pending gitu," ungkapnya.

Apakah Pemerintah Provinsi Jawa Barat, khususnya Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, bisa turun tangan untuk merealisasikan pembangunan ini? Sony menilai hal itu memungkinkan, asal KDM-sapaan karib Dedi Mulyadi-diberi keleluasaan oleh pemerintah pusat karena status jalan tersebut merupakan jalan nasional.

"Makanya kalau kemarin ada usulan dari KDM akan mengambil perbaikan jalan-jalan di Pantura yang rusak-rusak, itu mungkin juga bisa diarahkan gitu. Kalau memang wacananya dari Pemerintah Jawa Barat akan mengambil pemeliharaan jalan-jalan nasional yang ada di Jawa Barat, saya kira mungkin bisa diarahkan salah satunya adalah untuk membuat underpass Cibiru itu," ungkapnya.

Pembangunan underpass, flyover, bahkan pelebaran jalan bisa dilakukan asalkan pemerintah serius turun tangan. Terkait pelebaran jalan, Sony menilai masalah utamanya bukan pada jalan yang sempit, melainkan adanya pertemuan dua arus lalu lintas di kawasan Cibiru, yakni dari arah Jalan Surapati-AH Nasution dan arah Soekarno-Hatta.

"Sebenarnya kan kemacetan itu lebih banyak disebabkan karena pertemuan dua jalan nasional, satu yang Soekarno-Hatta, satu lagi yang Surapati lurus itu. Nah ini yang sebenarnya masalahnya di situ, bukan masalah lebar jalan gitu. Kalaupun nanti akan dibangun flyover atau underpass, pasti akan ada pelebaran di sekitar kawasan simpang tersebut," ujarnya.

Belum lagi beban kendaraan yang datang dari arah Cileunyi. Arus kendaraan dari arah Sumedang dan Garut bertemu di Cileunyi, sehingga memicu kemacetan panjang hingga ke wilayah Cibiru.

"Jadi sebenarnya empat pertemuan besar ini itu harus salah satu dipisah istilahnya. Dipindahkan ke entah itu jadi flyover, entah itu menjadi underpass," tuturnya.

Sony mengisahkan bahwa pembuatan Flyover Kopo memerlukan kajian yang cukup lama. Apalagi selain Kopo, pembangunan infrastruktur serupa awalnya direncanakan di Muhammad Toha dan Samsat Soekarno-Hatta. Namun, hanya proyek Kopo yang terealisasi karena dua titik lainnya terkendala pembebasan lahan.

Begitu pun saat disinggung mengenai urgensi penyatuan kawasan Gedung Sate dan Gasibu yang dilakukan Pemprov Jabar, Sony meyakini KDM juga bisa membangun Flyover Cileunyi-Cibiru.

"Kan kemarin itu beberapa kali ada statement dari KDM, banyak jalan nasional yang di Pantura itu rusak terus. Kemudian KDM pernah mengusulkan, ya sudah semua jalan nasional akan diambil alih, diperbaiki, dirawat, dipelihara oleh Jawa Barat. Karena Jawa Barat merasa bisa mengerjakan. Artinya kan rencana-rencana KDM untuk memelihara jalan-jalan nasional, ya ada berarti uangnya. Nah mungkin salah satu bisa memperbaiki Cibiru ini. Jadi sebenarnya kalau memang ada niatan dari KDM Jawa Barat, untuk membantu pemeliharaan dan pembangunan jalan nasional yang ada di Jawa Barat, saya kira Cibiru akan menjadi prioritas pembangunan flyover ini, biar tidak macet terus," tuturnya.

"Kita dorong aja Gubernur Jawa Baratnya gitu. Apalagi dia kan punya uang untuk membuat, menyatukan Gedung Sate dengan Gasibu misalnya. Artinya kan pendanaan dari Jawa Barat masih memungkinkan seperti itu. Tinggal dilakukan koordinasi antara Jawa Barat dengan pusat, serta dengan pembangunan baik itu terowongan atau flyover di Cibiru itu," terangnya.

Sony menilai memang harus ada langkah signifikan yang dilakukan oleh KDM untuk warga Jawa Barat, khususnya di Bandung Raya, berupa pembangunan infrastruktur fisik yang memang mendesak dibutuhkan masyarakat.

"Kalau Gasibu itu kan sebenarnya ya oke lah jadi ikon wisata, tapi kan yang diurgensikan sebenarnya Cibiru kan, ini dari tahun 2010 kan udah bermasalah ini sebenarnya," pungkasnya.

(iqk/iqk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads