Jenuh Kemacetan, Warga Bandung Ingin Ada Flyover Cileunyi-Cibiru

Jenuh Kemacetan, Warga Bandung Ingin Ada Flyover Cileunyi-Cibiru

Wisma Putra - detikJabar
Selasa, 21 Apr 2026 12:00 WIB
Penampakan kepadatan lalu lintas di Jalan Cileunyo, Kabupaten Bandung.
Penampakan kepadatan lalu lintas di Jalan Cileunyo, Kabupaten Bandung. (Foto: Wisma Putra/detikJabar)
Bandung -

Padat. Itulah gambaran lalu lintas di Jalan Raya Cileunyi yang mengarah ke Kota Bandung pada pagi hari. Sepeda motor hingga mobil yang melintas harus bersabar menghadapi tingginya mobilitas masyarakat setiap hari.

Kepadatan arus lalu lintas tidak hanya disebabkan oleh meningkatnya jumlah kendaraan, tetapi juga banyaknya kendaraan yang keluar-masuk kawasan permukiman. Kondisi ini menyebabkan pelambatan karena pengendara harus bergantian menunggu antrean.

Jalan tersebut tidak hanya digunakan oleh warga Bandung, tetapi juga menjadi akses utama bagi masyarakat dari Tasikmalaya, Garut, Cirebon, hingga Sumedang menuju Kota Kembang. Arus kendaraan semakin padat dengan banyaknya bus dan angkutan umum jenis elf yang melintas di luar trayek angkutan kota reguler.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Harapan akan akses jalan yang lebih lancar terus disuarakan para pengendara. Salah satu solusi yang diinginkan adalah pembangunan flyover di jalur Cileunyi-Cibiru untuk mengurangi kepadatan.

"Saya ingin ada flyover supaya tidak terus terjebak kemacetan," ujar Marwan (37), Selasa (21/4/2026).

ADVERTISEMENT

Marwan menilai, keberadaan flyover di Kota Bandung terbukti mampu mengurai kemacetan. Ia berharap infrastruktur serupa juga dibangun di wilayah Cileunyi-Cibiru.

"Di Kota Bandung sudah banyak flyover dan cukup membantu. Di Kabupaten Bandung belum ada. Mudah-mudahan bisa dibangun di Cileunyi karena jalur ini sangat krusial. Selain pagi, sore hari juga sering macet," katanya.

Ia menambahkan, jalur tersebut merupakan penghubung antarwilayah di Jawa Barat, terutama saat arus mudik yang membuat kepadatan semakin meningkat.

Keluhan serupa disampaikan Deden (26), pengemudi ojek daring. Ia mengaku sering menghindari pesanan ke arah Cibiru karena kemacetan yang kerap terjadi.

"Paling malas dapat pesanan ke Cibiru. Kemacetannya cukup parah. Biasanya dipicu kendaraan yang keluar-masuk, seperti dari arah UPI Cibiru, Ciguruwik, dan Cibiru Hilir," ujarnya.

Menurutnya, aktivitas keluar-masuk kendaraan di sejumlah titik, seperti Griya Cinunuk dan Borma, turut memperlambat arus lalu lintas.

"Kalau ada flyover, pengendara yang menuju Cibiru bisa lebih lancar tanpa terjebak macet. Semoga harapan ini bisa didengar pemerintah," tutupnya.

(wip/yum)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads