Sampah Kayu dan Bambu Menumpuk di Pantai Timur Pangandaran

Sampah Kayu dan Bambu Menumpuk di Pantai Timur Pangandaran

Aldi Nur Fadillah - detikJabar
Selasa, 21 Apr 2026 17:21 WIB
Kondisi sampah pantai timur Pangandaran saat ini, setelah pembersihan masih terus berdatangan kayu bambu, Selasa (21/4/2026).
Kondisi sampah pantai timur Pangandaran saat ini, setelah pembersihan masih terus berdatangan kayu bambu, Selasa (21/4/2026). (Foto: Aldi Nur Fadillah/detikJabar)
Pangandaran -

Suasana tak biasa menyelimuti Pantai Timur Pangandaran, Jawa Barat. Tumpukan sampah alam berupa kayu dan bambu tampak menumpuk dan meluas di sepanjang pesisir. Sampah tersebut diketahui berasal dari aliran Sungai Citanduy.

Sampah kiriman yang tersapu gelombang itu meluas hingga berserakan di bibir pantai. Kondisi ini memaksa petugas Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Pangandaran bekerja ekstra untuk membersihkan tumpukan material tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pantauan detikJabar pada Selasa (21/4/2026) pagi pukul 09.00 WIB, tumpukan sampah paling banyak terlihat di samping Cagar Alam Pangandaran. Titik tersebut merupakan area yang kerap digunakan wisatawan untuk berenang.

Seorang warga, Agus Kusnanto, menyebutkan bahwa sampah kayu dan bambu itu berasal dari hulu Sungai Citanduy. "Jadinya kalau dikasih rob (air pasang) pasti kebawa ke Pantai Pangandaran khususnya wilayah timur," ucap Agus kepada detikJabar.

ADVERTISEMENT

Menurutnya, saat gelombang tinggi, tumpukan kayu dan bambu dikhawatirkan dapat merusak jaring nelayan jika tersangkut. "Apalagi Pantai Timur ini menjadi pusat water sport, bahaya juga untuk wisatawan," katanya.

Meski demikian, kata dia, fenomena sampah kiriman itu terjadi dalam beberapa momen tertentu, terutama saat angin kencang atau gelombang tinggi. "Kalau hari-hari biasa ada cuman tidak sebanyak hari ini," ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Dani, salah satu pelaku wisata water sport dan banana boat mengatakan, sampah kiriman sudah mulai terlihat sejak pekan lalu.

Dani menambahkan, keberadaan sampah tersebut sangat mengganggu para pelaku usaha wahana water sport di Pantai Timur. Ia bersama rekan-rekannya kerap turun tangan membantu membersihkan sampah tersebut.

"Karena sampah kiriman sangat mengganggu wahana water spot dan dapat membahayakan pengunjung," ujar Dani.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Pangandaran, Irwansyah, mengatakan Pantai Pangandaran memang sudah menjadi langganan sampah kiriman setiap memasuki musim penghujan.

Ia menjelaskan, sampah tersebut terbawa arus Sungai Citanduy hingga akhirnya terdampar di pesisir pantai yang ada di Pangandaran. "Sudah menjadi langganan, setiap musim penghujan sepanjang pesisir pantai di wilayah Kabupaten Pangandaran diserbu oleh sampah kiriman," ucapnya.

Ia menambahkan, volume sampah kiriman yang dibersihkan dan diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) bisa mencapai sekitar 36 meter kubik per hari. Jumlah itu di luar sampah yang diangkut dari kawasan objek wisata maupun permukiman warga.

"Biasanya, kita hanya mengangkut sampah dari kawasan objek wisata itu paling sekitar enam kubik, tapi dengan adanya sampah kiriman bisa mencapai puluhan kubik per harinya. Itu tergantung banyak tidaknya sampah yang berserakan di pinggir pantai," ujarnya.

Ia menyampaikan bahwa untuk saat ini pesisir Pantai Barat Pangandaran terpantau masih aman dan tidak terdampak oleh sampah kiriman tersebut. "Kali ini sampah kiriman cuma ada di Pantai Timur saja, sementara di Pantai Barat tidak terdampak," ujar Irwansyah.

(iqk/iqk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads