Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) kembali meningkat setelah pasukan Iran melancarkan serangan drone terhadap sejumlah kapal AS di perairan Teluk Oman, Minggu (19/4) waktu setempat. Serangan ini terjadi tak lama setelah kapal perang AS menembaki dan menyita kapal kargo berbendera Iran.
Serangan drone tersebut, seperti dilaporkan Anadolu Agency dan TRT World pada Senin (20/4/2026), menjadi bentuk pembalasan Teheran atas tindakan Washington yang mencegat kapal kargo tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kantor berita Iran, Tasnim News Agency, melaporkan bahwa drone-drone Iran diluncurkan setelah pasukan AS menaiki kapal kontainer TOUSKA di perairan Teluk Oman. Tasnim tidak merinci apakah target serangan tersebut merupakan kapal militer atau kapal komersial. Sebelumnya, Iran telah mengonfirmasi penyitaan kapal kargo berbenderanya oleh pasukan AS. Teheran juga memperingatkan akan melakukan balasan "segera" atas tindakan tersebut.
Pemerintah Iran menyebut langkah Washington sebagai pelanggaran terhadap gencatan senjata selama dua minggu. Gencatan senjata itu dimediasi Pakistan dan mulai berlaku sejak 7 April.
Laporan dari Fars News Agency menyebutkan bahwa Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya, komando militer pusat Iran, menuduh pasukan AS menargetkan kapal kontainer tersebut dengan menonaktifkan sistem navigasi sebelum menaikinya. Tindakan itu dinilai sebagai bagian dari pelanggaran gencatan senjata.
Berdasarkan data pelacakan, kapal kontainer TOUSKA diketahui berangkat dari Port Klang, Malaysia, pada 12 April.
Juru bicara militer Iran, Ebrahim Zolfaghari, menyatakan bahwa pasukan AS melepaskan tembakan ke kapal tersebut sebelum menaikinya.
"Amerika Serikat yang agresif, dengan melanggar gencatan senjata dan terlibat dalam pembajakan maritim, menyerang salah satu kapal Iran setelah menonaktifkan sistem navigasinya," kecamnya.
Dia menambahkan bahwa pasukan AS menaiki kapal kargo tersebut setelah mengerahkan "sejumlah marinir teroris" ke dalamnya. "Kami memperingatkan bahwa pasukan militer Iran akan segera merespons dan membalas tindakan pembajakan bersenjata oleh militer AS ini," tegasnya.
Insiden ini pertama kali diumumkan oleh Presiden AS Donald Trump pada Minggu (19/4). Pernyataan tersebut kemudian dikonfirmasi oleh Komando Pusat AS (CENTCOM), yang bertanggung jawab atas operasi militer AS di kawasan Timur Tengah. CENTCOM menyatakan bahwa kapal perang AS, USS Spruance, mencegat kapal kargo berbendera Iran yang berupaya menembus blokade Angkatan Laut AS di Teluk Oman.
Baca juga: Dunia Tersembunyi di Bawa Es Abadi Antartika |
Saat ini, kapal kargo tersebut berada dalam penahanan militer AS. CENTCOM menyebut kapal itu berlayar menuju pelabuhan Bandar Abbas, Iran. Selain itu, CENTCOM juga merilis rekaman video yang memperlihatkan kapal perang AS memberikan peringatan sebelum melepaskan tembakan.
Artikel ini telah tayang di detikNews. Baca selengkapnya.
https://news.detik.com/internasional/d-8452529/giliran-iran-serang-kapal-as-usai-kapalnya-ditembak-di-teluk-oman
(nvc/sud)
