Antisipasi Bully, 9 Siswa yang Lecehkan Guru Ditempatkan di Ruang Khusus

Kabupaten Purwakarta

Antisipasi Bully, 9 Siswa yang Lecehkan Guru Ditempatkan di Ruang Khusus

Dian Firmansyah - detikJabar
Senin, 20 Apr 2026 14:30 WIB
Viral siswa SMAN 1 Purwakarta lecehkan guru
Viral siswa SMAN 1 Purwakarta lecehkan guru (Tangkapan layar media sosial X)
Purwakarta -

Sebanyak 9 siswa SMAN 1 Purwakarta yang terbukti melakukan tindakan tidak terpuji terhadap gurunya kini tengah menjalani sanksi. Proses penanganan tersebut telah disepakati antara Dinas Pendidikan Jawa Barat, pihak sekolah, dan orang tua siswa.

Kesembilan siswa itu dikenai sanksi sosial berupa kegiatan seperti membersihkan lingkungan sekolah hingga toilet. Sanksi tersebut bertujuan memberikan pembinaan yang bermanfaat bagi pembentukan karakter.

Kepala Sekolah SMAN 1 Purwakarta, Sidik Tamsil, mengatakan para siswa mulai menjalani sanksi sejak Senin (20/4/2026), namun tetap mengikuti kegiatan belajar di sekolah dan memperoleh haknya sebagai pelajar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Setelah kejadian itu kami bergerak cepat melakukan pemanggilan orang tua pada hari Sabtu kemarin, dan atas arahan dari Disdik Jabar dan Gubernur Jabar kami saat ini melakukan sanksi ini selama tiga bulan ke depan dengan sanksi sosial tergantung dengan nanti ada perubahan sikap dari yang lebih baik," ujar Sidik di sekolah, Senin (20/4/2026).

ADVERTISEMENT

Sidik menjelaskan, kegiatan yang diberikan bersifat edukatif dan berorientasi pada pembentukan karakter, termasuk membersihkan area sekolah.

"Program yang dibuatkan itu dari pembentukan karakter seperti halnya misalkan membersihkan bagian-bagian dari ruangan tapi tetap mendapatkan layanan pendidikan," katanya.

Upaya Cegah Perundungan

Di sisi lain, kesembilan siswa tersebut saat ini menjadi sorotan publik, termasuk di media sosial. Untuk mengantisipasi perundungan di lingkungan sekolah, pihak sekolah memberikan edukasi kepada siswa lain agar bersikap lebih bijak dan saling menghargai.

"Hari ini sudah mulai dilakukan setelah apel tadi, pembinaan dengan wali kelas dan guru. Mudah-mudahan itu saya tekankan pada saat itu. Tolong bisa menenangkan anak-anak, tidak panik bahwa ini adalah sekolah kita dan kita akan dilihat, akan kita pantau dan akan kita jaga supaya anak-anak yang terkena kejadian ini bisa kita kawal dan bisa apa melewati masa ini," ungkap Sidik.

Selain itu, kesembilan siswa tersebut untuk sementara menjalani pembelajaran di ruang terpisah sebagai bentuk perlindungan, baik dari sisi pendidikan maupun kondisi psikologis.

"Tentunya kami bekerja sama dengan psikolog seperti tadi yang disampaikan. Tentunya dari awal saya khawatir dengan penggunaan gadget media sosial. Maka dari itu penggunaan gadget akan dibatasi di sekolah kami. Untuk yang 9 siswa kami pisahkan di ruangan khusus," pungkasnya.

(yum/yum)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads