Jadwal pemberangkatan Kereta Api (KA) Siliwangi relasi Sukabumi-Cianjur-Cipatat terpaksa dibatalkan pada Senin (19/4/2026). Pasalnya jalur kereta di sekitaran Cibeber-Lampegan Cianjur tergerus longsoran, membuatnya tidak memungkinkan dilintasi kereta api.
Manajer Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, menegaskan gogosan atau longsoran di kilometer 74+9/0 petak jalan Cibeber-Lampegan, terjadi pada Minggu (19/4/2026) malam.
Hal itu membuat KA Siliwangi yang harusnya melakukan perjalanan dari Cianjur menuju Sukabumi pada Minggu malam pun tertahan di Stasiun Cianjur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Informasi awal mengenai kondisi tersebut pertama kali diterima oleh petugas di lapangan saat melaksanakan patroli rutin pemeriksaan jalur pada Minggu, sekitar pukul 19.55 WIB. Petugas menemukan adanya struktur jalur rel yang tidak sesuai akibat gogosan dan berpotensi membahayakan keselamatan perjalanan kereta. Sehingga KA Siliwangi tidak jadi berangkat dari stasiun Cianjur," kata dia, Senin (20/4/2026).
Dia menambahkan, dengan adanya longsoran tersebut KA 342 Siliwangi relasi Sukabumi - Cipatat yang dijadwalkan berangkat pada pagi hari ini juga dibatalkan.
"Betul untuk beberapa jadwal pemberangkatan hari ini dibatalkan. Demi keselamatan penumpang," kata dia.
Sebagai bentuk kompensasi, lanjut dia, pelanggan yang terdampak dan tidak berkenan melakukan perjalanan, dapat melakukan pembatalan tiket dengan pengembalian dana sebesar 100 persen dari harga tiket, di luar biaya pemesanan.
"Proses pembatalan dapat dilakukan melalui aplikasi Access by KAI maupun secara langsung di loket stasiun. Pembatalan tiket dapat dilakukan dalam kurun waktu maksimal 7 x 24 jam sejak jadwal keberangkatan yang tertera pada tiket. KAI Daop 2 Bandung mengimbau pelanggan untuk memanfaatkan kanal resmi yang tersedia guna mempermudah proses pembatalan," tuturnya.
Menurut dia, KAI Daop 2 Bandung saat ini terus melakukan upaya percepatan perbaikan jalur agar perjalanan kereta api dapat segera kembali normal. Seluruh proses penanganan dilakukan dengan mengedepankan aspek keselamatan dan sesuai dengan standar operasional yang berlaku.
"Kami terus berupaya semaksimal mungkin untuk melakukan penanganan di lapangan agar jalur dapat segera kembali normal dan operasional kereta api dapat berjalan dengan lancar," pungkasnya.
(yum/yum)
