Sepekan terakhir, wilayah Cianjur hingga Sukabumi diwarnai berbagai peristiwa yang menyita perhatian publik. Mulai dari dugaan penganiayaan hingga kasus kekerasan terhadap anak. Berikut rangkumannya:
Pria di Cianjur Dianiaya Usai Tanyakan Menu MBG
Seorang warga Desa Kubang, Kecamatan Pasirkuda, Cianjur, M Ridwan, diduga menjadi korban penganiayaan saat mempertanyakan menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) di salah satu SPPG.
Ridwan mengaku datang pada Selasa (14/4) untuk meminta penjelasan terkait harga makanan yang dinilainya tidak sesuai. Namun situasi justru memanas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya datang untuk menanyakan soal MBG, yang dinilai tidak sesuai harga. Yang dibagikan itu nominalnya kemahalan," ujarnya.
Ia mengaku mengalami kekerasan saat diminta keluar dari lokasi.
"Sambil diusir itu leher saya dicekik, kemudian kepala bagian kiri saya seperti ada yang memukul sebanyak dua kali," jelasnya.
Kasus ini telah dilaporkan ke polisi, meski masih dalam tahap aduan masyarakat. Kapolsek Tanggeung, Iptu Budi Setia Yuda, menyebut pihaknya telah memanggil sejumlah pihak untuk klarifikasi.
"Kalau laporan polisi (LP) belum, baru sebatas dumas (aduan masyarakat), tapi tetap kami tindaklanjuti," ucapnya.
Duel Pelajar SD dan SMP Viral
Aksi duel 2 lawan 2 antara pelajar SD dan SMP di Cianjur juga viral di media sosial. Peristiwa ini diduga berkaitan dengan kasus penganiayaan terhadap dua pelajar SMP di Kelurahan Bojongherang.
Dalam video yang beredar, terlihat empat pelajar saling berkelahi di tengah kerumunan siswa lainnya. Bahkan, seorang remaja yang diduga terlibat juga terlihat dalam video penganiayaan sebelumnya.
Kapolres Cianjur, Alexander Yurikho Hadi, memastikan pihaknya tengah menyelidiki kejadian tersebut.
"Kita telusuri videonya, untuk mengetahui kapan dan dimana aksi tersebut terjadi, serta siapa saja yang terlibat," katanya.
Baca juga: Viral Duel Pelajar SD dan SMP di Cianjur |
Polisi juga mendalami kemungkinan keterkaitan antara duel dan aksi penganiayaan yang terjadi sebelumnya.
"Kita dalami, apakah berkaitan atau tidak," ujarnya.
Ia pun mengimbau para orang tua untuk lebih mengawasi anak-anaknya agar tidak terlibat dalam tindakan kekerasan.
Kasus Kekerasan Anak di Sukabumi
Seorang pria lanjut usia berinisial AS (72) diduga memperkosa seorang anak perempuan berusia 13 tahun di Kabupaten Sukabumi. Perbuatan tersebut dilakukan berulang kali hingga mengakibatkan korban hamil.
Peristiwa pilu ini terungkap saat ayah kandung korban mencurigai adanya perubahan fisik yang tidak wajar pada bagian perut putrinya.
"Awalnya pelapor (ayah korban) curiga dengan perubahan bentuk perut anaknya. Kemudian pada Sabtu (11/4), korban dibawa ke rumah praktik bidan di Desa Sasagaran untuk diperiksa," kata Kasat Reskrim Polres Sukabumi Kota AKP Sujana Awin Umar, Jumat (17/4).
"Hasilnya mengejutkan, korban dinyatakan positif hamil dengan usia kandungan sekitar 7 bulan," sambungnya.
Hal itu mengguncang pihak keluarga. Sang ayah kemudian mendesak anaknya untuk bercerita hingga terungkap bahwa pria lansia berinisial AS yang menghamili korban. Tak terima dengan perbuatan tersebut, keluarga korban langsung melaporkan kejadian ini ke Polres Sukabumi Kota.
Dari hasil pemeriksaan kepolisian, pelaku melancarkan aksinya dengan iming-iming uang tunai. AS mengakui perbuatan tersebut telah dilakukannya sebanyak tiga kali.
"Pelaku awalnya memberikan uang sebesar Rp 10.000 kepada korban. Setelah itu, pelaku melakukan aksi bejatnya. Berdasarkan keterangan sementara, persetubuhan tersebut telah dilakukan sebanyak kurang lebih tiga kali," lanjutnya.
Pelaku juga diduga melontarkan kalimat ancaman agar korban tidak mengadu kepada orang tuanya. Hal inilah yang membuat kasus tersebut tersimpan rapat selama berbulan-bulan hingga usia kandungan korban membesar.
Proses pengamanan pelaku berlangsung kooperatif. AS diamankan di Mapolsek Kebonpedes pada Senin (13/4) sekitar pukul 15.00 WIB setelah diantar oleh keponakannya.
