Priangan Timur Sepekan: Aksi Pelarian Pencuri Motor Berakhir di Sumur

Jabar Sepekan

Priangan Timur Sepekan: Aksi Pelarian Pencuri Motor Berakhir di Sumur

Tim detikJabar - detikJabar
Minggu, 19 Apr 2026 17:00 WIB
Evakuasi pria masuk sumur di Ciamis.
Evakuasi pria masuk sumur di Ciamis. Foto: Dok. Damkar Ciamis
Tasikmalaya -

Beragam peristiwa terjadi di Priangan Timur dari mulai pelaku curanmor di Ciamis terjun ke sumur hingga perempuan di Tasikmalaya malah buka celana saat melakukan pencurian.

Berikut rangkuman Priangan Timur sepekan:

Hindari Bos Tahu Bulat Pelaku Curanmor Terjun ke Sumur

Seorang pria berinisial AP (38) nekat menceburkan diri ke dalam sumur di Dusun Pendek, Desa Pamalayan, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, Selasa (14/4). Aksi tersebut dilakukan AP demi bersembunyi dari kejaran majikan dan warga.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

AP diduga telah mencuri dan menjual sepeda motor milik majikannya saat bekerja di sebuah pabrik tahu bulat di wilayah Lombok, Nusa Tenggara Barat. Pelarian pria tersebut berakhir dramatis di dasar sumur yang dipenuhi air.

Kepala Desa Pamalayan, Agus Lutfi, membenarkan insiden tersebut. Keberadaan AP di dalam sumur diketahui oleh warga dan majikannya yang tengah melakukan pencarian terhadap pria tersebut.

ADVERTISEMENT

Pemerintah desa kemudian menghubungi Polsek Cijeungjing untuk penanganan lebih lanjut. Namun, petugas kepolisian di lokasi sempat terkendala saat proses evakuasi karena keterbatasan peralatan. Kepala desa lantas menghubungi UPTD Damkar Ciamis untuk membantu mengangkat pria tersebut dari dasar sumur.

"Mungkin maksudnya bersembunyi di sumur, tapi ketahuan. Majikannya itu sempat memarahinya dari atas sumur. Warga yang mengetahui kejadian itu lalu berdatangan dan menghubungi pemerintah desa. Pria itu dievakuasi Damkar Ciamis karena kami tidak punya alatnya," ujar Agus.

Menurut Agus, berdasarkan keterangan yang dihimpun, peristiwa ini bermula saat AP bekerja di pabrik tahu bulat di wilayah Lombok. Pabrik tersebut diketahui milik warga Ciamis, dan AP sendiri juga merupakan warga Ciamis.

"Jadi si pelaku ini terdesak kebutuhan ingin pulang ke Ciamis. Kemudian mencoba pinjam uang ke bagian keuangan di tempat kerjanya, tapi tidak dikasih. Pelaku ini lalu menjual motor milik majikannya," jelasnya.

Kasat Reskrim Polres Ciamis AKP Carsono menjelaskan, setelah diamankan dan dimintai keterangan, terduga pelaku penggelapan sepeda motor telah mengakui perbuatannya. Motifnya, pelaku ingin pulang ke Ciamis namun tidak punya ongkos.

"Benar, bersangkutan mengakui menjual motor bosnya Rp 1,6 juta. Uangnya habis untuk ongkos motor dari Lombok ke Ciamis. Ingin pulang karena ada perselisihan dengan mantan istrinya, pulangnya pun tanpa seizin bosnya," ujar Carsono, Rabu (15/4).

Untuk kasus hukumnya, Carsono menyebut pihak korban akan menyelesaikannya secara kekeluargaan. Selain itu, kasus tersebut juga belum dilaporkan secara resmi oleh korban.

"Terkait laporan polisi di Lombok Barat, korban baru melaporkan secara lisan, baru menginformasikan, karena surat belum lengkap jadi belum terjadi laporan resmi," ucapnya.

Menurutnya pelaku AP tidak ditahan. Korban yang merupakan bosnya membawa pelaku untuk penyelesaian lanjutan didampingi dengan Perangkat Desa Baregbeg.

"Korban merupakan warga Baregbeg, jadi akan diselesaikan secara kekeluargaan. Pelaku dibawa korban diketahui dan didampingi perangkat Desa Baregbeg. Pelaku juga di Ciamis tidak punya keluarga," tuturnya.

Perempauan di Tasimalaya Buka Celana Saat Terperegok Mencuri

Aksi seorang perempuan muda yang diduga melakukan percobaan pencurian di sebuah toko beras di kawasan Citeureup, Kabupaten Tasikmalaya, terekam kamera pengawas (CCTV) pada Rabu (15/4). Peristiwa tersebut terjadi di Toko Beras Citeureup, Jalan Raya Citeureup, Desa Singaparna, Kecamatan Singaparna. Pelaku yang mengenakan sweter hitam terlihat menghampiri toko yang tengah ditinggal pemiliknya.

Pelaku kemudian mencoba membuka laci penyimpanan uang. Namun, sebelum sempat mengambil uang, aksinya dipergoki oleh pemilik kios.

Alih-alih melarikan diri, perempuan tersebut justru melakukan tindakan tidak senonoh di depan umum. Sejumlah warga yang datang untuk menanyakan perbuatannya dibuat terkejut dengan perilaku pelaku.

Pelaku kemudian berlari ke tengah jalan dan duduk tanpa mengenakan celana. "Tadi kaget ada yang telanjang di jalan. Tahu kenapa, cuma teriak warga mah nyuri kepergok," kata Aris, warga Singaparna.

Sementara itu, Panit Reskrim Polsek Singaparna, Aipda Dwi Santosa, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut pelaku berinisial MA (21) kepergok saat membuka etalase penyimpanan uang.

"Pelaku masuk ke area toko beras, kemudian membuka etalase penyimpanan uang. Aksinya langsung diketahui pemilik dan pelaku diamankan di tempat," ujar Dwi Santosa kepada detikJabar.

Menurutnya, pelaku sempat melakukan tindakan asusila di depan umum sebelum akhirnya diamankan oleh warga dan petugas.

"Ya betul, pas kepergok, mau ditanya warga malah buka celana. Koordinasi dengan kita akhirnya ke lokasi dan amankan pelaku," kata Dwi.

Berdasarkan keterangan awal, MA diketahui berasal dari salah satu panti asuhan di Tarogong Kaler, Kabupaten Garut. Ia mengaku datang ke Singaparna seorang diri menggunakan angkutan umum.

Dari hasil pemeriksaan, MA tidak mengetahui identitas orang tuanya dan mengaku tinggal di panti sejak bayi. Ia juga menyebut tidak memiliki tempat tinggal lain maupun saudara.

"Pelaku tidak berhasil membawa uang karena langsung diketahui pemilik toko. Dia ngaku dari panti asuhan," tambah Dwi.

Pemilik toko tidak melaporkan kejadian tersebut karena tidak mengalami kerugian. "Tidak ada kerugian jadi tidak laporan juga," kata Dwi.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kapolsek Singaparna, AKP Solihin, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Sosial untuk penanganan lebih lanjut.

"Namun kami tetap koordinasi dengan Dinsos untuk memastikan penanganannya. Saat ini MA sudah diserahkan ke Dinas Sosial Kabupaten Tasikmalaya. Polisi sebelumnya telah mendatangi TKP, mengamankan pelaku, dan menerima laporan dari warga," kata Solihin.

Diketahui, pelaku juga sempat melakukan aksi serupa saat kepergok mencuri di Garut. Video kejadian tersebut sempat viral di media sosial.

Penemuan Mayat Wanita di Santolo Garut Masih Menjadi Misteri

Sesosok jasad wanita tua ditemukan mengambang di perairan Pantai Santolo, Garut, Rabu, (15/4). Meskipun belakangan diketahui identitasnya, namun sebab kematian wanita berumur 66 tahun tersebut masih misterius.

Menurut Kasat Polairud Polres Garut Iptu Aep Saprudin, jasad wanita tersebut ditemukan oleh nelayan yang sedang mencari ikan di sekitar perairan Pantai Santolo.

"Ditemukan pagi tadi sekitar jam 09.30," ucap Aep, Rabu, (15/4).

Aep menjelaskan, saksi bernama Jajang itu kemudian langsung melaporkan temuannya ke personel Sat Polairud dengan mengirim titik koordinat penemuan jasad.

Sejurus kemudian, petugas datang dan langsung melakukan evakuasi terhadap mayat wanita ini ke pesisir pantai. Selanjutnya, petugas melakukan identifikasi.

"Dari hasil identifikasi diketahui jasad tersebut adalah wanita bernama Asih," ungkap Aep.

Asih merupakan wanita berumur 66 tahun. Dia tercatat sebagai warga Kampung Gunung Sulah, Desa Cigadog, Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut.

Asih diprediksi sudah beberapa hari meninggal dan terapung di lautan. Namun, menurut Aep, hingga saat ini penyebab kematiannya masih misterius.

"Masih kami lakukan pendalaman terhadap sebab kematian korban," ucap Aep.

Jasad Asih sendiri kemudian langsung diserahkan kepada pihak keluarga, setelah sebelumnya sempat dilakukan pemeriksaan di rumah sakit setempat.

(wip/sud)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads