Astronaut China Panen Tomat di Luar Angkasa, Ini Faktanya

Kabar Internasional

Astronaut China Panen Tomat di Luar Angkasa, Ini Faktanya

Rachmatunnisa - detikJabar
Minggu, 19 Apr 2026 22:00 WIB
Astronaut China panen tomat di stasiun luar angkasa Tiangong
Astronaut China panen tomat di stasiun luar angkasa Tiangong. Foto: CCTV
Jakarta -

Astronaut China kembali mencatat pencapaian di luar angkasa dengan memanen tomat yang tumbuh di stasiun antariksa Tiangong. Keberhasilan ini menjadi langkah penting dalam pengembangan sistem pertanian untuk mendukung misi jangka panjang di luar Bumi.

Mengutip laporan China Daily, tomat tersebut ditanam menggunakan sistem aeroponik, yaitu teknologi yang menyemprotkan kabut air bernutrisi langsung ke akar tanaman tanpa menggunakan tanah.

Tanaman ditanam di area khusus yang disebut healing corner di dalam stasiun Tiangong. Astronaut Zhang Hongzhang menunjukkan langsung pertumbuhan tanaman yang tetap subur di lingkungan mikrogravitasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sistem ini menggunakan spektrum cahaya LED khusus yang sangat meningkatkan efisiensi energi," ujar Zhang Hongzhang, astronaut misi Shenzhou XXI.

ADVERTISEMENT

Ia menjelaskan bahwa kombinasi teknologi aeroponik dan pencahayaan tersebut membuat tanaman tetap berkembang meski berada di luar angkasa.

Perangkat penanaman ini dikirim ke Tiangong melalui wahana kargo Tianzhou-9 pada 2025. Pengiriman ini bertujuan menguji teknologi penting untuk budidaya tanaman secara efisien di lingkungan tanpa gravitasi.

Penelitian tersebut menjadi bagian dari upaya pengembangan sistem pendukung kehidupan berbasis biologi yang akan dibutuhkan dalam misi luar angkasa jangka panjang.

Selain sebagai eksperimen ilmiah, keberadaan tanaman juga memberi dampak psikologis positif bagi para astronaut. Kehadiran tanaman hijau di tengah lingkungan luar angkasa yang ekstrem disebut membantu menjaga kondisi mental kru.

"Melihat warna hijau yang hidup di luar angkasa sangat menenangkan," ujar Zhang Lu, astronaut dalam misi tersebut.

Astronaut Wu Fei juga mengungkapkan bahwa tomat yang tumbuh di orbit memiliki aroma segar yang khas. "Setiap kali melewati area ini, saya ingin menarik napas dalam dan menikmati aromanya," kata Wu Fei, astronaut Shenzhou XXI.

Data dari eksperimen ini akan digunakan untuk memahami pertumbuhan tanaman di luar angkasa, termasuk produktivitas, efisiensi, dan perawatan optimal.

Ke depan, China berencana memperluas eksperimen dengan menanam berbagai tanaman lain, seperti gandum, wortel, hingga tanaman obat. Pengembangan teknologi ini diharapkan mendukung keberlangsungan hidup manusia dalam misi ke Bulan dan Mars.

Artikel ini telah tayang di detikINET. Baca selengkapnya di sini.

(rns/sud)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads