Pemerintah Kabupaten Sukabumi terus tancap gas dalam upaya menekan angka stunting. Kali ini, Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas menerima kunjungan strategis dari Forum Kader Pembangunan Manusia (KPM) Kabupaten Sukabumi di Pendopo, Rabu (14/4/2024).
Pertemuan ini bukan sekadar silaturahmi biasa. KPM datang membawa "amunisi" berupa data hasil pemetaan di tingkat akar rumput untuk mendorong konvergensi stunting yang lebih tepat sasaran di level desa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Data Desa Jadi 'Kompas' Kebijakan
Ketua Forum KPM Kabupaten Sukabumi, Timan Sutiman, menegaskan bahwa kehadiran mereka adalah untuk memastikan pemerintah mendapatkan gambaran nyata dari lapangan.
KPM memiliki keunggulan karena personel mereka tersebar merata di seluruh pelosok desa di Sukabumi.
"Konvergensi stunting menjadi salah satu fokus kami di desa. Apalagi kader ini menyebar di seluruh desa yang ada di Kabupaten Sukabumi," ujar Timan dalam keterangannya di Pendopo.
Timan berharap hasil pendataan yang dilakukan para kader bisa menjadi bahan pertimbangan utama bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan. Menurutnya, intervensi stunting tidak boleh dilakukan secara meraba-raba, melainkan harus berbasis data yang kuat.
"Semoga hadirnya kami di sini bisa membantu pemerintah dalam mengintervensi lewat rekomendasi hasil pendataan kami," tambahnya.
Penanganan Stunting Tak Bisa 'Single Fighter'
Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas menyambut hangat kolaborasi ini. Ia mengakui bahwa peran kader di tingkat desa sangat krusial karena mereka adalah pihak yang paling tahu kondisi masyarakat secara langsung.
Andreas menekankan pentingnya konsep Pentahelix atau kerja sama lintas sektor dalam menangani masalah gizi kronis pada anak ini.
"Penanganan stunting perlu kolaborasi Pentahelix. Bersyukur ada KPM yang turut serta membantu kami," ungkap Andreas.
Lebih lanjut, Andreas memastikan rekomendasi yang disodorkan Forum KPM akan menjadi referensi penting dalam menentukan arah kebijakan Pemkab Sukabumi ke depan.
Ia menilai masukan dari bawah adalah kunci efektivitas program pemerintah. "Ini sesuatu yang bagus, terutama menjadi bahan dalam membuat suatu arah kebijakan ke depannya," pungkasnya.
(sya/orb)
