DPU Sukabumi Respons Video Viral Warga Protes Jalan Rusak

DPU Sukabumi Respons Video Viral Warga Protes Jalan Rusak

Syahdan Alamsyah - detikJabar
Kamis, 16 Apr 2026 12:30 WIB
Jalan rusak yang menghubungkan Desa Cijangkar, Bojongkalong, Bojongsari, dan Sukamaju, Kabupaten Sukabumi.
Jalan rusak yang menghubungkan Desa Cijangkar, Bojongkalong, Bojongsari, dan Sukamaju, Kabupaten Sukabumi. (Foto: Istimewa)
Sukabumi -

Sebuah video amatir yang merekam aksi protes seorang wanita terhadap kondisi jalan rusak di Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, viral di media sosial. Saking kesalnya karena akses jalan penghubung empat desa tak kunjung diperbaiki, warga meluapkan sindiran menohok kepada pemerintah.

Dalam video tersebut, terdengar suara wanita yang melintasi jalanan bak kubangan lumpur. Ia mempertanyakan apakah warga harus melakukan aksi ekstrem agar aspirasi mereka didengar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Wanita tersebut merasa heran karena meski kondisi jalan sudah sangat memprihatinkan, perhatian pemerintah tak kunjung datang. Ia menyindir fenomena media sosial di mana sebuah isu baru ditanggapi jika sudah melibatkan sosok pesohor.

"Warga sudah kompak tapi tetap tidak viral-viral, sugan kudu nyewa artis? (mungkin harus sewa artis?)" terangnya dalam rekaman video yang dilihat, Kamis (16/4/2024).

ADVERTISEMENT

Tak hanya itu, ia juga melontarkan kalimat sarkas terkait cara menarik perhatian pemerintah. "Tingali urang teh kudu kumaha miralkeun jalan, kudu kokosodan? Urang teh kudu sataranjang bari koprol? (Lihat kita harus bagaimana memviralkan jalan, harus merangkak? Kita harus telanjang sambil salto?)" cetusnya dengan nada penuh emosi.

Melihat video yang viral, kondisi jalan yang menghubungkan Desa Cijangkar, Bojongkalong, Bojongsari, dan Sukamaju itu memang tampak hancur lebur. Tak ada lagi pemandangan aspal mulus karena yang ada hanyalah hamparan batu makadam sebesar kepalan tangan yang mencuat tak beraturan.

Saat hujan turun, jalur ini berubah menjadi medan berbahaya. Drainase yang mampet memaksa air menggenang di tengah jalan, menciptakan kubangan lumpur cokelat yang licin. Kendaraan roda dua yang melintas tampak kepayahan; mesin meraung mencoba menaklukkan tanjakan berbatu, sementara ban motor terus selip.

Jalur ini merupakan akses vital bagi puluhan ribu warga untuk mengangkut hasil bumi dan mengakses fasilitas kesehatan.

Respons Dinas Pekerjaan Umum

Menanggapi sindiran pedas warga tersebut, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Sukabumi, Uus Pirdaus, langsung memberikan penjelasan. Ia memastikan pemerintah daerah tidak tinggal diam dan telah memasukkan ruas tersebut ke dalam agenda perbaikan.

"Itu sudah masuk rencana penanganan. Untuk wilayah Bojongkalong dan sekitarnya sudah masuk (perencanaan)," ujar Uus saat dikonfirmasi.

Uus menambahkan, tim teknis akan segera turun ke lapangan untuk memastikan skala prioritas perbaikan. "Sekarang masih dalam proses, sudah kita cek kita survey. Tinggal menunggu proses selanjutnya, mudah-mudahan bisa dalam waktu dekat ini, tim tekhnis turun ke lapangan," jelasnya seolah berupaya meredam keresahan warga.

(iqk/iqk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads