Suasana tenang yang ditemani gemercik hujan berubah mencekam kala seorang remaja perempuan, Gina L (18), jatuh dan hanyut di Sungai Cibanjaran, Kabupaten Bandung. Warga dan keluarga seketika terjun ke aliran sungai yang deras untuk memberikan pertolongan.
Kuatnya arus membuat suasana panik saat sejumlah warga nekat melompat ke dalam sungai. Sebanyak enam orang warga berupaya memberikan pertolongan kepada remaja tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peristiwa mencekam itu terjadi di Kampung Girang Deket, Desa Banjaran, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung, Rabu (15/4/2024) kemarin. Detik-detik proses evakuasi remaja tersebut terekam kamera warga dan videonya viral di media sosial.
"Kemarin kejadiannya si korban teh lagi beres-beres dulu di rumahnya. Dia jalan ke sini lah, ke depan. Saya di sini. Tiba-tiba TPT-nya ambruk dan dia jatuh," ujar warga yang turun ke sungai membantu korban, Indra Indriansyah (34), saat ditemui detikJabar, Kamis (16/4/2024).
Setelah melihat korban terjatuh, Indra secara spontan langsung melompat ke aliran Sungai Cibanjaran yang sedang deras. Menurutnya, korban masih merupakan kerabat dekat dan sudah dianggap sebagai saudara sendiri.
"Saya langsung loncat aja, enggak banyak pikiran keselamatan atau gimana gitu, da tahunya kan apalagi anak remaja, cewek," katanya.
Kondisi TKP jatuhnya GL di Sungai Cibanjaran, Kampung Girang Deket, Desa Banjaran, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung, Kamis (16/4/2026). (Foto: Yuga Hassani/detikJabar) |
Indra menjelaskan, sesaat setelah melompat, ia merasakan arus sungai yang sangat kuat. Namun, dirinya sempat menggenggam tangan korban selama beberapa detik di tengah kepungan air.
"Kan airnya masih keneh deras pisan lah airnya mah, di situ, di pinggir, hampir dapet dulu, tangannya kepegang sama saya teh, dapet. Eh dia langsung keseret lagi ke bawah. Saya juga ikut ke bawah. Lepas lagi tangannya," jelasnya.
Setelah itu, Indra terbawa arus hingga masuk ke bagian sungai yang lebih dalam untuk menghindari benturan dengan konstruksi jembatan. Ia kemudian segera naik ke permukaan dan berteriak memanggil nama korban.
"Pas saya naik ke atas, saya kan cari korban, saya cari-cari "Gina mana, Gina mana?". Dia belum masih belum ke atas, si Gina mah belum ke atas dia. Pas saya udah depan sini, si Gina baru kelihatan. Kelihatan rambut. Di situ orang tua sama Iwa pada loncat," ucapnya.
"Saya ikut, dapet sama Iwa si korban, udah dapet tuh sama si Iwa. Saya jongjon lah, lega gitu pas udah dapet orangnya, korbannya. Saya ikutin, saya mau kejar dari sana kan ada sasak lagi. Pas pisan itu sama besi lah, sasak bawah itu," tambahnya.
Kondisi TKP jatuhnya GL di Sungai Cibanjaran, Kampung Girang Deket, Desa Banjaran, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung, Kamis (16/4/2026). (Foto: Yuga Hassani/detikJabar) |
Indra mengaku setelah itu dirinya langsung naik ke daratan untuk menyisir keberadaan korban di area hilir. Ternyata, korban belum berhasil dievakuasi oleh keluarganya dan kembali terseret arus.
"Saya dapet info dari warga lainnya katanya Gina terbawa arus sungai sama pria yang diketahui adalah Agus. Saya gak tahu Agus ikut lompat," bebernya.
Indra terus berlari menyusuri bantaran sungai dan menunggu di area hilir. Tidak berselang lama, jenazah Gina akhirnya ditemukan setelah muncul ke permukaan air di titik yang lebih rendah.
"Saya nunggu di Cipaku, Bojongsereh, Pameungpeuk ada lah sekitar 30 menit. Saya mah enggak ngeuh korban udah di depan. Jadi saya mah fokusnya kan lihat teh lihat ke depan, kan si airnya teh masuk ke rumah-rumah warga kan gitu. Jadi fokusnya saya lihat ke depan, kan kalau ibaratkan mayat mah pasti ngambang. Tahu-tahu warga 'itu depan!'. Langsung we (aja) saya angkut," kata Indra.
Dia menambahkan, korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Jenazah korban langsung dibawa ke rumah duka dan telah dimakamkan pada Kamis (16/4/2024).
"Jarak dari TKP awal sampai ke TKP penemuan lebih 2 kilo mah. Tapi si korban enggak ada luka, bersih. Saya mah ini udah dapet segini. Langsung dibawa ke rumah duka, enggak di ke rumah sakit udah tahu udah kan udah ngambang. Terus tadi pagi setengah delapanan sudah dimakamkan di Astana Luhur, Banjaran," pungkasnya.
Sementara itu, jenazah Agus pun telah ditemukan oleh petugas gabungan pada Kamis (16/4/2024). Jenazah tersebut kemudian langsung dimakamkan oleh pihak keluarga di Desa Baros, Kecamatan Arjasari.
(orb/orb)












































