Di tengah situasi yang masih diliputi ketegangan, Iran kembali mengumumkan penangkapan empat orang yang diduga kuat sebagai mata-mata yang terkait dengan Mossad. Penangkapan ini terjadi saat konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel belum sepenuhnya mereda, meski gencatan senjata sementara tengah berlangsung.
Melansir detikNews, Korps Garda Revolusi Islam atau IRGC menyebut keempat orang tersebut ditangkap di Provinsi Gilan, wilayah utara Iran. Mereka diduga menjalankan operasi intelijen dengan cara mengumpulkan informasi sensitif terkait keamanan negara.
"Empat agen terkait Mossad ditangkap di Provinsi Gilan," demikian pernyataan resmi IRGC yang dikutip kantor berita IRNA.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut keterangan yang sama, para tersangka diduga mengirimkan data penting kepada Mossad melalui internet, termasuk foto dan lokasi sejumlah fasilitas militer serta situs strategis Iran.
"Para tersangka telah memberikan foto-foto dan lokasi beberapa situs militer dan keamanan yang sensitif dan penting kepada agen intelijen Mossad melalui internet," lanjut pernyataan tersebut.
Identitas keempat orang itu tidak diungkap ke publik. Namun, mereka disebut telah diserahkan ke otoritas kehakiman untuk proses hukum lebih lanjut.
Penangkapan ini menambah daftar panjang kasus dugaan spionase di Iran, yang meningkat tajam sejak konflik bersenjata dengan Israel dan Amerika Serikat pecah. Dalam beberapa bulan terakhir, Teheran semakin agresif memburu pihak-pihak yang dicurigai bekerja sama dengan intelijen asing.
Iran sendiri memiliki rekam jejak keras dalam menangani kasus semacam ini. Banyak terdakwa yang dituduh sebagai agen Mossad dijatuhi hukuman mati dan dieksekusi, terutama setelah konflik memanas.
Langkah tegas ini juga diperkuat dengan regulasi baru. Pada Oktober tahun lalu, Iran memperketat undang-undang terkait spionase, yang kini secara spesifik menargetkan pihak-pihak yang bekerja untuk Israel dan Amerika Serikat. Hukuman yang dijatuhkan tidak hanya berupa pidana mati, tetapi juga penyitaan seluruh aset.
Di sisi lain, Iran sejak lama menuduh Israel menjalankan berbagai operasi rahasia di wilayahnya-mulai dari sabotase fasilitas nuklir hingga pembunuhan ilmuwan. Ketegangan yang terus berlanjut membuat ruang kompromi semakin sempit, bahkan di tengah upaya diplomasi yang masih berlangsung.
Artikel ini sudah tayang di detikNews
