Trump Sebut China Senang Selat Hormuz Dibuka AS

Kabar Internasional

Trump Sebut China Senang Selat Hormuz Dibuka AS

Novi Christiastuti - detikJabar
Kamis, 16 Apr 2026 14:01 WIB
Iran Kecam Blokade AS, Selat Hormuz Terancam Memanas
Selat Hormuz. Foto: DW (News)
Jakarta -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menegaskan bahwa dirinya 'secara permanen' telah membuka kembali Selat Hormuz. Ia juga mengklaim bahwa Xi Jinping dan pemerintah China menyambut baik langkah tersebut.

Trump bahkan menyebut Beijing telah menyetujui untuk tidak lagi mengirimkan senjata ke Teheran sebagai imbalan atas upaya Washington membuka jalur strategis tersebut. Namun, klaim tersebut belum mendapat konfirmasi dari otoritas China.

Pernyataan itu disampaikan Trump melalui media sosial Truth Social, seperti dilaporkan The Hill dan Independent.co.uk pada Kamis (16/4/2026). Pernyataan tersebut memunculkan pertanyaan terkait maksud sebenarnya dari pembukaan Selat Hormuz, terutama setelah AS memberlakukan blokade laut di kawasan tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sejak awal pekan, militer AS yang dikerahkan ke wilayah itu memblokade kapal-kapal yang berangkat dan kembali ke pelabuhan-pelabuhan Iran. Di sisi lain, Teheran diketahui telah mengurangi lalu lintas di Selat Hormuz secara signifikan selama konflik dengan AS dan Israel pada akhir Februari.

ADVERTISEMENT

"China sangat senang bahwa saya membuka Selat Hormuz secara permanen. Saya melakukannya untuk mereka juga -- dan untuk dunia. Situasi ini tidak akan pernah terjadi lagi," kata Trump dalam pernyataan via Truth Social pada Rabu (15/4) waktu setempat.

"Mereka (China-red) telah setuju untuk tidak mengirimkan senjata ke Iran," klaim Trump dalam pernyataannya.

Trump juga mengungkap rencana pertemuannya dengan Presiden China dalam beberapa pekan ke depan saat kunjungan kenegaraan ke Beijing.

"Presiden Xi akan memberikan pelukan hangat kepada saya ketika saya sampai di sana dalam beberapa minggu. Kami bekerja sama dengan cerdas, dan sangat baik!!" sebutnya.

"Bukankah itu lebih baik daripada berperang??? TETAPI INGAT, kita sangat pandai berperang, jika perlu -- jauh lebih baik daripada siapa pun!!!" imbuh Trump.

Meski demikian, pernyataan Trump belum sepenuhnya dipahami. Gedung Putih juga belum memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai kebijakan tersebut. Belum jelas apakah pembukaan Selat Hormuz berlaku untuk semua negara atau hanya untuk China.

Seorang pejabat senior pemerintahan AS yang enggan disebutkan namanya mengatakan kepada The Hill bahwa blokade laut yang diterapkan Washington sepenuhnya berlaku dan berhasil.

AS mulai memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran sejak awal pekan ini. Langkah itu dilakukan untuk menekan Teheran agar membuka kembali Selat Hormuz dan kembali ke meja perundingan.

Militer AS menyatakan bahwa blokade tersebut telah menghentikan seluruh aktivitas perdagangan laut Iran.

"Seperti yang dilaporkan CENTCOM (Komando Pusat AS) kemarin, tidak ada kapal yang berhasil melewati blokade, yang hanya berdampak pada kapal-kapal yang berlayar dari dan ke pelabuhan-pelabuhan Iran," tegas pejabat senior AS tersebut.

"Presiden telah menegaskan bahwa dia ingin Selat tersebut terbuka untuk memfasilitasi arus energi bebas, dan negara-negara juga dipersilakan untuk membeli minyak dari Amerika Serikat," lanjutnya.

Hingga kini, belum ada tanggapan resmi dari pemerintah China terkait pernyataan terbaru Trump tersebut.

Artikel ini telah tayang di detikNews. Baca selengkapnya di sini.

(nvc/sud)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads