Kawanan monyet kembali masuk ke permukiman warga di Kampung Legok Kadu, Desa Neglasari, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (16/4/2026) pagi. Sedikitnya lima ekor monyet terlihat berada di pekarangan rumah, genting, hingga teras warga.
Dalam video yang beredar, warga tampak ketakutan dan tidak berani keluar rumah. Beberapa warga bahkan memilih masuk ke dalam mobil dan keluar secara perlahan dari area parkir untuk menghindari serangan monyet.
"Ada lagi hari ini monyet masuk pekarangan warga. Dia di teras rumah dan ada juga di genting," kata Asid, Ketua Rukun Tetangga setempat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kehadiran kawanan monyet tersebut membuat warga seolah terkurung di dalam rumah. Mereka khawatir keluar karena takut diserang. Monyet juga dilaporkan sempat menggedor kaca dan pintu rumah, diduga untuk mencari makanan.
"Alhamdulillah kan ada anaknya yang mau sekolah, akhirnya bisa dibawa melalui pintu samping untuk sekolah," ujar Asid.
Kemunculan gerombolan monyet di wilayah tersebut dilaporkan terus berulang. Petugas telah berupaya mengusir kawanan monyet secara manual, namun hewan tersebut kembali datang ke permukiman.
"Benar pagi ini kami mendapatkan laporan lagi dari warga. Petugas langsung turun lagi. Antisipasi agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan," kata Kapolsek Salawu, AKP Dedi Darsono kepada detikJabar, Kamis pagi (16/4/2026).
Sebelumnya, petugas juga sempat mendatangkan pawang monyet dari Banten. Beberapa monyet liar berhasil diamankan, namun dalam beberapa waktu kemudian kawanan tersebut kembali muncul.
"Kami sudah berupaya datangkan pawang monyet. Ada beberapa dibawa, tapi memang balik lagi, balik lagi," kata Dedi.
Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti asal kawanan monyet tersebut. Diduga, hewan itu berasal dari kawasan hutan di sekitar permukiman.
Warga berharap pemerintah segera turun tangan untuk menangani masalah tersebut. Mereka khawatir kemunculan monyet dapat menimbulkan korban luka.
"Kita koordinasi dengan pemerintah kecamatan dan BPBD agar monyet ini segera bisa ditangani," pungkas Dedi.
(yum/yum)










































