Institut Teknologi Bandung (ITB) tengah menjadi sorotan di media sosial. Bukan karena prestasi, kampus negeri di Kota Bandung itu ramai diperbincangkan akibat dugaan konten lagu dengan lirik bernada asusila yang melibatkan mahasiswanya.
Sorotan ini muncul setelah beredarnya potongan video penampilan Orkes Semi Dangdut (OSD) dari Himpunan Mahasiswa Tambang (HMT) ITB. Dalam video tersebut, mahasiswa membawakan lagu berjudul "Erika" yang dinilai mengandung lirik bernuansa pelecehan terhadap perempuan.
OSD merupakan unit kegiatan di bawah HMT-ITB yang telah berdiri sejak 1970-an. Sementara lagu "Erika" diketahui dibuat pada 1980-an.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah video tersebut viral, HMT-ITB menyampaikan permintaan maaf kepada publik.
"Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas beredarnya lagu yang menimbulkan keresahan publik. Kami sangat memahami dan menyadari sensitivitas isu ini dan menyampaikan keprihatinan serta empati kepada masyarakat, khususnya perempuan," tulis pernyataan resmi yang dimuat di situs web ITB.
"Kami menyadari bahwa ini merupakan suatu kelalaian untuk tetap menampilkan lagu tersebut dengan perkembangan norma sosial dan kesusilaan di masyarakat dewasa ini."
"Kami dengan tegas mengakui bahwa konten dalam penampilan tersebut tidak mencerminkan nilai-nilai yang seharusnya dijunjung oleh lingkungan akademik dan organisasi kemahasiswaan. HMT-ITB dengan tegas menyatakan bahwa kami tidak membenarkan segala bentuk tindakan yang merendahkan martabat individu atau kelompok manapun," sambung pernyataan resmi.
'Take Down' Lagu Erika
Sebagai tindak lanjut, pihak ITB berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk menurunkan (take down) konten video dan audio dari kanal resmi HMT-ITB, termasuk video lama yang kembali beredar di masyarakat.
"Kami melakukan evaluasi internal secara komprehensif terhadap konten, pelaksanaan, serta pengawasan kegiatan atas lagu terkait dan lagu yang mengandung unsur serupa, serta meninjau kembali standar dan pedoman kegiatan organisasi agar selaras dengan nilai-nilai etika yang berkembang di lingkungan Kampus ITB dan dalam masyarakat. Bandung, 15 April 2026 Himpunan Mahasiswa Tambang ITB," pungkas pernyataan tersebut.
Secara terpisah, ITB melalui Direktur Komunikasi dan Hubungan Masyarakat, Nurlaela Arief, menegaskan komitmen kampus dalam membangun lingkungan akademik yang aman dan bermartabat.
"Menyikapi beredarnya konten yang menimbulkan keresahan publik, ITB memandang peristiwa ini sebagai momentum penting untuk memperkuat budaya kampus yang menjunjung etika, penghormatan terhadap martabat manusia, serta pencegahan segala bentuk kekerasan, termasuk kekerasan seksual verbal," ujarnya, Rabu (15/4/2026).
Ia menambahkan, HMT-ITB telah menyampaikan permohonan maaf secara terbuka dan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kegiatan organisasi.
"Sebagai tindak lanjut, HMT-ITB telah berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk menurunkan konten video dan audio dari kanal resmi organisasi serta akun-akun terafiliasi, termasuk video lama yang kembali beredar di masyarakat. Selain itu, dilakukan evaluasi internal secara menyeluruh terhadap konten, pelaksanaan, dan pengawasan kegiatan, sekaligus peninjauan ulang terhadap standar dan pedoman organisasi agar semakin selaras dengan nilai-nilai etika di lingkungan kampus dan masyarakat," ungkapnya.
Pembinaan Mahasiswa Bakal Ditingkatkan
ITB juga terus memperkuat pembinaan mahasiswa melalui kampanye etika dan literasi media sosial.
"Komitmen tersebut sejalan dengan langkah pembinaan yang telah dilakukan ITB, di antaranya kampanye etika berpenampilan dan etika komunikasi mahasiswa melalui pesan singkat yang digagas Direktorat Persiapan Bersama (Ditsama) ITB. Kampanye ini menekankan pentingnya sikap sopan, hormat, tanggung jawab, dan kedewasaan mahasiswa dalam berpenampilan maupun berkomunikasi di lingkungan akademik," tambahnya.
Selain itu, ITB mengembangkan kampanye literasi media sosial yang mendorong mahasiswa untuk bersikap kritis, santun, dan bertanggung jawab dalam menyampaikan informasi.
Dalam upaya pencegahan, ITB juga membentuk Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (Satgas PPK) yang berperan dalam sosialisasi, pencegahan, serta menyediakan kanal pelaporan bagi warga kampus.
"Melalui penguatan etika, pembinaan karakter, serta sistem pencegahan dan penanganan kekerasan yang terus diperkuat, ITB berupaya menghadirkan ekosistem pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga sehat secara sosial, kuat secara etika, dan berpihak pada nilai-nilai kemanusiaan," pungkasnya.











































