Himpunan Mahasiswa Nyanyikan Lagu Bermuatan Pelecehan, ITB Minta Maaf

Himpunan Mahasiswa Nyanyikan Lagu Bermuatan Pelecehan, ITB Minta Maaf

Wisma Putra - detikJabar
Rabu, 15 Apr 2026 12:39 WIB
Gedung kampus ITB Ganesa.
Gedung kampus ITB Ganesa. Foto: Dok ITB
Bandung -

Kasus pelecehan seksual yang dilakukan belasan mahasiswa Fakultas Hukum (FH) Universitas Indonesia (UI) tengah menjadi sorotan. Di tengah riuh kasus itu, muncul cuplikan video Orkes Semi Dangdut (OSD) dari Himpunan Mahasiswa Tambang (HMT) Institut Teknologi Bandung (ITB) yang mengarah pada dugaan pelecehan seksual.

Potongan video penampilan OSD dari HMT-ITB itu memuat lirik lirik lagu yang dinyanyikan menjurus pada pelecehan terhadap perempuan. Kejadian ini membuat warganet geram, pasalnya hal ini dilakukan oleh mahasiswa yang diketahui merupakan kaum terpelajar. Warganet beranggapan, tidak ada kata maklum bagi pelaku pelecehan sekual, entah itu dilakukan dalam bentuk lagu atau sejenisnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menyikapi kejadian ini HMT-ITB pun angkat bicara dan meminta maaf kepada publik.

"Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas beredarnya lagu yang menimbulkan keresahan publik. Kami sangat memahami dan menyadari sensitivitas isu ini dan menyampaikan keprihatinan serta empati kepada masyarakat, khususnya perempuan," tulis pernyataan resmi yang dimuat di website ITB.

ADVERTISEMENT

Dalam pernyataan tersebut menyebutkan, Orkes Semi Dangdut HMT-ITB (OSD) merupakan salah satu unit kegiatan yang berada dalam lingkup HMT-ITB yang telah berdiri sejak tahun 1970-an, dan untuk lagu berjudul "Erika" dibuat pada tahun 1980-an. Kami menyadari bahwa ini merupakan suatu kelalaian untuk tetap menampilkan lagu tersebut dengan perkembangan norma sosial dan kesusilaan di masyarakat dewasa ini.

"Kami dengan tegas mengakui bahwa konten dalam penampilan tersebut tidak mencerminkan nilai-nilai yang seharusnya dijunjung oleh lingkungan akademik dan organisasi kemahasiswaan. HMT-ITB dengan tegas menyatakan bahwa kami tidak membenarkan segala bentuk tindakan yang merendahkan martabat individu atau kelompok manapun," sambung peryataan resmi.

Menyikapi kejadian ini, pihak ITB telah berkoordinasi dengan para pihak terkait untuk segera menurunkan (toke down) konten video dan audio dari kanal resmi HMT-ITB serta penghapusan dari akun-akun individu yang terafiliasi, termasuk video tahun 2020 yang beredar di masyarakat.

"Kami melakukan evaluasi internal secara komprehensif terhadap konten, pelaksanaan, serta pengawasan kegiatan atas lagu terkait dan lagu yang mengandung unsur serupa, serta meninjau kembali standar dan pedoman kegiatan organisasi agar selaras dengan nilai-nilai etika yang berkembang di lingkungan Kampus ITB dan dalam masyarakat. Bandung, 15 April 2026 Himpunan Mahasiswa Tambang ITB," pungkas pernyataan resmi.

(wip/sud)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads