Mimpi Warga Sukabumi Nikmati Jalan Mulus Harus Tertunda, Ini Penyebabnya

Syahdan Alamsyah - detikJabar
Rabu, 15 Apr 2026 14:30 WIB
Kepala Dinas PU Kabupaten Sukabumi, Uus Firdaus (Foto: Syahdan Alamsyah/detikJabar).
Sukabumi -

Rencana warga Kabupaten Sukabumi untuk segera menikmati infrastruktur mulus, tampaknya harus sedikit tertunda.

Bukan karena kendala teknis di lapangan, melainkan imbas memanasnya suhu politik di Timur Tengah antara AS-Israel dengan Iran yang merembet ke urusan aspal.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Sukabumi, Uus Pirdaus, mengungkapkan ketegangan global tersebut memicu lonjakan harga material bangunan, terutama komoditas yang masih bergantung pada impor.

Alhasil, sejumlah proyek infrastruktur yang sudah dijadwalkan terpaksa ditunda sementara.

"Kami terus memantau perkembangan harga. Kemarin dari Bina Teknik melaporkan, terhambat kenaikan harga akibat perang Timur Tengah, perang Iran. Itu berdampak kepada material impor, terutama aspal," kata Uus kepada detikJabar saat memonitor kondisi jalan di Ahmad Yani, Palabuhanratu, Rabu (15/4/2026).

Uus memaparkan, kenaikan harga material ini tidak main-main. Dalam hitungan hari, harga aspal sudah melonjak berkali-kali lipat yang membuat Harga Perkiraan Sendiri (HPS) yang disusun dinas jadi "basi".

"Dua minggu yang lalu naik 15 persen, kemarin saya ketemu lagi dengan produsen aspal itu sudah naik lagi 15 persen. Jadi totalnya sudah tinggi sekali, ini mengganggu HPS yang kita susun," jelasnya. Tak cuma aspal, harga semen beton pun ikut-ikutan naik.

Melihat kondisi yang tidak menentu, Dinas PU Kabupaten Sukabumi memilih langkah realistis dengan menahan proses lelang proyek.

Uus mengaku enggan memaksakan kontraktor bekerja dengan harga lama yang sudah tidak masuk akal.

"Kalau dipaksakan lelang sekarang, kasihan penyedia (kontraktor). Jangankan untung, yang ada malah buntung (rugi). Jadi kita hitung ulang lagi HPS-nya sesuai harga di lapangan," tegasnya.

Simak Video "Video: Sempat Bertahan Hidup Sebelum Akhirnya Tewas Tertimbun Longsor di Sukabumi"


(sya/mso)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork