Akses Rusak, Warga Cisolok Urunan Tambal Jalan Berlubang

Akses Rusak, Warga Cisolok Urunan Tambal Jalan Berlubang

Syahdan Alamsyah - detikJabar
Rabu, 18 Mar 2026 05:00 WIB
Warga perbaiki jalan di Cisolok
Warga perbaiki jalan di Cisolok (Foto: Syahdan Alamsyah/detikJabar)
Sukabumi -

Kondisi jalan menuju objek wisata Geyser Cipanas Cisolok, Kabupaten Sukabumi, benar-benar memprihatinkan. Aspal yang seharusnya mulus kini berubah menjadi jalur "neraka" bagi pengendara.

Lelah menunggu janji manis pemerintah, warga dan pedagang akhirnya urunan dan turun ke jalan melakukan perbaikan secara swadaya.

Pantauan di lokasi, ruas jalan di kilometer dua Cipanas - Cisolok ini tampak hancur. Aspal mengelupas hebat, menyisakan tumpukan batu kerikil tajam dan lubang-lubang besar yang menganga di tengah jalan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tak sedikit pengendara motor yang harus ber-zigzag ekstrem demi menghindari lubang yang bisa membuat celaka.

ADVERTISEMENT

Bahkan, warga terpaksa memasang barikade bambu sederhana di tengah jalan, tujuannya sebagai penanda darurat agar pengguna jalan tidak terperosok, mengingat saat malam hari akses jalur ini gelap gulita tanpa lampu penerangan.

"Kita sudah lakukan aksi ini selama dua hari. Kemarin kita urug pakai beskos, hari ini kita lakukan semenisasi di titik-titik yang lubangnya paling dalam," ujar Ketua Pokdarwis Kecamatan Cisolok, Yusuf Supriadi saat ditemui di lokasi kerja bakti, Selasa (17/3/2026).

Suasana di lokasi pun tampak riuh. Puluhan warga, mulai dari pedagang hingga pemuda, bahu-membahu di bawah terik matahari. Ada yang memegang sekop untuk menyerok material, ada pula yang sibuk meratakan adukan semen ke dalam lubang jalan yang hancur.

Debu-debu jalanan beterbangan setiap kali mobil melintas pelan di jalur sempit yang tersisa. Yusuf menyebut, aksi ini adalah puncak kekeselan warga. Pasalnya, kerusakan jalan ini sudah berlangsung hampir setahun dan berdampak langsung pada kantong warga.

Kunjungan wisata ke Geyser Cipanas anjlok drastis karena akses jalan yang sulit ditembus. "Wisatawan itu banyak yang mengeluh. Bahasa mereka kan katanya uang (retribusi) ditarik terus, tapi infrastrukturnya nggak diperbaiki. Masuk ke sini bayar Rp 12 ribu, tapi jalannya kayak begini," ketusnya.

Imbas sepinya pengunjung, perputaran uang di Desa Wangunsari pun melambat. Warung-warung yang biasanya penuh wisatawan kini tampak lengang. Sebagai upaya 'darurat' menarik pengunjung, warga bahkan berencana memangkas harga tiket masuk hingga 50 persen saat momen Lebaran nanti.

"Kalau tidak kami perbaiki seadanya sekarang, sampai kapan kecelakaan harus kita tonton terus? Kami harap pemerintah jangan cuma tarik retribusi, tapi lihat kondisi kami di lapangan," tegas Yusuf.

Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sukabumi Uus Pirdaus menyebut perbaikan jalan tersebut akan diperbaiki pada bulan April nanti.

"Nanti ada penanganan, masih dalam proses perencanaan. Diusahakan perbaikan di bulan April nanti," singkat Uus.

Meski Kepala Dinas PU Kabupaten Sukabumi menyebut perbaikan permanen masuk rencana tahun 2026, warga memilih tidak mau ambil pusing dengan janji tersebut.

Bagi mereka, semen dan batu yang mereka pasang hari ini adalah satu-satunya jaminan keselamatan bagi pemudik dan wisatawan yang akan datang.




(sya/dir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads