Inovasi Suhuf Mengubah Limbah Pertanian jadi Kertas Daur Ulang

Inovasi Suhuf Mengubah Limbah Pertanian jadi Kertas Daur Ulang

Adi Mukti - detikJabar
Rabu, 15 Apr 2026 12:31 WIB
Tampilan produk daur ulang lomba Suhuf
Foto: Adi Mukti
Bandung -

Krisis iklim global memaksa manusia berinovasi menciptakan teknologi ramah lingkungan. Di tengah ancaman sampah plastik yang sulit terurai dan bersifat destruktif, ide keberlanjutan muncul sebagai solusi krusial bagi populasi dunia yang terus bertambah.

Isu keberlanjutan kini semakin relevan di tengah meningkatnya krisis lingkungan dan sosial. Di Bandung, sebuah social enterprise bernama Suhuf hadir sebagai bukti nyata bagaimana limbah dapat diolah menjadi peluang ekonomi sekaligus solusi ekologis. Di bawah kepemimpinan Rizma Indriani, Suhuf tidak hanya memproduksi kertas daur ulang, tetapi juga memberdayakan masyarakat lokal melalui misi penyelamatan lingkungan.

Pemilik perusahaan Suhuf Kridasana Nusantara, Rizma Indriani, jeli melihat potensi limbah pertanian. Berbekal latar belakang pendidikan di bidang bioteknologi, ia memanfaatkan pelepah pisang menjadi kertas daur ulang bernilai seni. Rizma menceritakan bahwa Suhuf sebenarnya bukanlah pemain baru di industri ini. Namun, akibat minimnya inovasi, perusahaan tersebut sempat mati suri pada 2016.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Aku ngeliat banyak banget orang-orang di sekitar sini khususnya yang kekurangan pekerjaan, usia tua, kesempatan kerja Dengan sekarang banyak banget pengangguran. Terus kayak kurangnya taraf kehidupan para petani dan aku kan concern juga tentang masalah lingkungan Nah terus aku tuh kayak ngeliat bahwa Kenapa aku gak fokus aja untuk diriin perusahaan Yang benar-benar bisa memperdayakan dari mulai petani lokal Terus pengajian lokal sampai bisa buka lapangan pekerjaan. Suhuf sendiri kalau dibilang udah lama itu udah lama banget, dari tahun 1994," ujarnya kepada detikJabar.

Titik balik kebangkitan Suhuf terjadi belakangan ini, ketika Rizma memutuskan menghidupkan kembali unit usaha tersebut setelah masa pemulihan pascakecelakaan. Saat harus beristirahat total, ia justru lebih peka melihat realitas sosial di sekitarnya. Berangkat dari keprihatinan tersebut, Rizma mengembangkan Suhuf dengan fokus pada daur ulang limbah pertanian seperti pelepah pisang, jerami, hingga kertas bekas.

ADVERTISEMENT

"Jerami biasanya dibuang atau dibakar kita ambil, kita keringkan dengan sinar matahari secara alami, lalu diolah jadi bubur kertas dan dicetak jadi kertas. Memang fokusnya itu fokus kertas, Kertasnya dari pelapak pisang gitu kan nah kalau sekarang kita memang fokus untuk berbagai kertas limbah yang kita proses dari limbah pelapak pisang," ujar Rizma.

Proses produksi satu lembar kertas ini mengandalkan bahan baku yang mudah ditemui. Selain jerami dan pelepah pisang, Suhuf juga melakukan diversifikasi produk. Hasilnya bukan sekadar kertas untuk menggambar atau melukis, melainkan merambah ke produk suvenir hingga perlengkapan perawatan diri.

"Dan memang setelah itu kita proses kertas-kertas tadi jadi produk-produk jadi ada produk corporate merchandise. Misalnya notebook yang bisa pakai logo gitu kan. Terus kita juga bikin kayak berbagai souvenir nikahan terus undangan nikahan terus kayak undangan ataupun souvenir-souvenir corporate lainnya dan event-event lainnya. Nah kita juga kemarin memang ketika saya akusisi full ini memang ada proses-proses dimana ada beberapa investor juga yang memang mengajukan. Namun saat ini kita dalam bentuk improvement untuk internanya sendiri," kata Rizma.

Tampilan produk daur ulang lomba SuhufProses pengolahan daur ulang kertas Foto: Adi Mukti

Meski sejumlah investor mulai melirik dan menawarkan dukungan finansial, Rizma memilih untuk terlebih dahulu memperkokoh fondasi internal dan efektivitas operasional perusahaannya.

"untuk saat ini memang tantangannya karena saya boost strapping Pakai modal sendiri jadi untuk expansinya juga belum terlalu masif gitu kan Tergantung kemampuan dari saya sendiri sebenarnya Jadi untuk saat ini sih sebenarnya kita fokusnya untuk ke nasional Tapi kemarin kita coba untuk masuk ke pasar Canada dan Finlandia Nah ini kita boost jadi memang saat ini kita step by step untuk mengembangkan usaha kita dari baik dalam negeri secara nasional maupun nanti keluar negeri," tutur Rizma.

Menjalankan visi besar dengan modal mandiri (bootstrapping) tentu bukan perkara mudah. Namun, Rizma konsisten mempromosikan teknologi keberlanjutan demi membesarkan nama Suhuf di kancah nasional maupun internasional.

Rizma pun menitipkan pesan bagi Generasi Z agar senantiasa peduli terhadap lingkungan. Menurutnya, generasi muda saat ini memiliki kesadaran kesehatan dan ekologi yang lebih baik dibandingkan generasi sebelumnya.

"Kalau misalnya aku boleh ngasih saran Karena kan sebenarnya yang aku baca Gen-Z itu sekarang jauh lebih meled dibandingkan kaum milenial Contohnya misalnya ternyata ada penurunan minum alkohol Di gen Z kan yang hidupnya lebih sehat dibandingkan generasi sebelumnya. Jadi pesan aku untuk gen Z sih mungkin sekarang waktu yang tepat untuk bisa hidup yang lebih friendly sama lingkungan gitu kan Kalau memang kita ingin bumi ini mungkin lebih panjang hidupnya Kita lebih enak hidupnya dengan menghidup udara bersih dan segala macem lebih mudah gitu kan." pungkasnya.




(tya/tey)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads