Tanggul sepanjang 10 meter yang berada di Sungai Cisunggalah, Kampung Bojongkeusik, Desa Bojong, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung jebol, Selasa (14/4) kemarin. Akibatnya aliran sungai meluap ke lahan persawahan, permukiman dan sempat membuat akses Jalan Anyar Majalaya lumpuh.
Pantauan detikJabar, Rabu (15/4/2026) pagi, petugas gabungan dari BPBD Kabupaten, Polsek Majalaya, Koramil Majalaya, Pemerintah Kecamatan Majalaya, Desa Bojong dan warga sekitar melakukan pembersihan lumpur yang meluap ke jalan dan permukiman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, petugas PUTR Kabupaten Bandung dan BBWS melakukan pemasangan bronjong dan tanggul sementar. Tanggul itu terbuat dari karung yang didalamnya diisi pasir. Karung berisi pasir itu nantinya akan disusun untuk menutup tanggul yang rusak.
"Kondisi sekarang dari pihak PU atau BBWS sedang mengukur. Kemungkinan area yang jebol sekitar 10 meter, tapi biasanya pemasangan tanggul sementara akan dilebihkan menjadi sekitar 15 meter," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bandung Wahyudin usai melakukan peninjauan.
"Tindakan pencegahan ini diutamakan agar saat terjadi curah hujan tinggi, air tidak masuk ke pemukiman warga. Saat ini penanganan dilakukan dengan kantong pasir yang diperkuat oleh bronjong di belakangnya," tambahnya.
Selain di wilayah Kecamatan Majalaya, masih di aliran sungai yang sama namun wilayah berbeda, tanggul sungai jebol juga terjadi di Desa Panyadap, Kecamatan Solokanjeruk.
"Ya, betul. Kami sudah beberapa kali mencoba membuat kajian dan ada beberapa titik yang diidentifikasi rawan jebol. Ini sudah beberapa kali terjadi di daerah yang berbatasan dengan Solokanjeruk karena sungai ini membatasi wilayah Majalaya dengan Solokanjeruk. Lokasinya antara Panyadap dengan Desa Bojong di Majalaya. Kita upayakan perkuatan sementara terlebih dahulu karena ini merupakan kewenangan BBWS," ungkapnya.
Menurut Wahyudin, dalam kondisi tanggap darurat atau bencana, pihaknya belum dapat melakukan pembangunan permanen karena harus melalui kajian terlebih dahulu.
Wahyudin juga mengibau kepada warga Kabupaten Bandung untuk waspada dengan kondisi cuaca di Kabupaten Bandung.
"Seharusnya sekarang sudah masuk musim kemarau, jadi kejadian angin kencang kemarin merupakan transisi dari musim hujan ke kemarau. Himbauan untuk warga, pertama tetap waspada dan pantau kondisi cuaca. Seperti hari ini, cuaca bisa sangat terik dan panas, tapi nanti sekitar jam 12 atau jam 1 siang bisa tiba-tiba berubah menjadi angin kencang disertai hujan deras. Hujannya biasanya tidak lama, tapi intensitasnya kuat," imnaunya.
"Warga diminta tetap berhati-hati dan rutin memantau media sosial, baik dari BMKG maupun BPBD yang selalu membagikan informasi kondisi cuaca harian," pungkasnya.
Simak Video "Video Ratusan Rumah di Karawang Terendam Banjir gegara Tanggul Jebol"
[Gambas:Video 20detik] (wip/mso)
